Akurat

Kuatkan Peran Organisasi, PPMPI Hasilkan Sejumlah Program dalam Rakernas di Yogyakarta

Fajar Rizky Ramadhan | 30 Januari 2026, 14:50 WIB
Kuatkan Peran Organisasi, PPMPI Hasilkan Sejumlah Program dalam Rakernas di Yogyakarta

AKURAT.CO Pengurus Pusat Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI), organisasi yang menaungi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) di seluruh Indonesia, baik di lingkungan PTKIN maupun PTKIS, menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Yogyakarta, Kamis (29/1/2026).

Forum strategis ini menjadi ruang konsolidasi nasional sekaligus perumusan program unggulan guna meningkatkan mutu layanan pendidikan dan penguatan kelembagaan MPI.

Rakernas menghasilkan sejumlah program prioritas yang menitikberatkan pada penguatan organisasi, peningkatan mutu akademik, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Dari sisi kelembagaan, PPMPI menegaskan komitmennya untuk menjangkau seluruh anggota melalui pembentukan kepengurusan hingga tingkat wilayah.

Sedikitnya, struktur wilayah dirancang mencakup 15 perwakilan sesuai pembagian Kopertais, sebagai upaya memastikan kerja organisasi lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan anggota.

Ketua Umum PPMPI, Prof. Dr. Sri Rahmi, M.Pd., menegaskan bahwa penguatan struktur wilayah menjadi fondasi penting bagi efektivitas program.

Baca Juga: Pemerintah Godok Konsep Sekolah Terintegrasi, Hadirkan Pemerataan Mutu Pendidikan

“Kami ingin kehadiran PPMPI benar-benar dirasakan sampai ke tingkat prodi. Dengan struktur wilayah yang kuat, koordinasi, pendampingan, dan pelayanan kepada anggota akan jauh lebih optimal,” ujarnya di sela-sela Rakernas.

Di bidang penelitian & akademik, PPMPI mendorong peningkatan kualitas jurnal ilmiah yang dikelola Prodi MPI di berbagai kampus. Targetnya tidak hanya pada pemenuhan standar nasional, tetapi juga menembus akreditasi dan indeksasi internasional. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat visibilitas keilmuan MPI sekaligus meningkatkan reputasi institusi di tingkat global.

Peningkatan kompetensi dosen juga menjadi perhatian serius. PPMPI merancang rangkaian workshop dan pelatihan yang akan dilaksanakan secara luring maupun daring. Skema ini dipilih agar program pengembangan profesional dapat menjangkau dosen MPI di seluruh Indonesia secara lebih efektif dan efisien.

“Kualitas dosen adalah kunci. Tanpa dosen yang terus bertumbuh, sulit berharap mutu pendidikan meningkat,” kata Sri Rahmi.

Ia berharap seluruh program kerja yang disepakati dalam Rakernas dapat direalisasikan dalam satu tahun ke depan.

“Kami menargetkan program-program ini berjalan dan berdampak nyata. Untuk itu, sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan mulai dari kementerian, lembaga akreditasi, hingga mitra internasional, menjadi keniscayaan, terutama dalam menyongsong agenda kerja tahun 2026,” tuturnya.

Rakernas ini diikuti oleh seluruh pengurus pusat PPMPI dari berbagai bidang dan dipandu oleh Sekretaris Jenderal PPMPI, Prof. Zainal Arifin. Sejumlah tokoh dan pakar turut hadir memberikan penguatan, di antaranya para Guru Besar Manajemen Pendidikan Islam, asesor LAMDIK Dr. Syamsuhudda, pengelola jurnal MPI bereputasi internasional, serta Prof. Imam Mahali, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang juga dikenal sebagai penulis buku-buku pendidikan.

Baca Juga: Kemendikdasmen Minta Tambahan Rp5,03 Triliun Pulihkan Pendidikan di Wilayah Bencana Sumatera

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Sigit Purnama, S.Pd.I., M.Pd., pada Rabu, 28 Januari, di Hotel Universitas. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas soliditas PPMPI.

“Saya kagum dengan kekompakan PPMPI. Dengan keterbatasan pendanaan, yang sebagian besar berasal dari iuran anggota, organisasi ini tetap konsisten bergerak dan berkontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan Islam di Indonesia. Ini teladan penting tentang semangat kolektif dan dedikasi,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.