Akurat

Cara Menulis Cerpen yang Baik dan Benar untuk Pemula

Eko Krisyanto | 9 Januari 2026, 15:47 WIB
Cara Menulis Cerpen yang Baik dan Benar untuk Pemula

AKURAT.CO Menulis cerpen merupakan keterampilan yang bisa dipelajari oleh siapa saja, khususnya pemula yang ingin menuangkan imajinasi ke dalam tulisan singkat namun bermakna.

Cerpen memiliki ciri khas ringkas, fokus pada satu konflik utama, dan mampu menyampaikan pesan moral kepada pembaca.

Cerpen adalah karya fiksi naratif yang biasanya ditulis dalam jumlah kata yang singkat, tetapi tetap memiliki struktur yang utuh seperti cerita pada umumnya yaitu pembuka, konflik, puncak cerita, dan penyelesaian.

 Baca Juga: Kunci Jawaban Buku Paket Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 72: Kegiatan 3 Analisis Unsur pada Cerpen

Tentukan Ide dan Tema Cerita

Langkah awal dalam menulis cerpen adalah mencari ide cerita yang menarik serta menetapkan tema utama yang ingin disampaikan.

Ide bisa berasal dari pengalaman pribadi, observasi kehidupan sekitar, atau imajinasi bebas. Setelah itu, pilih tema yang kuat, misalnya persahabatan, cinta, misteri atau kehidupan remaja.

Buat Struktur Cerpen Sebelum Menulis

  1. Pendahuluan - Perkenalan tokoh, setting, dan suasana awal.
  2. Konflik - Masalah utama yang dialami tokoh.
  3. Puncak cerita - Klimaks konflik yang menentukan arah cerita.
  4. Akhir cerita - Penyelesaian serta pesan moral yang ingin disampaikan.

Tentukan Tokoh dan Penokohan

Tokoh merupakan elemen penting dalam cerpen. Hindari terlalu banyak tokoh agar cerita tetap fokus.

Tulis karakter tokoh beserta sifat atau motivasinya agar pembaca bisa memahami bagaimana setiap tokoh berperan dalam alur cerita.

Tentukan Latar atau Setting Cerita

Latar cerita mencakup waktu, tempat, dan suasana. Latar ini memberi konteks kepada pembaca tentang di mana dan kapan cerita berlangsung.

Penentuan latar yang tepat bisa membuat cerita lebih hidup dan membantu pembaca berimajinasi situasi dengan jelas.

Pilih Sudut Pandang Penulisan

  1. Orang pertama - Aku/Saya - untuk pengalaman pribadi yang lebih intim
  2. Orang kedua - Kamu/Kau - untuk mengajak pembaca terlibat
  3. Orang ketiga - Dia/Merek - untuk fokus cerita yang lebih luas

Buat Konflik dan Penyelesaian yang Jelas

Konflik sebagai “jantung” cerita. Pastikan konflik yang dibangun cukup kuat untuk menarik minat pembaca, lalu akhiri cerita dengan penyelesaian yang memuaskan atau memberi makna sesuai tema yang dipilih.

Revisi dan Sunting Cerpenmu

Setelah penulisan cerpen selesai, jangan langsung dipublikasikan. Sebaiknya lakukan revisi dan menyunting tulisanmu supaya bebas dari kesalahan ejaan, tata bahasa, atau bagian cerita yang belum efektif.

Proses penyuntingan merupakan bagian penting dari menulis cerpen yang berkualitas.

 Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 57 Kurikulum Merdeka: Informasi Cerpen Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon!

Contoh Dasar Struktur Cerpen Singkat

  1. Judul yang menarik - Menggambarkan inti cerita
  2. Paragraf pembuka - Perkenalkan tokoh utama dan latar
  3. Konflik utama - Masalah yang memicu cerita
  4. Klimaks - Puncak konflik yang menegangkan
  5. Akhir cerita - Penyelesaian dan pesan moral

Menulis cerpen membutuhkan kombinasi kreativitas, struktur yang jelas, serta kemampuan menyusun kata-kata secara efektif.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa menciptakan karya cerpen yang menarik dan bermakna.

Jangan lupa untuk terus melatih keterampilan menulismu!

Marina Yeremin Sindika Sari (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R