Akurat Logo

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 57 Kurikulum Merdeka: Informasi Cerpen Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon!

Iim Halimatus Sadiyah | 15 Oktober 2025, 13:30 WIB
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 57 Kurikulum Merdeka: Informasi Cerpen Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon!

AKURAT.CO Inilah kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 11 halaman 57 Kurikulum Merdeka, cocok untuk dijadikan panduan belajar siswa memahami materi menemukan informasi sejarah.

Pelajaran Bahasa Indonesia bisa dibilang mudah tapi juga menantang. Kadang, siswa perlu melihat kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 11 halaman 57 sebagai acuan untuk membantu menyelesaikan soal yang ada.

Selain itu, guru dan orang tua juga bisa memanfaatkan kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 11 halaman 57 ini untuk mengoreksi jawaban siswa yang sudah dikerjakan.

Berikut ini kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 11 halaman 57 yang mudah dipahami oleh siswa sehingga belajar menjadi lebih mudah.

Baca Juga: Bagaimana Anda Memandang Pentingnya Penyusunan Rancangan Pembelajaran Berbasis Pembelajaran Sosial Emosional? Kunci Jawaban Cerita Reflektif PPG 2025

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 57

Kegiatan 1: Temukan informasi peristiwa sejarah yang menjadi latar belakang sebuah cerpen

Untuk memahami isi sebuah cerpen dengan latar belakang sejarah, pembaca harus mengetahui latar belakang dari peristiwa-peristiwa yang ada di balik cerita tersebut.

Berikut adalah salah satu contoh cerpen yang memiliki latar belakang sejarah pada masa kemerdekaan yang terjadi di daerah Sulawesi Selatan yang berjudul “Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon” karya Faisal Oddang.

Agar dapat memahami isi cerpen tersebut secara komprehensif, kalian dapat berdiskusi untuk menemukan informasi berikut.

1. Siapakah Andi Makassau?

Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 9 Halaman 114 Kurikulum Merdeka: Panduan Belajar Lengkap untuk Siswa

Jawaban:

Andi Makassau Parenrengi adalah tokoh yang berasal dari Parepare, pejuang kemerdekaan Indonesia di daerah bekas Ajatappareng (sekarang: Kota Parepare, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Enrekang). Dia adalah bangsawan Kerajaan Suppa.

2. Berdasarkan pertanyaan nomor 1, apa yang telah dilakukannya terhadap upaya memperjuangan kemerdekaan Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Sebelum kemerdekaan Indonesia, Andi Makassau membentuk dan memelopori organisasi kemasyarakatan dan politik yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Organisasi kemasyarakatan tersebut antara lain, seperti Partai Sarikat Islam di Parepare (dibentuk pada tahun 1927) dan Sumber Darah Rakyat atau disingkat SUDARA (dibentuk tahun 1944). Setelah kemerdekan, Andi Makassau menyatakan mendukung kemerdekaan Indonesia. Namun, pada 1946 Westerling yang melakukan pembantaian terhadap kurang lebih 40.000 rakyat Sulawesi Selatan dihadang dengan gagah berani oleh laskar-laskar di bawah kepemimpinan Andi Makassau. Karena kalah senjata dan fasilitas lain, akhirnya perjuangan itu kalah. Andi Makassau dibuang di tengah laut dalam kondisi terikat.

3. Siapakah Westerling?

Jawaban:

Westerling bernama lengkap Raymond Pierre Paul Westerling. Dia lahir di Istanbul, Kesultanan Utsmaniyah, 31 Agustus 1919 dan meninggal di Purmerend, Belanda, 26 November 1987 pada umur 68 tahun. Westerling adalah komandan pasukan Belanda yang terkenal karena memimpin Pembantaian Westerling (1946-1947) di Sulawesi Selatan dan percobaan kudeta APRA di Bandung, Jawa Barat.

4. Mengapa dia dikatakan pelaku genosida di Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Westerling dikatakan sebagai pelaku genosida di Sulawesi Selatan karena dia dan pasukan khusus Belanda yang bernama DST telah menghabisi sekitar 40.000 warga Sulawesi Selatan pada tahun 1946-1947. Hal ini berawal dari peristiwa pembunuhan 1.000 orang Indonesia pro-Belanda yang dilakukan pejuang kemerdekaan Indonesia di bawah pimpinan Andi Makassau.
Kemudian Belanda melakukan pembalasan dengan mendatangkan pasukan DST yaitu pasukan khusus KNIL di bawah Westerling. Tanpa segan Westerling mengadakan operasi pembersihan yang mirip pembunuhan massal.

5. Apa yang dimaksud dengan pasukan Depot Speciale Troepen — DST, KNIL?

Jawaban:

Yang dimaksud dengan DST (Depot Speciale Troepen) di bawah KNIL adalah satuan khusus andalan militer Belanda yang terlibat aksi pembantaian di Sulawesi Selatan. DST biasa disebut pasukan baret hijau yang biasa dikirim ke daerah-daerah konflik yang membutuhkan operasi khusus seperti halnya di Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Westerling.

6. Mengapa Depot Speciale Troepen — DST, KNIL dikatakan sebagai pasukan yang penuh dengan kekejaman?

Jawaban:

DST dianggap menjadi pasukan yang kejam karena pada kenyataannya pasukan tersebut banyak diisi oleh pribumi sebagai prajurit. DST melakukan "eksekusi" yang terjadi di Sulawesi Selatan.

Kesimpulan

Melalui kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 11 halaman 57 Kurikulum Merdeka ini, siswa tidak hanya belajar memahami teks sastra, tetapi juga menelusuri jejak sejarah perjuangan bangsa.

Dengan mempelajari kisah tokoh seperti Andi Makassau dan peristiwa kelam Westerling di Sulawesi Selatan, pelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih dari sekadar soal dan jawaban, melainkan jendela untuk mengenal nilai perjuangan, kemanusiaan, dan semangat kemerdekaan.

Panduan ini dapat membantu siswa, guru, dan orang tua menjadikan proses belajar lebih bermakna dan inspiratif.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.