Akurat

8 Ciri-ciri Drama Tradisional Indonesia Lengkap dengan Pengertian dan Contohnya

Eko Krisyanto | 7 Januari 2026, 16:27 WIB
8 Ciri-ciri Drama Tradisional Indonesia Lengkap dengan Pengertian dan Contohnya

AKURAT.CO Drama tradisional Indonesia merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan yang telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat sejak lama. Berbeda dengan drama modern yang banyak dipengaruhi budaya Barat, drama tradisional lahir dari kearifan lokal dan memiliki keterkaitan erat dengan adat istiadat, kepercayaan, serta kehidupan sosial masyarakat setempat.

Pemahaman mengenai ciri-ciri drama tradisional Indonesia penting, khususnya bagi pelajar dan mahasiswa, karena materi ini sering dibahas dalam pembelajaran sastra dan kebudayaan Indonesia.

Pengertian Drama Tradisional Indonesia

Drama tradisional Indonesia adalah bentuk seni pertunjukan drama yang berkembang secara turun-temurun dan bersumber dari tradisi daerah. Pertunjukan ini biasanya dipentaskan secara langsung di hadapan masyarakat dan berfungsi sebagai bagian dari upacara adat, hiburan rakyat, serta media penyampaian nilai moral dan budaya.

Beberapa contoh drama tradisional Indonesia antara lain wayang orang, ketoprak, ludruk, lenong, randai, dan mak yong.

Ciri-ciri Drama Tradisional Indonesia

1. Berkembang Secara Turun-Temurun
Drama tradisional tidak bersumber dari naskah tertulis yang baku, melainkan diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi. Para pemain mempelajari alur cerita, dialog, dan teknik pementasan melalui latihan langsung serta pengalaman di panggung.

2. Menggunakan Bahasa Daerah
Penggunaan bahasa daerah menjadi ciri khas utama drama tradisional. Bahasa Jawa, Sunda, Betawi, Minangkabau, dan bahasa daerah lainnya digunakan agar pertunjukan terasa dekat dengan penonton sekaligus mencerminkan identitas budaya setempat.

3. Bersifat Improvisasi
Drama tradisional umumnya tidak memiliki naskah tertulis secara rinci. Dialog disampaikan secara spontan oleh para pemain, terutama untuk menyesuaikan dengan situasi, respons penonton, atau isu sosial yang sedang berkembang.

4. Mengandung Unsur Humor dan Interaksi dengan Penonton
Pertunjukan drama tradisional sering diselingi humor sebagai hiburan. Pada beberapa jenis drama seperti ludruk dan lenong, pemain bahkan berinteraksi langsung dengan penonton selama pementasan berlangsung.

5. Mengangkat Cerita Rakyat atau Kehidupan Sehari-hari
Cerita yang diangkat biasanya berasal dari legenda, cerita rakyat, sejarah lokal, atau kehidupan masyarakat sehari-hari. Tema-tema tersebut dekat dengan realitas sosial sehingga mudah dipahami oleh penonton.

6. Mengandung Nilai Moral dan Budaya
Selain sebagai hiburan, drama tradisional berfungsi sebagai media pendidikan. Nilai-nilai seperti kejujuran, gotong royong, kesetiaan, dan penghormatan kepada orang tua disampaikan secara tersirat melalui alur cerita dan dialog tokoh.

7. Diiringi Musik Tradisional
Pementasan drama tradisional biasanya diiringi musik khas daerah, seperti gamelan, rebana, atau alat musik tradisional lainnya. Musik berfungsi untuk memperkuat suasana, menandai pergantian adegan, dan menambah daya tarik pertunjukan.

8. Kostum dan Tata Rias Khas Daerah
Para pemain mengenakan kostum dan tata rias yang mencerminkan budaya daerah asal pertunjukan. Busana tersebut sering kali memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan karakter maupun status sosial tokoh dalam cerita.

Perbedaan Drama Tradisional dan Drama Modern

Secara umum, drama tradisional bersifat spontan, berbasis tradisi lisan, dan dekat dengan kehidupan masyarakat lokal. Sementara itu, drama modern biasanya menggunakan naskah tertulis, teknik pementasan yang lebih formal, serta mengangkat tema-tema yang bersifat universal dan kontemporer.

FAQ tentang Drama Tradisional Indonesia

Apa yang dimaksud dengan drama tradisional Indonesia?
Drama tradisional Indonesia adalah seni pertunjukan drama yang berasal dari budaya daerah dan diwariskan secara turun-temurun.

Mengapa drama tradisional jarang menggunakan naskah tertulis?
Karena drama tradisional berkembang dari tradisi lisan dan mengandalkan kemampuan improvisasi para pemain.

Apa fungsi utama drama tradisional?
Selain sebagai hiburan, drama tradisional berfungsi sebagai media pendidikan dan pelestarian budaya.

Ciri-ciri drama tradisional Indonesia mencerminkan kekayaan budaya Nusantara yang beragam. Dengan memahami karakteristiknya, masyarakat diharapkan dapat lebih menghargai dan turut melestarikan seni pertunjukan tradisional sebagai bagian dari identitas bangsa.

Laporan: Arika Yafi Fawazzain/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK