Akurat

Ciri-ciri Karya Sastra yang Baik dan Penuh Makna

Wahyu SK | 7 Januari 2026, 07:35 WIB
Ciri-ciri Karya Sastra yang Baik dan Penuh Makna

AKURAT.CO Karya sastra merupakan hasil kreativitas manusia yang lahir dari pengolahan bahasa secara imajinatif dan reflektif.

Melalui karya sastra, penulis menuangkan gagasan, perasaan, serta pandangan hidup yang dikemas secara estetis sehingga mampu memberikan pengalaman batin bagi pembacanya.

Tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, karya sastra juga menjadi medium untuk memahami realitas kehidupan manusia dari berbagai sudut pandang.

Karya sastra yang baik dan bermakna memiliki kualitas tertentu yang membedakannya dari tulisan biasa.

Kualitas tersebut tampak dari cara bahasa digunakan, kedalaman makna yang disampaikan, hingga pengaruhnya terhadap pembaca.

Oleh karena itu, memahami ciri-ciri karya sastra yang baik sangat penting, terutama bagi pelajar, penikmat sastra, maupun penulis pemula.

Berikut ciri-ciri karya sastra yang baik dan bermakna yang dapat dijadikan acuan dalam menilai kualitas sebuah karya sastra, di antaranya:

1. Bahasa yang Indah dan Bernilai Estetis

Karya sastra yang baik menggunakan bahasa yang tertata dengan indah dan penuh gaya.

Pemilihan diksi dilakukan secara cermat sehingga mampu menghadirkan keindahan bunyi, makna, serta suasana yang kuat.

Bahasa yang estetis membuat pembaca merasakan kenikmatan tersendiri saat menyelami isi karya sastra.

2. Mengandung Makna dan Pesan yang Mendalam

Salah satu ciri utama karya sastra bermakna adalah adanya pesan atau nilai yang dapat dipetik.

Pesan tersebut tidak disampaikan secara langsung, melainkan melalui alur, tokoh, dan peristiwa dalam cerita.

Dengan cara ini, pembaca diajak untuk berpikir dan menafsirkan makna secara mandiri.

3. Mampu Membangkitkan Emosi Pembaca

Karya sastra yang baik mampu menyentuh perasaan pembaca, baik itu rasa haru, bahagia, sedih, maupun empati.

Keterlibatan emosi ini membuat pembaca merasa dekat dengan cerita atau tokoh yang dihadirkan.

Semakin kuat emosi yang ditimbulkan, semakin bermakna karya sastra tersebut.

4. Tema Bersifat Universal

Tema dalam karya sastra yang baik biasanya berkaitan dengan persoalan kehidupan manusia secara umum.

Tema seperti cinta, perjuangan, kehilangan, dan pencarian jati diri dapat diterima oleh berbagai kalangan dan lintas generasi.

Sifat universal ini membuat karya sastra tetap relevan meskipun waktu terus berubah.

5. Karakter dan Tokoh yang Kuat

Tokoh dalam karya sastra bermakna digambarkan secara mendalam dan realistis. Karakter memiliki latar belakang, konflik batin, serta perkembangan yang jelas sepanjang cerita.

Hal ini membuat tokoh terasa hidup dan mampu meninggalkan kesan mendalam bagi pembaca.

6. Mengajak Pembaca untuk Berefleksi

Karya sastra yang baik tidak berhenti pada cerita semata tetapi mendorong pembaca untuk merenungkan kehidupan.

Melalui konflik dan penyelesaian cerita, pembaca diajak memahami nilai-nilai kemanusiaan, moral, dan sosial yang berkaitan dengan realitas sehari-hari.

7. Memiliki Keaslian dan Gaya Penulisan Khas

Setiap karya sastra yang berkualitas menampilkan keunikan gaya bahasa penulisnya. Keaslian ide dan cara penyampaian membuat karya tersebut berbeda dari karya lain.

Gaya penulisan yang khas juga menjadi identitas yang memperkuat daya tarik karya sastra.

8. Struktur Cerita yang Padu

Karya sastra yang baik memiliki alur dan struktur yang tersusun secara rapi. Setiap bagian saling berkaitan sehingga cerita terasa utuh dan mudah dipahami.

Kepaduan struktur ini membantu pembaca mengikuti jalan cerita tanpa kehilangan fokus terhadap pesan utama.

9. Memiliki Nilai Keabadian

Karya sastra bermakna mampu bertahan dan tetap dibaca dalam jangka waktu lama. Nilai dan pesan yang terkandung di dalamnya tidak lekang oleh zaman, sehingga tetap relevan untuk generasi berikutnya.

Inilah yang membuat karya sastra disebut memiliki nilai keabadian.

Ciri-ciri karya sastra yang baik dan bermakna mencakup keindahan bahasa, kedalaman makna, kekuatan emosi, tema universal, serta keaslian gaya penulisan.

Karya sastra yang memenuhi ciri-ciri tersebut tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memperkaya wawasan dan pengalaman batin pembacanya.

Oleh sebab itu, karya sastra memiliki peran penting dalam kehidupan manusia sebagai cermin realitas dan sarana refleksi diri.

Laporan: Vania Tri Yuniar/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK