Apa Itu Larutan Penyangga? Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Kehidupan

AKURAT.CO Dalam berbagai reaksi kimia maupun proses biologis, kestabilan pH merupakan faktor yang sangat penting. Enzim dalam tubuh, misalnya, hanya dapat bekerja secara optimal pada rentang pH tertentu.
Begitu pula dalam reaksi kimia di laboratorium, perubahan pH yang terlalu drastis sering kali menyebabkan reaksi tidak berjalan sesuai harapan.
Di sinilah larutan penyangga (buffer) berperan. Larutan ini mampu menjaga pH tetap stabil meskipun ditambahkan sedikit asam atau basa, sehingga proses kimia maupun biologis dapat berlangsung dengan baik.
Lantas, apa sebenarnya larutan penyangga, apa saja jenisnya, dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari?
Pengertian Larutan Penyangga
Larutan penyangga adalah larutan berbasis air yang tersusun dari campuran asam lemah dengan garamnya atau basa lemah dengan garamnya.
Keunggulan utama larutan ini adalah kemampuannya mempertahankan pH meskipun mengalami pengenceran atau penambahan sejumlah kecil asam dan basa.
Karena sifat tersebut, larutan penyangga banyak digunakan dalam bidang kimia, biologi, hingga kedokteran.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Pemerintah Tak Antikritik: Silakan Koreksi, Asal Jangan Fitnah
Jenis-Jenis Larutan Penyangga
Secara umum, larutan penyangga dibedakan menjadi dua jenis utama:
Larutan Penyangga Asam
Larutan penyangga asam berfungsi menjaga kondisi larutan tetap asam dengan pH di bawah 7. Biasanya dibuat dari campuran asam lemah dan garamnya yang berasal dari basa kuat.
Contoh paling umum adalah campuran asam asetat dan natrium asetat, yang memiliki pH sekitar 4,75.
Larutan Penyangga Basa
Larutan penyangga basa digunakan untuk mempertahankan pH larutan di atas 7. Larutan ini tersusun dari campuran basa lemah dengan garamnya yang berasal dari asam kuat.
Contohnya adalah campuran amonium hidroksida dan amonium klorida, dengan pH sekitar 9,25.
Sifat-Sifat Larutan Penyangga
Larutan penyangga memiliki karakteristik khas, di antaranya:
-
pH larutan relatif stabil meskipun ditambahkan sedikit asam kuat, basa kuat, atau mengalami pengenceran.
-
pH dapat berubah apabila ditambahkan asam atau basa dalam jumlah besar.
-
Daya tahan larutan penyangga (kapasitas buffer) bergantung pada jumlah mol asam lemah dan basa konjugatnya, atau sebaliknya.
Contoh Larutan Penyangga dalam Kehidupan Sehari-hari
Penerapan larutan penyangga dapat ditemukan di berbagai bidang, antara lain:
Baca Juga: RDMP Balikpapan Selesai, ESDM Targetkan Bebas Impor Solar 2026
-
Sistem bikarbonat dalam darah
Menjaga pH darah tetap stabil pada kisaran 7,35–7,45, sehingga fungsi organ tubuh tetap normal. -
Sistem buffer pada air laut
Membantu menstabilkan pH laut agar organisme laut dapat bertahan meskipun terjadi perubahan lingkungan. -
Buffer asetat
Digunakan dalam penelitian biologi molekuler dan percobaan kimia untuk menciptakan kondisi asam yang stabil. -
Buffer amonium
Digunakan dalam eksperimen kimia yang memerlukan kondisi basa, seperti campuran amonium hidroksida dan amonium klorida.
Laporan: Nadira Maia Arziki/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










