Akurat

Bagaimana Rivalitas AS dan China Memengaruhi Tatanan Dunia?

Wahyu SK | 28 Desember 2025, 09:30 WIB
Bagaimana Rivalitas AS dan China Memengaruhi Tatanan Dunia?

AKURAT.CO Rivalitas antara AS dan China menjadi salah satu isu geopolitik paling berpengaruh di abad ke-21.

Persaingan dua kekuatan besar ini tidak hanya merebutkan dominasi ekonomi dan militer, tetapi juga pengaruh politik, teknologi, dan ideologi di tingkat global.

Dampak dirasakan luas, terutama oleh negara berkembang yang berada di tengah pusaran kepentingan kedua negara adidaya tersebut.

Rivalitas AS dan China berawal dari perubahan peta kekuatan global pasca-Perang Dingin.

AS yang lama mendominasi sistem internasional, mulai menghadapi tantangan serius dari kebangkitan ekonomi dan militer China.

Pertumbuhan pesat China sebagai kekuatan ekonomi dunia kedua menjadikannya pesaing utama AS dalam perdagangan, investasi, dan pengaruh geopolitik.

Persaingan di Bidang Ekonomi dan Teknologi

Salah satu arena utama rivalitas AS dan China yaitu sektor ekonomi dan teknologi.

Perang dagang, pembatasan ekspor teknologi, serta persaingan dalam pengembangan kecerdasan buatan dan semikonduktor menunjukkan betapa strategisnya sektor ini bagi kedua negara.

China berusaha mengurangi ketergantungan pada teknologi Barat, sementara AS membatasi akses China terhadap teknologi strategis.

Kondisi ini memengaruhi rantai pasok global dan memaksa banyak negara menyesuaikan kebijakan ekonominya.

Rivalitas Geopolitik di Kawasan Indo-Pasifik

Kawasan Indo-Pasifik menjadi titik panas persaingan AS dan China. AS memperkuat aliansi strategis dengan beberapa negara seperti Jepang, Australia, dan India.

Sementara, China meningkatkan pengaruhnya melalui kerja sama ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan kehadiran militernya.

Ancaman atau Peluang bagi Negara Berkembang

Bagi negara berkembang, rivalitas AS dan China menghadirkan dua sisi yang berlawanan.

Di satu sisi, persaingan ini dapat menjadi ancaman karena memaksa negara-negara tersebut memilih keberpihakan politik atau ekonomi. Tekanan diplomatik dan risiko ketergantungan menjadi tantangan nyata.

Di sisi lain, rivalitas ini juga menjadi peluang, khususnya dalam bentuk investasi, kerja sama perdagangan, dan transfer teknologi.

Negara berkembang dapat memanfaatkan persaingan tersebut untuk memperoleh keuntungan ekonomi, asalkan mampu menjaga kebijakan luar negeri yang seimbang dan mandiri.

Dampak Rivalitas AS-China terhadap Tatanan Dunia

Rivalitas AS-China berkontribusi pada terbentuknya tatanan dunia yang semakin multipolar.

Ketergantungan global terhadap satu kekuatan tunggal mulai berkurang lalu digantikan oleh kompetisi dan kerja sama yang lebih kompleks antarnegara besar.

Situasi ini memengaruhi organisasi internasional, perdagangan global, serta stabilitas politik dunia.

Negara-negara di luar dua kekuatan besar dituntut lebih adaptif dalam merumuskan kebijakan nasional dan hubungan internasionalnya.

Rivalitas AS-China adalah fenomena geopolitik yang berdampak luas bagi dunia. Persaingan ini tidak hanya membentuk arah politik dan ekonomi global, tetapi juga menentukan posisi dan strategi negara berkembang dalam sistem internasional.

Dengan kebijakan yang cermat dan berimbang, rivalitas ini dapat menjadi peluang strategis, tidak hanya sebagai ancaman bagi stabilitas dan pembangunan global.

Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK