Akurat

Fakta Sejarah Penyaliban Yesus dan Arti Salib bagi Umat Kristen

Eko Krisyanto | 22 Desember 2025, 17:16 WIB
Fakta Sejarah Penyaliban Yesus dan Arti Salib bagi Umat Kristen

AKURAT.CO Penyaliban Yesus merupakan salah satu momen paling penting dalam sejarah agama dan budaya dunia.

Metode hukuman yang brutal ini sebagai bentuk eksekusi yang paling memalukan di Kekaisaran Romawi tetapi melalui peristiwa penyaliban Yesus, salib berubah menjadi simbol kasih, keselamatan, dan harapan bagi umat Kristen di seluruh dunia.

Secara harfiah, salib adalah dua batang kayu yang saling bersilangan. Penyaliban sendiri merupakan bentuk hukuman mati yang dikenal sangat kejam dan digunakan sejak abad ke-6 SM hingga abad ke-4 M di berbagai budaya kuno, termasuk oleh bangsa Babilonia, Persia, Yunani, dan akhirnya Romawi.

Sebagai alat hukuman, salib digunakan oleh Romawi terutama untuk menghukum budak, pemberontak politik, dan mereka yang dianggap ancaman terhadap stabilitas kekuasaan Romawi. Penyaliban bukan sekadar eksekusi, tetapi juga penderitaan fisik luar biasa dan penghinaan publik terhadap terpidana.

Yesus Disalibkan: Fakta dalam Alkitab dan Sejarah

Yesus dari Nazaret dihukum mati oleh Pontius Pilatus, gubernur Romawi di Yudea, sekitar tahun 30-33 M. Catatan sejarah Alkitab dan sejumlah referensi sejarah mendukung adanya penyaliban Yesus sebagai peristiwa nyata.

Penyebab yang tercatat dalam Injil dan dipahami oleh banyak sarjana melibatkan kombinasi faktor politik dan agama di wilayah yang dikuasai Romawi pada waktu itu.

Alasan Utama Yesus Disalibkan

1. Tuduhan Politik oleh Romawi

Romawi melihat Yesus sebagai ancaman potensial terhadap stabilitas politik, terutama karena pengaruhnya yang semakin besar di kalangan rakyat.

Penyaliban merupakan alat hukuman yang biasa digunakan terhadap mereka yang dianggap pemberontak atau mengganggu ketertiban publik.

2. Tuduhan Agama dari Pimpinan Yahudi

Pemimpin agama Israel pada masa itu, seperti Sanhedrin, menganggap Yesus sebagai ancaman karena ajarannya yang berbeda dari tradisi dan hukum Yahudi, serta klaim-klaimnya tentang diri sendiri yang dipandang menghujat.

Tuduhan ini menjadi alasan awal untuk menyerahkan Yesus kepada otoritas Romawi.

3. Makna Teologis dalam Kekristenan

Bagi umat Kristen, penyaliban Yesus bukan sekadar hukuman politik atau agama. Menurut doktrin Alkitab, Yesus mati disalib untuk menebus dosa manusia dan membuka jalan kepada keselamatan.

Kematian dan kebangkitan Yesus dianggap sebagai penggenapan rencana keselamatan yang telah dinubuatkan sejak Perjanjian Lama.

Makna Salib dalam Kekristenan

Setelah peristiwa penyaliban dan kebangkitan Yesus, salib bukan lagi sekadar alat eksekusi. Dalam teologi Kristen, salib menjadi simbol kasih Allah kepada umat manusia, pengampunan, dan kemenangan atas dosa dan maut.

Simbol ini juga menunjukkan seperti hilangnya batas antara manusia dan Allah melalui darah Yesus yang tercurah, sebagaimana ditafsirkan dari berbagai ayat dalam Perjanjian Baru.

Peristiwa penyaliban Yesus memiliki makna ganda. Secara historis, sebagai bentuk eksekusi yang dipilih oleh Romawi terhadap seorang yang dianggap ancaman.

Secara teologi, menjadi pusat dari keselamatan dalam iman Kristen. Salib yang dulu dikenal sebagai simbol penghinaan kini dipahami banyak orang sebagai simbol pengorbanan kasih yang tidak terukur.

Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK