Dana LPDP Harus Berdampak Strategis bagi Pendidikan, Riset, dan Industri Nasional

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan, pengelolaan dana Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) harus diarahkan untuk menghasilkan dampak strategis yang luas bagi kepentingan nasional.
Menurutnya, pemanfaatan dana LPDP tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah penerima manfaat, tetapi juga pada penguatan kualitas lulusan serta daya saing institusi pendidikan dan lembaga riset di dalam negeri.
“Tidak kalah penting adalah mendorong kontribusi nyata lulusan LPDP bagi pengembangan industri nasional,” ujar Pratikno dalam keterangannya, Jumat (19/12/2025).
Pratikno menekankan pentingnya optimalisasi anggaran LPDP untuk memperkuat ekosistem pendidikan, riset, dan industri nasional yang terintegrasi serta berkelanjutan.
Ia menilai, pengelolaan LPDP harus mampu menghasilkan dampak ganda (multi-impact) yang tidak hanya dirasakan oleh individu penerima beasiswa, tetapi juga oleh pembangunan nasional secara keseluruhan.
“Pemanfaatan LPDP harus memberikan dampak maksimal bagi kepentingan nasional, termasuk dalam pengembangan ekosistem pendidikan, riset, dan industri yang saling terhubung,” katanya.
Baca Juga: KEM Dorong Penguatan Rantai Nilai Ekonomi Masyarakat Hukum Adat untuk Hutan Adat Berkelanjutan
Lebih lanjut, Pratikno menyoroti pentingnya strategi talent retention agar para penerima manfaat LPDP dapat berkontribusi secara optimal di dalam negeri serta mencegah terjadinya brain drain.
Dengan pengelolaan yang lebih terarah dan terintegrasi, ia berharap dana LPDP dapat menjadi fondasi kuat dalam menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.
“Dengan sinergi yang kuat antara pendidikan, riset, dan industri, ekosistem nasional akan tumbuh secara berkelanjutan sebagai penopang pembangunan SDM Indonesia,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










