Akurat

Kapan Anda Akan Melakukan Aksi Tindak Lanjut? Panduan Lengkap PMM 2025

Idham Nur Indrajaya | 17 Desember 2025, 15:04 WIB
Kapan Anda Akan Melakukan Aksi Tindak Lanjut? Panduan Lengkap PMM 2025

AKURAT.CO Platform Merdeka Mengajar (PMM) 2025 kembali menghadirkan pertanyaan penting bagi para guru: “Kapan Anda akan melakukan aksi tindak lanjut?” Pertanyaan ini muncul setelah guru menjalani proses observasi kelas yang dilakukan oleh kepala sekolah. Bagi banyak guru, memahami kapan dan bagaimana melakukan tindak lanjut merupakan langkah krusial untuk meningkatkan kualitas praktik kinerja di kelas. Artikel ini akan membahas panduan lengkap, cara menjawab, serta periode waktu yang disarankan untuk mengisi dokumen tindak lanjut di PMM 2025.

Apa Itu Aksi Tindak Lanjut di PMM?

Aksi tindak lanjut adalah tahap di mana guru merefleksikan hasil observasi yang diberikan kepala sekolah dan merancang langkah konkret untuk meningkatkan kualitas praktik kinerja. Formulir dokumen tindak lanjut di PMM memungkinkan guru untuk mencatat:

  • Hasil penilaian dari kepala sekolah berdasarkan observasi kelas.

  • Tantangan atau kendala yang dihadapi selama praktik kinerja.

  • Rencana perbaikan atau upaya peningkatan kompetensi.

Selain itu, guru juga bisa memilih opsi belajar tambahan yang mendukung proses peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.

Mengapa Pertanyaan “Kapan Anda Akan Melakukan Aksi Tindak Lanjut?” Penting

Pertanyaan ini bukan sekadar formalitas. Jawaban yang tepat membantu guru merencanakan tindak lanjut secara terstruktur dan realistis. Sebelum menjawab, guru dianjurkan untuk melakukan beberapa hal:

  1. Menentukan tujuan: Apa yang ingin dicapai dari tindak lanjut tersebut? Misalnya, memperbaiki strategi mengajar, meningkatkan interaksi dengan siswa, atau mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran.

  2. Merencanakan upaya konkret: Langkah-langkah spesifik yang akan diambil untuk mencapai tujuan.

  3. Diskusi dengan kepala sekolah: Mendapatkan masukan dan rekomendasi agar rencana tindak lanjut lebih tepat sasaran.

Dengan strategi ini, aksi tindak lanjut bukan hanya sekadar laporan administratif, tapi juga menjadi bagian dari pengembangan profesional guru secara nyata.

Periode Waktu yang Disarankan untuk Aksi Tindak Lanjut

Berdasarkan panduan PMM 2025, ada beberapa periode waktu yang bisa dipilih guru dalam mengerjakan aksi tindak lanjut:

  • Maret 2025

  • April 2025

  • Mei–Juni 2025

Sebagian besar guru disarankan memilih Mei–Juni 2025, karena periode ini memberikan waktu cukup untuk mempersiapkan dan menerapkan langkah-langkah perbaikan setelah observasi selesai.

Langkah-Langkah Melakukan Aksi Tindak Lanjut

Secara umum, proses tindak lanjut meliputi empat tahapan utama:

  1. Evaluasi dan Penilaian
    Setelah kegiatan observasi selesai, guru mengevaluasi hasil praktik kinerja dan menilai efektivitas metode pengajaran yang digunakan.

  2. Rapat dan Diskusi
    Guru melakukan diskusi dengan kepala sekolah atau tim terkait untuk membahas hasil evaluasi dan menyusun strategi perbaikan.

  3. Implementasi Tindak Lanjut
    Berdasarkan hasil evaluasi dan diskusi, guru mulai menerapkan perubahan di kelas. Misalnya, mengubah teknik mengajar, menambahkan media pembelajaran, atau mengatur strategi interaksi dengan siswa.

  4. Komunikasi dengan Pihak Terkait
    Informasi mengenai rencana tindak lanjut dibagikan ke pihak-pihak yang terlibat, seperti kepala sekolah, guru pendamping, bahkan siswa dan orang tua jika perlu.

Jika guru belum yakin dengan jawaban yang akan diberikan, PMM menyediakan opsi ‘Simpan Draf’. Namun, jika sudah yakin, cukup klik ‘Kumpulkan’, centang “Saya mengerti…”, dan klik ‘Kumpulkan’ untuk menyelesaikan proses.

Cara Mengisi Formulir Tindak Lanjut di PMM

Berikut panduan langkah demi langkah yang bisa diikuti guru:

  1. Buka halaman resmi PMM di https://guru.kemdikbud.go.id

  2. Geser layar ke bagian bawah hingga menemukan menu “Pengembangan Diri”, kemudian pilih “Pengelolaan Kinerja”

  3. Pada halaman Pengelolaan Kinerja, pilih menu “Guru Pilih Sebagai Pegawai” lalu klik “Cek Praktik Kinerja”

  4. Isi data secara berurutan mulai dari Dokumen Persiapan, Pelaksanaan Observasi oleh Atasan, hingga Dokumen Tindak Lanjut

  5. Saat mengisi Dokumen Tindak Lanjut, tuliskan tujuan aksi tindak lanjut dan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mencapainya

  6. Pilih periode waktu pelaksanaan, misalnya April–Mei 2025

  7. Tentukan dukungan yang dibutuhkan, misalnya akses ke sumber belajar, alat pendukung, atau mentoring dari kepala sekolah maupun guru penggerak

Guru dianjurkan mendiskusikan pilihan dukungan ini dengan kepala sekolah agar tindak lanjut lebih efektif.

Pilihan Dukungan yang Bisa Dipilih Guru

Dalam dokumen tindak lanjut, guru akan menghadapi pertanyaan: “Apa dukungan yang Anda butuhkan untuk melakukan upaya tindak lanjut?”. Beberapa pilihan yang tersedia antara lain:

  • Sumber daya untuk kegiatan belajar/praktik

  • Penyediaan atau pembelian alat dukung pembelajaran

  • Akses ke sumber belajar melalui satuan pendidikan

  • Izin mengikuti pelatihan di luar satuan pendidikan

  • Mentoring dari kepala sekolah, guru penggerak, atau pemateri eksternal

  • Lainnya (guru bisa mengisi detail dukungan yang dibutuhkan)

Pilihan dukungan ini akan membantu guru merencanakan tindak lanjut lebih realistis dan sesuai kebutuhan.

Kesimpulan

Menjawab pertanyaan “Kapan Anda akan melakukan aksi tindak lanjut?” di PMM bukan hanya soal administratif, tapi juga strategi pengembangan profesional guru. Dengan menentukan tujuan, merancang upaya konkret, dan berdiskusi dengan kepala sekolah, guru dapat memastikan tindak lanjut yang dilakukan tepat sasaran dan berdampak nyata pada kualitas pembelajaran di kelas.

Periode paling disarankan adalah Mei–Juni 2025, tapi guru tetap bisa menyesuaikan sesuai kebutuhan. Pastikan seluruh formulir diisi lengkap, dukungan yang dibutuhkan dicatat, dan proses submit dilakukan setelah yakin dengan rencana yang telah dibuat.

Baca Juga: Kunci Jawaban Cerita Reflektif PPG 2025: Respon Guru terhadap Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Baca Juga: Bagaimana Kesadaran Guru Ketika Berefleksi? Ini Kunci Jawaban Lengkap di PMM

FAQ

1. Apa itu aksi tindak lanjut di PMM 2025?
Aksi tindak lanjut adalah tahap di mana guru merefleksikan hasil observasi kelas dari kepala sekolah dan menyusun rencana konkret untuk meningkatkan kualitas praktik kinerja. Dokumen tindak lanjut mencakup evaluasi hasil observasi, kendala yang dihadapi, tujuan peningkatan kinerja, dan dukungan yang dibutuhkan.

2. Kapan guru bisa mengisi dokumen tindak lanjut di PMM 2025?
Guru dapat mengisi dokumen tindak lanjut setelah menyelesaikan observasi kelas dan menerima penilaian dari kepala sekolah. Periode waktu yang disarankan adalah Maret, April, atau Mei–Juni 2025, dengan periode Mei–Juni 2025 sebagai pilihan paling umum.

3. Apa tujuan menjawab pertanyaan “Kapan Anda akan melakukan aksi tindak lanjut?”
Tujuannya agar guru dapat merencanakan tindak lanjut secara terstruktur, menentukan langkah konkret yang akan dilakukan, dan memastikan proses perbaikan praktik kinerja lebih efektif sesuai masukan dari kepala sekolah.

4. Bagaimana cara mengisi formulir dokumen tindak lanjut di PMM 2025?
Langkah-langkahnya:

  1. Kunjungi https://guru.kemdikbud.go.id

  2. Pilih menu Pengembangan Diri → Pengelolaan Kinerja

  3. Klik Guru Pilih Sebagai Pegawai → Cek Praktik Kinerja

  4. Isi dokumen secara berurutan: Dokumen Persiapan → Observasi Atasan → Dokumen Tindak Lanjut

  5. Tuliskan tujuan dan langkah konkret tindak lanjut

  6. Pilih periode waktu pelaksanaan (misal April–Mei 2025)

  7. Tentukan dukungan yang dibutuhkan

5. Apa saja jenis dukungan yang bisa dipilih guru untuk tindak lanjut?
Pilihan dukungan meliputi:

  • Sumber daya untuk kegiatan belajar/praktik

  • Penyediaan atau pembelian alat pendukung pembelajaran

  • Akses ke sumber belajar melalui satuan pendidikan

  • Izin mengikuti pelatihan di luar satuan pendidikan

  • Mentoring dari kepala sekolah, guru penggerak, atau pemateri eksternal

  • Lainnya (guru bisa menuliskan detail dukungan yang dibutuhkan)

6. Apa yang harus dilakukan jika guru belum yakin dengan jawaban periode tindak lanjut?
Guru bisa menggunakan tombol ‘Simpan Draf’ untuk menyimpan sementara. Jika sudah yakin dengan jawaban, klik ‘Kumpulkan’, centang “Saya mengerti…”, lalu klik ‘Kumpulkan’ untuk submit dokumen.

7. Mengapa diskusi dengan kepala sekolah penting sebelum mengisi dokumen tindak lanjut?
Diskusi membantu guru mendapatkan masukan dan rekomendasi yang relevan agar rencana tindak lanjut lebih tepat sasaran, sesuai kebutuhan pembelajaran, dan berdampak nyata pada peningkatan kualitas praktik kinerja.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.