Bagaimana Kesadaran Guru Ketika Berefleksi? Ini Kunci Jawaban Lengkap di PMM

AKURAT.CO Refleksi menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan, terutama sejak diterapkannya Kurikulum Merdeka melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM). Salah satu pertanyaan yang kerap muncul dalam penilaian kinerja guru adalah: Bagaimana kesadaran guru ketika berefleksi?
Pertanyaan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi alat untuk melihat sejauh mana guru memahami tantangan pembelajaran yang mereka hadapi, baik dari sisi internal maupun eksternal. Setelah guru mengisi refleksi di PMM, kepala sekolah memiliki peran untuk memberikan penilaian dan catatan yang relevan berdasarkan refleksi tersebut.
Artikel ini membahas secara lengkap kunci jawaban, pilihan penilaian, serta contoh catatan kepala sekolah terkait pertanyaan Bagaimana kesadaran guru ketika berefleksi? dengan bahasa yang mudah dipahami dan tetap sesuai konteks PMM.
Peran Refleksi Guru dalam Platform Merdeka Mengajar
Dalam PMM, refleksi guru bukan sekadar formalitas. Refleksi digunakan untuk melihat dinamika nyata di ruang kelas, tantangan yang dihadapi guru, serta kesadaran guru dalam menilai praktik pembelajarannya sendiri. Setelah guru menyelesaikan dokumen Refleksi Tindak Lanjut, kepala sekolah kemudian melakukan penilaian melalui menu Pengelolaan Kinerja Kepala Sekolah di PMM.
Penilaian ini didasarkan pada perubahan praktik yang dilakukan guru, bukan hanya pada rencana atau niat. Salah satu indikator yang harus diisi adalah tingkat kesadaran guru ketika berefleksi.
Pertanyaan di PMM: Bagaimana Kesadaran Guru Ketika Berefleksi?
Pertanyaan yang muncul di PMM dituliskan secara langsung sebagai berikut:
Bagaimana kesadaran guru ketika berefleksi?
Untuk menjawab pertanyaan ini, kepala sekolah diminta memilih salah satu dari beberapa opsi yang telah disediakan sistem, lalu melengkapinya dengan catatan singkat sebagai penjelasan penilaian.
Pilihan Jawaban Kesadaran Guru Saat Berefleksi
Terdapat tiga opsi jawaban utama yang bisa dipilih kepala sekolah. Teks pada pilihan ini bersifat baku dan digunakan apa adanya di PMM.
-
Sadar tantangan dan penyebabnya berada di luar kendali diri
-
Sadar tantangan dan penyebabnya berada di dalam kendali diri
-
Sadar tantangan dan penyebabnya berada di dalam kendali diri serta dampaknya
Masing-masing opsi memiliki makna dan konteks penilaian yang berbeda, tergantung pada isi refleksi guru yang telah dibaca oleh kepala sekolah.
Penjelasan Opsi Penilaian Kesadaran Guru
1. Sadar Tantangan dan Penyebabnya Berada di Luar Kendali Diri
Opsi ini dipilih apabila guru dalam refleksinya menjelaskan bahwa tantangan pembelajaran berasal dari faktor eksternal. Faktor tersebut bisa berupa keterbatasan sarana dan prasarana, anggaran sekolah, kondisi lingkungan, hingga masalah teknis seperti koneksi internet atau sinyal.
Kesadaran ini menunjukkan bahwa guru mampu mengidentifikasi hambatan yang berada di luar kendali pribadinya. Meski demikian, refleksi tetap penting karena guru diharapkan tidak berhenti pada keluhan, tetapi berupaya mencari solusi yang realistis sesuai kondisi yang ada.
Contoh catatan kepala sekolah yang dapat diberikan:
"Guru telah menjelaskan bahwa penyebab tantangan berasal dari faktor eksternal. Dengan memahami keterbatasan sarana dan kondisi pendukung, guru tetap berupaya mencari alternatif agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih optimal. Kesadaran ini penting sebagai dasar perbaikan bersama."
2. Sadar Tantangan dan Penyebabnya Berada di Dalam Kendali Diri
Opsi kedua dipilih ketika guru menyadari bahwa tantangan pembelajaran bersumber dari kemampuan, kebiasaan, atau keterbatasan dirinya sendiri. Misalnya, guru merasa belum maksimal dalam mengelola kelas, memilih metode pembelajaran, atau memahami karakter belajar murid.
Kesadaran ini menjadi indikator refleksi yang kuat karena menunjukkan sikap terbuka terhadap evaluasi diri dan kemauan untuk berkembang secara profesional.
Contoh penjelasan atau catatan kepala sekolah:
"Guru menyadari bahwa dinamika kelas yang dibangun belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan belajar murid. Guru juga menunjukkan kesadaran untuk mempelajari strategi pengelolaan kelas yang lebih menarik dan relevan. Hal ini mencerminkan sikap reflektif dan komitmen untuk terus belajar."
3. Sadar Tantangan dan Penyebabnya Berada di Dalam Kendali Diri serta Dampaknya
Opsi ketiga merupakan bentuk kesadaran yang lebih mendalam. Guru tidak hanya menyadari bahwa tantangan berasal dari keterbatasan dirinya, tetapi juga mampu menjelaskan dampaknya terhadap kualitas pembelajaran murid.
Biasanya, refleksi pada level ini dilengkapi dengan data pendukung seperti hasil belajar siswa, rapor pendidikan, temuan di kelas, atau bukti praktik pembelajaran.
Contoh catatan kepala sekolah:
"Guru telah menjelaskan bahwa tantangan berasal dari keterbatasan dirinya dalam mengelola pembelajaran, serta dampaknya terhadap capaian belajar murid berdasarkan rapor pendidikan. Kesadaran ini menunjukkan refleksi yang mendalam dan menjadi dasar yang kuat untuk perbaikan praktik pembelajaran ke depan."
Contoh Kunci Jawaban yang Sering Digunakan di PMM
Dalam praktiknya, salah satu kunci jawaban yang sering dipilih adalah opsi kedua, yaitu Sadar tantangan dan penyebabnya berada di dalam kendali diri.
Penjelasan yang dapat diisikan kepala sekolah antara lain:
Guru menyadari bahwa pendekatan pembelajaran dan dinamika kelas yang diterapkan belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan belajar murid. Guru juga memahami perlunya meningkatkan kompetensi dalam memahami karakter siswa dan strategi pembelajaran yang lebih efektif.
Catatan ini dinilai relevan karena fokus pada kesadaran diri guru dan niat untuk melakukan perbaikan berkelanjutan.
Proses Akhir Penilaian di Platform Merdeka Mengajar
Setelah memilih opsi dan mengisi catatan penilaian, kepala sekolah dapat menyimpan penilaian sebagai draf apabila masih ingin meninjaunya kembali. Jika sudah yakin, proses dapat dilanjutkan dengan klik tombol Kumpulkan, kemudian mencentang pernyataan persetujuan yang tersedia.
Langkah ini menandai bahwa penilaian refleksi guru telah selesai dan tercatat secara resmi di sistem PMM.
Mengapa Kesadaran Guru Saat Berefleksi Sangat Penting?
Penilaian kesadaran guru ketika berefleksi bertujuan untuk melihat sejauh mana guru memahami kekuatan dan kelemahan praktik pembelajarannya. Dari sini, kepala sekolah dan guru dapat bersama-sama merancang tindak lanjut yang lebih tepat sasaran.
Refleksi yang baik tidak hanya membantu guru berkembang secara profesional, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan pengalaman belajar murid di kelas.
Penutup
Pertanyaan Bagaimana kesadaran guru ketika berefleksi? menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kinerja guru di Platform Merdeka Mengajar. Dengan memahami setiap opsi jawaban dan konteks penilaiannya, kepala sekolah dapat memberikan penilaian yang objektif, membangun, dan relevan.
Jika kamu ingin memahami lebih dalam tentang pengelolaan kinerja guru, refleksi pembelajaran, dan panduan PMM lainnya, pantau terus AKURAT.CO.
Baca Juga: Pandangan terhadap Pendidikan Seksual Sejak Dini: Kunci Jawaban PMM
Baca Juga: Contoh Jawaban PMM: Rencana Mengatasi Tantangan agar Perubahan Bisa Terjadi
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan kesadaran guru ketika berefleksi di PMM?
Kesadaran guru ketika berefleksi adalah kemampuan guru dalam mengenali tantangan pembelajaran yang dihadapi, memahami penyebabnya, serta menilai apakah tantangan tersebut berasal dari faktor internal atau eksternal. Aspek ini dinilai oleh kepala sekolah melalui Platform Merdeka Mengajar.
2. Di mana pertanyaan “Bagaimana kesadaran guru ketika berefleksi?” muncul?
Pertanyaan ini muncul dalam penilaian kinerja guru di Platform Merdeka Mengajar (PMM), khususnya setelah guru mengisi dokumen Refleksi Tindak Lanjut dan kepala sekolah memberikan penilaian serta catatan.
3. Berapa pilihan jawaban untuk menilai kesadaran guru saat berefleksi?
Terdapat tiga pilihan jawaban yang tersedia di PMM, yaitu:
-
Sadar tantangan dan penyebabnya berada di luar kendali diri
-
Sadar tantangan dan penyebabnya berada di dalam kendali diri
-
Sadar tantangan dan penyebabnya berada di dalam kendali diri serta dampaknya
4. Kapan kepala sekolah memilih opsi “Sadar tantangan dan penyebabnya berada di luar kendali diri”?
Opsi ini dipilih apabila guru menjelaskan bahwa tantangan pembelajaran berasal dari faktor eksternal, seperti keterbatasan sarana prasarana, anggaran, lingkungan sekolah, atau kendala teknis lainnya.
5. Apa makna opsi “Sadar tantangan dan penyebabnya berada di dalam kendali diri”?
Opsi ini menunjukkan bahwa guru menyadari tantangan yang dihadapi berasal dari kemampuan atau keterbatasan dirinya sendiri, seperti pengelolaan kelas, pemilihan metode pembelajaran, atau pemahaman terhadap kebutuhan belajar murid.
6. Apa yang membedakan opsi ketiga dengan opsi kedua?
Pada opsi ketiga, guru tidak hanya menyadari bahwa tantangan berasal dari dirinya, tetapi juga mampu menjelaskan dampaknya terhadap kualitas pembelajaran murid, biasanya disertai data, bukti lapangan, atau rapor pendidikan.
7. Apakah kepala sekolah wajib menulis catatan setelah memilih opsi jawaban?
Ya. Setelah memilih salah satu opsi, kepala sekolah perlu menuliskan catatan singkat sebagai penjelasan penilaian terhadap refleksi guru sesuai dengan konteks yang disampaikan.
8. Apakah penilaian refleksi guru bisa disimpan tanpa dikumpulkan?
Bisa. Kepala sekolah dapat memilih opsi Simpan draf apabila masih ingin meninjau kembali penilaian. Jika sudah yakin, penilaian dapat dikumpulkan dengan menekan tombol Kumpulkan.
9. Mengapa penilaian kesadaran guru saat berefleksi penting?
Penilaian ini membantu melihat sejauh mana guru mampu mengevaluasi praktik pembelajarannya secara jujur dan reflektif. Hasilnya menjadi dasar untuk perbaikan kinerja guru dan peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.
10. Apakah tidak masalah jika guru hanya menyebutkan faktor eksternal dalam refleksi?
Tidak masalah, selama refleksi tersebut jujur dan sesuai kondisi. Namun, refleksi yang ideal tetap mendorong guru untuk melihat peluang perbaikan yang masih berada dalam kendali dirinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









