Akurat

Serigala vs Anjing: Perbedaan DNA, Asal-Usul, dan Penjelasannya

Eko Krisyanto | 5 Desember 2025, 20:40 WIB
Serigala vs Anjing: Perbedaan DNA, Asal-Usul, dan Penjelasannya

AKURAT.CO Hubungan antara serigala dan anjing selalu memicu rasa penasaran.
 
Dua hewan yang tampak berbeda dalam perilaku dan penampilan ini ternyata memiliki kedekatan evolusi yang kuat. Namun, perjalanan panjang domestikasi telah membuat anjing berkembang menjadi spesies dengan karakteristik unik, berbeda dari leluhur liarnya.
 
Perubahan tersebut terlihat dari bentuk fisiknya dan tersimpan rapi dalam susunan genetik mereka.
 
Perbedaan genetika antara serigala dan anjing menjadi kunci untuk memahami bagaimana keduanya berevolusi menuju sifat dan perilaku yang sangat kontras.
 
Dilansir dari BMC Biology, perbedaan signifikan antara serigala dan anjing ditemukan pada gen serta jalur biologis yang terkait perkembangan sistem saraf dan neural crest yang memengaruhi bentuk wajah, perilaku, hingga respons stres. 
 
Hal ini menunjukkan bahwa domestikasi tidak semata mengubah penampilan, tetapi juga memodifikasi regulasi gen yang mendasari kejinakan dan kemampuan anjing beradaptasi dengan manusia.
 
Temuan tersebut menjadi cara untuk memahami bagaimana pemetaan genetika menggambarkan perjalanan domestikasi keduanya dari masa ke masa, sekaligus mengantar kita pada uraian berikutnya mengenai perbedaan DNA dan asal-usul mereka secara lebih rinci.
 

Baca Juga: Perbedaan Serigala dan Anjing dari Sisi Genetika: Benarkah Keduanya Masih Satu Spesies?

Perbedaan DNA dan Asal-Usul Serigala dan Anjing

Perbedaan DNA Serigala dan Anjing

1. Perubahan pada Jalur Perkembangan Sistem Saraf
 
Adanya seleksi kuat pada gen yang berkaitan dengan perkembangan sistem saraf pusat. Gen-gen ini berperan dalam pengaturan perilaku sosial, respons stres, dan kemampuan adaptasi. Perbedaan ini menjelaskan mengapa anjing memiliki temperamen lebih jinak dibandingkan serigala.
 
2. Perbedaan pada Neural Crest Cells
 
Neural crest adalah sel yang berpengaruh pada pembentukan struktur wajah, telinga, dan pigmen kulit. Domestikasi mengubah regulasi gen pada jalur ini, menyebabkan anjing memiliki wajah lebih bulat, telinga lebih turun, dan ekspresi wajah yang lebih ramah.
 
3. Peningkatan Salinan Gen AMY2B (Pencernaan Pati)
 
Anjing memiliki jumlah salinan gen AMY2B yang lebih banyak dibandingkan serigala. Gen ini meningkatkan kemampuan mencerna pati, menandakan adaptasi anjing terhadap pola makan manusia yang lebih tinggi karbohidrat.
 
4. Perbedaan Regulasi Genetik (Non-Coding Region)
 
Studi genetika modern menemukan bahwa perbedaan terbesar bukan hanya pada gen pengkode protein, tetapi pada bagian pengatur gen (promoter/enhancer). Bagian ini menentukan bagaimana dan kapan gen diaktifkan, sehingga memengaruhi perilaku jinak dan penampilan anjing.
 
5. Gen yang Berkaitan dengan Kepribadian Bersahabat
 
Adanya varian gen mirip sindrom Williams-Beuren pada manusia yang membuat anjing cenderung ramah dan sangat sosial. Serigala tidak memiliki varian ini secara konsisten.
 

Perbedaan Asal-Usul Serigala dan Anjing

1. Asal Domestikasi dari Populasi Serigala Kuno yang Kini Punah
 
Anjing tidak berasal langsung dari serigala modern, melainkan dari populasi serigala kuno yang saat ini telah punah. Ini menjelaskan mengapa tidak ada serigala modern yang menjadi “leluhur langsung” anjing.
 
2. Lokasi Domestikasi Diduga di Eurasia
 
Populasi anjing tertua ditemukan di wilayah Eurasia, terutama Asia Timur dan Siberia.
 
Temuan arkeologi dan genetika menunjukkan bahwa proses domestikasi terjadi lebih dari 10.000 tahun lalu, seiring manusia hidup sebagai pemburu-pengumpul.
 
3. Domestikasi Terjadi dalam Beberapa Tahap Panjang
 
Proses domestikasi diperkirakan berlangsung bertahap: dari interaksi awal antara serigala oportunis yang memakan sisa makanan manusia hingga seleksi alami yang menghasilkan hewan lebih jinak. Setelah itu manusia mulai melakukan seleksi buatan sesuai kebutuhan.
 
4. Adaptasi Morfologi dan Perilaku Akibat Kedekatan dengan Manusia
 
Kedekatan dengan manusia membuat anjing mengembangkan sifat-sifat yang mendukung kerja sama, termasuk kemampuan memahami isyarat manusia, ekspresi wajah, dan perilaku sosial yang stabil.
 
5. Dampak Lingkungan dan Pola Hidup Manusia
 
Perubahan lingkungan yang dihadapi manusia seperti munculnya pertanian, perkampungan, dan kehidupan domestik yang dapat memicu anjing beradaptasi secara biologis dan perilaku, menjadikannya berbeda dari nenek moyangnya.
 
Terlihat jelas bahwa perbedaan antara serigala dan anjing tidak hanya berada pada bentuk fisik dan perilakunya, tetapi juga tersimpan dalam DNA yang berevolusi selama ribuan tahun. Keduanya berkembang mengikuti jalur evolusi berbeda yang dipengaruhi interaksi dengan manusia.
 
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R