Perbedaan Serigala dan Anjing dari Sisi Genetika: Benarkah Keduanya Masih Satu Spesies?

AKURAT.CO Serigala dan anjing sekilas terlihat mirip, terutama dari struktur tubuh dan karakteristik mamalia golongan Canidae.
Tidak sedikit orang yang mengira serigala dan anjing hanyalah hewan yang sama namun hidup di lingkungan berbeda.
Padahal, jika ditelusuri lebih jauh melalui ilmu genetika, hubungan serigala dan anjing ternyata jauh lebih kompleks daripada dugaan umum selama ini.
Keduanya memang memiliki kedekatan evolusioner yang kuat dan tergolong pada spesies Canis lupus tetapi proses domestikasi dan perubahan lingkungan selama puluhan ribu tahun membuat anjing dan serigala mengalami perbedaan genetis yang signifikan.
Perbedaan inilah yang memengaruhi bentuk fisik, perilaku, hingga kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan manusia.
Hubungan Genetika dan Asal Usul Evolusi
Serigala dan anjing berasal dari nenek moyang yang sama, namun garis evolusi mereka berpisah sejak puluhan ribu tahun lalu.
Anjing domestik terpisah dari populasi serigala kuno melalui proses domestikasi yang berlangsung secara bertahap, diperkirakan sejak 20.000 hingga 40.000 tahun silam.
Pada masa itu, hanya sebagian kecil serigala yang beradaptasi dengan lingkungan manusia dan akhirnya berubah menjadi anjing, sementara sisanya tetap berkembang sebagai serigala liar.
Menariknya, serigala modern bukanlah nenek moyang langsung dari anjing saat ini. Justru, anjing berasal dari populasi serigala kuno yang kemungkinan telah punah.
Hal ini membuktikan bahwa anjing bukan sekadar "serigala jinak" melainkan evolusi baru yang terbentuk akibat interaksi jangka panjang dengan manusia.
Jumlah Kromosom dan Kemampuan Kawin Silang
Serigala dan anjing sama-sama memiliki 78 kromosom, menjadikan keduanya sangat dekat secara genetis.
Kesamaan jumlah kromosom ini memungkikan serigala dan anjing kawin silang dan menghasilkan keturunan yang subur - sebuah indikasi bahwa struktur dasar genom keduanya sejalan.
Namun demikian, kesamaan jumlah kromosom tidak berarti genom mereka identik.
Serigala menyimpan gen yang relevan untuk bertahan hidup di alam liar, sedangkan anjing mengalami modifikasi genetik akibat domestikasi, termasuk gen yang mengatur respons terhadap manusia, kemampuan bersosialisasi, dan toleransi makanan tinggi karbohidrat.
Gen Perilaku dan Domestikasi
Salah satu perubahan genetika paling mencolok pada anjing terdapat pada gen-gen yang berkaitan dengan perilaku.
Anjing memiliki variasi gen yang membuatnya lebih mudah menjalin ikatan emosional dengan manusia dibandingkan serigala.
Perubahan ini juga berkaitan dengan kemampuan membaca ekspresi, ketertarikan sosial, hingga tingkat agresivitas yang lebih rendah.
Selain itu, proses domestikasi memunculkan apa yang dikenal sebagai "domestication syndrome."
Hal ini menyebabkan karakter fisik tertentu pada anjing, seperti ukuran tubuh bervariasi, telinga menggantung, bentuk tengkorak lebih pendek, hingga perubahan hormon stres yang membuat anjing lebih tenang dan adaptif dalam lingkungan manusia.
Adaptasi Genetik terhadap Makanan
Serigala adalah karnivora sejati, sedangkan anjing telah berevolusi menjadi omnivora oportunis karena terbiasa mengikuti pola makan manusia.
Secara genetika, anjing memiliki tambahan salinan gen yang berfungsi memecah pati, yang menjadikannya lebih mampu mencerna karbohidrat - sesuatu yang tidak dimiliki serigala.
Perbedaan ini merupakan contoh nyata bagaimana seleksi lingkungan dan kedekatan dengan manusia dapat membentuk perubahan genetis yang berkelanjutan dari generasi ke generasi.
Dari sisi genetika, serigala dan anjing memang memiliki asal usul yang sama tetapi perjalanan evolusi mereka berbeda drastis.
Serigala mempertahankan kemampuan dan insting biologis untuk bertahan hidup di alam liar, sedangkan anjing berkembang melalui proses domestikasi hingga memiliki karakteristik fisik maupun perilaku yang harmonis dengan kehidupan manusia.
Laporan: Vania Tri Yuniar/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









