Akurat

Waspada! Begini Tanda Ular Masuk Halaman Rumah dan Cara Antisipasinya

Eko Krisyanto | 4 Desember 2025, 21:07 WIB
Waspada! Begini Tanda Ular Masuk Halaman Rumah dan Cara Antisipasinya

AKURAT.CO Laporan kemunculan ular di area pemukiman kembali meningkat, membuat warga harus lebih waspada terhadap kondisi halaman rumah.

Banyak kasus bermula dari tanda-tanda kecil yang sering diabaikan. Untuk membantu mengenali gejala awal sebelum terjadi berikut sejumlah indikasi yang perlu diperhatikan. 

Baca Juga: Ular Sanca Masuk Kamar Mandi, Pegawai Apotek Terluka

Lingkungan Halaman Rumah yang Mendukung Kemunculan Ular 

  1. Area rumah lembap atau sering tergenang air yang menjadi spot favorit ular untuk bersembunyi atau ganti kulit.

  2. Rumput tinggi, semak lebat, batu, kayu, atau puing yang menumpuk jadi tempat persembunyian ideal buat ular. 

  3. Banyaknya tikus, kodok, serangga, dan hewan kecil lain bikin ular tertarik datang karena ada sumber makanan. 

  4. Adanya sumber air di sekitar rumah bisa memicu ular muncul meskipun mereka enggak butuh air banyak.

  5. Celah kecil, lubang, atau saluran di dinding, pondasi, ventilasi, dan pipa memudahkan ular masuk ke area rumah.

  6. Tumpukan sampah yang jarang dibuang jadi lokasi berkembangnya hewan pengerat yang akhirnya mengundang ular. 

Indikasi Fisik Kehadiran Ular di Halaman 

1. Jejak atau lintasan ular 

Jejak berbentuk garis melengkung atau berliku di tanah, pasir, atau debu bisa jadi tanda ular baru saja lewat. Pola ini muncul karena gerakan tubuhnya saat merayap.

2. Kulit ular yang terlepas 

Kulit kering yang transparan sering ditemukan di pot tanaman, tumpukan kayu, atau area tersembunyi lain. Ini menandakan ular pernah berada di sana untuk berganti kulit.

3. Kotoran ular 

Kotorannya biasanya berwarna cokelat tua, padat, dan kadang berisi sisa tulang atau bulu mangsa. Biasanya muncul di sudut taman, bawah batu, atau dekat area makan hewan yang sering diganggu.

4. Suara mencurigakan 

Desisan, gesekan, atau gemerisik dari area gelap dan lembap, terutama malam hari, bisa menandakan ular sedang bergerak atau bersembunyi.

5. Bau tidak biasa 

Aroma menyengat atau bau tanah yang aneh di sekitar lubang, celah dinding, atau area lembap dapat menjadi petunjuk adanya aktivitas ular di sekitar halaman.

6. Sisa kulit berdebu dan bersisik 

Kulit yang tampak kusam dan bersisik sering muncul di tempat lembap dan tertutup, menandakan ular rutin berganti kulit di area tersebut.

Baca Juga: Cara Ular Berkembang Biak: Bertelur, Melahirkan, atau Keduanya?

Rekomendasi Langkah Antisipasi 

  1. Rutin membersihkan halaman dengan memangkas rumput, membuang sampah, dan menyingkirkan tumpukan kayu atau batu agar tidak jadi tempat sembunyi ular.

  2. Menutup setiap celah atau lubang pada pondasi, dinding, dan ventilasi supaya ular tidak punya akses masuk ke rumah. 

  3. Mengurangi sumber makanan ular dengan mengontrol keberadaan tikus dan hewan pengerat lainnya. 

  4. Menghindari area lembap atau genangan dengan memastikan saluran air dan drainase berfungsi baik.

  5. Memasang pagar kawat atau penghalang khusus untuk mencegah ular masuk ke halaman. 

  6. Memiliki hewan peliharaan seperti kucing atau anjing yang dapat membantu mengusir ular secara alami.

  7. Menggunakan alat pengusir ular berbasis gelombang suara, meski hasilnya bisa berbeda tergantung kondisi lingkungan.

  8. Tetap waspada dan memberi edukasi pada keluarga tentang tanda keberadaan ular dan cara aman saat berhadapan dengannya.

Dengan  menjaga kebersihan lingkungan, menutup semua celah masuk, dan rutin memantau kondisi halaman, kamu bisa menurunkan risiko kemunculan ular secara signifikan. Kombinasi kewaspadaan dan pencegahan sederhana ini bikin rumah jadi ruang yang lebih aman, nyaman, dan jauh dari gangguan hewan liar.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R