Akurat

Tugu Pahlawan Surabaya: Monumen Bersejarah yang Dibangun untuk Mengenang Pertempuran 10 November 1945

Idham Nur Indrajaya | 1 Desember 2025, 16:31 WIB
Tugu Pahlawan Surabaya: Monumen Bersejarah yang Dibangun untuk Mengenang Pertempuran 10 November 1945

 

AKURAT.CO Apa bangunan yang didirikan untuk mengenang perjuangan para pahlawan ketika melawan sekutu tanggal 10 November 1945? Jawabannya: Tugu Pahlawan. Tugu Pahlawan adalah salah satu monumen paling ikonik di Indonesia—bukan hanya untuk warga Surabaya, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin memahami sejarah perjuangan bangsa. Monumen yang menjulang setinggi 41,15 meter ini menjadi simbol pengorbanan arek-arek Suroboyo dalam Pertempuran 10 November 1945, salah satu momen paling menentukan dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Terletak tepat di jantung Kota Surabaya, Tugu Pahlawan menjadi penanda penting bagaimana rakyat mempertahankan kemerdekaan dari upaya penjajahan kembali oleh pasukan Sekutu bersama Belanda.

Artikel ini mengulas secara lengkap sejarah, proses pembangunan, makna arsitektur, hingga transformasi kawasan Tugu Pahlawan menjadi pusat edukasi sejarah modern, lengkap dan mudah dipahami.


Sejarah Tugu Pahlawan Surabaya

Ketika membahas monumen yang dibangun untuk mengenang perjuangan para pahlawan melawan pasukan Sekutu pada 10 November 1945, jawabannya mengarah pada satu landmark penting: Tugu Pahlawan Surabaya. Monumen ini berdiri sebagai bentuk penghormatan atas keberanian warga Surabaya yang bertempur mempertahankan kemerdekaan, sebuah peristiwa yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Tugu ini tampak mencolok dengan bentuk lingga atau paku terbalik, yang masing-masing detailnya mengandung pesan sejarah. Tubuh monumen memiliki 10 lengkungan (canalures) dan terbagi menjadi 11 ruas—sebuah simbol langsung dari tanggal bersejarah 10-11-1945. Setiap elemen dirancang bukan hanya untuk estetika, tetapi mengingatkan generasi berikutnya bahwa kebebasan Indonesia dibayar dengan pengorbanan jiwa.


Lokasi dan Luas Kawasan Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan berada di pusat aktivitas Kota Surabaya, tepatnya di Jalan Pahlawan, dekat Kantor Gubernur Jawa Timur. Monumen ini berdiri di atas lahan seluas 1,3 hektare di wilayah Kelurahan Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan. Area yang luas ini membuat Tugu Pahlawan tidak hanya menjadi monumen untuk dilihat, tetapi juga ruang publik yang sering digunakan untuk upacara, kegiatan edukasi, hingga wisata sejarah.


Siapa Penggagas Tugu Pahlawan?

Menariknya, ada dua versi yang berkembang mengenai siapa yang memprakarsai pembangunan Tugu Pahlawan.

Versi pertama menyebutkan bahwa gagasan awal berasal dari Doel Arnowo, Kepala Daerah Kota Besar Surabaya pada masa itu. Ia meminta Ir. Tan untuk membuat rancangan monumen sebelum diajukan kepada Presiden Soekarno.

Sementara versi kedua menyebut bahwa inisiatif pembangunan datang langsung dari Presiden Soekarno. Gagasan ini kemudian mendapat dukungan penuh dari Doel Arnowo sebagai Wali Kota Surabaya. Untuk desain finalnya, Soekarno memilih karya Ir. R. Soeratmoko—pemenang sayembara arsitektur yang diselenggarakan khusus untuk proyek ini.

Kedua versi tersebut mencerminkan satu hal: Tugu Pahlawan adalah hasil kolaborasi penting antara tokoh lokal dan nasional yang sama-sama ingin mengabadikan perjuangan rakyat Surabaya.


Proses Pembangunan Monumen yang Penuh Tantangan

Pembangunan Tugu Pahlawan awalnya ditangani oleh Balai Kota Surabaya. Namun, pekerjaannya kemudian dilanjutkan oleh Indonesian Engineering Corporation, dan setelah itu diteruskan oleh Pemborong Saroja hingga proyek benar-benar selesai.

Rencana awalnya, monumen ini akan dibangun setinggi 45 meter. Namun karena berbagai pertimbangan teknis, tinggi akhirnya ditetapkan menjadi 41,15 meter dengan diameter dasar 3,1 meter yang mengecil ke atas.

Proses konstruksi berlangsung intensif:

  • Pekerjaan dimulai pada 20 Februari 1952.

  • Tanah digali hingga 620 meter kubik untuk membuat pondasi.

  • Pengecoran beton memerlukan 19 ton besi, dikerjakan oleh 120 orang yang bekerja bergantian selama 40 jam tanpa henti.

  • Monumen selesai pada 3 Juni 1952.

  • Tugu Pahlawan diresmikan langsung oleh Presiden Soekarno pada 10 November 1952—tepat tujuh tahun setelah pertempuran besar terjadi.

Di bagian bawah monumen terdapat ukiran Trisula dengan gambar Cakra, Stamba, dan Padma yang melambangkan semangat perjuangan yang tidak pernah padam.

Menariknya, sebagian dana pembangunan berasal dari sumbangan masyarakat. Hal ini membuat Tugu Pahlawan bukan hanya monumen pemerintah, tetapi juga wujud gotong-royong rakyat Surabaya.


Museum Sepuluh November: Ruang Edukasi di Bawah Monumen

Tidak banyak yang tahu bahwa di bawah lahan Tugu Pahlawan, pada kedalaman tujuh meter, terdapat sebuah museum. Museum Sepuluh November ini menjadi pusat dokumentasi peristiwa 10 November sekaligus menyimpan berbagai foto dan arsip pembangunan monumen.

Museum ini diresmikan oleh Presiden K.H. Abdurrahman Wahid pada 19 Februari 2000, dan menjadi salah satu ruang edukasi sejarah terbaik di Surabaya, terutama bagi pelajar dan wisatawan yang ingin mengetahui lebih dalam tentang pertempuran paling heroik dalam sejarah Indonesia.


Pembenahan Kawasan dan Perkembangan Lanskap

Pada periode 1991–1996, kawasan Tugu Pahlawan mengalami revitalisasi besar. Pembenahan ini dipimpin oleh arsitek Ir. Sugeng Gunadi, MLA dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Penataan lanskap membuat kawasan ini terasa lebih modern, tertata, dan nyaman untuk dikunjungi.

Kini, Tugu Pahlawan menjadi ruang publik yang lebih terbuka, ramah wisatawan, dan tetap mempertahankan nilai historisnya.


Penutup: Simbol Keberanian yang Tidak Lekang Waktu

Tugu Pahlawan bukan sekadar bangunan monumental, tetapi pengingat tentang keberanian warga Surabaya yang mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada 10 November 1945. Monumen ini menjadi jawaban atas pertanyaan: apa nama bangunan yang didirikan untuk mengenang perjuangan para pahlawan ketika melawan pasukan Sekutu pada 10 November 1945?

Kisah perjuangan arek-arek Suroboyo akan terus hidup melalui monumen ini—di tengah kota, di ingatan masyarakat, dan di hati mereka yang menghargai sejarah.

Kalau kamu ingin mengetahui lebih banyak cerita sejarah penting Indonesia, pantau terus update terbaru di kanal berita dan sejarah favoritmu.

Baca Juga: Hak Pahlawan Nasional

Baca Juga: Hari Pahlawan 2025: Filosofi Tema dan Logo Serta Link Download Resminya

FAQ

1. Apa itu Tugu Pahlawan Surabaya?

Tugu Pahlawan adalah monumen bersejarah di Kota Surabaya yang dibangun untuk mengenang perjuangan arek-arek Suroboyo dalam Pertempuran 10 November 1945 melawan pasukan Sekutu dan Belanda. Monumen ini menjadi simbol keberanian rakyat Surabaya serta ikon utama Kota Pahlawan.

2. Mengapa Tugu Pahlawan dibangun?

Tugu Pahlawan didirikan untuk memperingati peristiwa heroik pada 10 November 1945, ketika ribuan pejuang Surabaya gugur mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tanggal tersebut kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

3. Di mana lokasi Tugu Pahlawan?

Tugu Pahlawan berada di Jalan Pahlawan, dekat Kantor Gubernur Jawa Timur, di atas lahan seluas 1,3 hektare. Secara administratif, monumen ini terletak di Kelurahan Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya.

4. Berapa tinggi Tugu Pahlawan?

Tinggi Tugu Pahlawan adalah 41,15 meter. Monumen ini memiliki desain khas berbentuk lingga atau paku terbalik, dengan 10 lengkungan dan 11 ruas yang melambangkan tanggal 10-11-1945.

5. Siapa yang memprakarsai pembangunan Tugu Pahlawan?

Ada dua versi:

  • Versi pertama menyebutkan Doel Arnowo sebagai pemrakarsa.

  • Versi kedua menyebut Presiden Soekarno yang menginisiasi pembangunan.
    Desain akhirnya dibuat oleh Ir. R. Soeratmoko, pemenang sayembara arsitektur.

6. Kapan Tugu Pahlawan dibangun dan diresmikan?

Pembangunan dimulai pada 20 Februari 1952 dan selesai pada 3 Juni 1952. Monumen ini diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 10 November 1952, bertepatan dengan peringatan tujuh tahun Pertempuran Surabaya.

7. Apa makna bentuk dan ornamen pada Tugu Pahlawan?

Bentuk paku terbalik melambangkan kekuatan dan keteguhan. Jumlah lengkungan dan ruas melambangkan tanggal 10 November 1945. Di bagian bawahnya terdapat ukiran Trisula, Cakra, Stamba, dan Padma yang merepresentasikan api perjuangan dan semangat kemerdekaan.

8. Apakah di Tugu Pahlawan terdapat museum?

Ya. Di bawah tanah sedalam tujuh meter terdapat Museum Sepuluh November, yang berisi dokumentasi, arsip, dan foto-foto sejarah pertempuran serta proses pembangunan monumen. Museum ini diresmikan pada 19 Februari 2000.

9. Siapa yang melakukan pembenahan kawasan Tugu Pahlawan?

Pada periode 1991–1996, kawasan ini dibenahi oleh arsitek Ir. Sugeng Gunadi, MLA dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk mempercantik lanskap dan memperkuat fungsi edukatifnya.

10. Apa nama bangunan yang didirikan untuk mengenang perjuangan para pahlawan melawan pasukan Sekutu pada 10 November 1945?

Bangunan tersebut adalah Tugu Pahlawan Surabaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.