Akurat

Hal Apa yang Paling Guru Sukai dari Proses Belajar Mengajar di Sekolah? Ini Jawaban Lengkapnya

Naufal Lanten | 28 Oktober 2025, 18:44 WIB
Hal Apa yang Paling Guru Sukai dari Proses Belajar Mengajar di Sekolah? Ini Jawaban Lengkapnya

AKURAT.CO Hal apa yang paling Saudara sukai dari proses belajar mengajar di sekolah sebagai guru? Sekolah bukan sekadar tempat menuntut ilmu. Di balik deretan meja, papan tulis, dan jadwal pelajaran yang padat, ada pengalaman berharga yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan berinteraksi seseorang. Setiap individu memiliki hal berbeda yang mereka sukai dari proses belajar mengajar di sekolah — baik dari sisi siswa maupun guru. Mulai dari suasana kelas yang hidup, interaksi sosial yang hangat, hingga momen ketika ilmu benar-benar “menyala” di kepala seseorang.

Lalu, sebenarnya hal apa yang biasanya paling disukai guru dari proses belajar mengajar di sekolah? Berikut penjelasan lengkap yang merangkum berbagai sisi pengalaman belajar di dunia pendidikan.


Interaksi Sosial dan Persahabatan yang Tak Tergantikan

Bagi banyak orang, sekolah adalah tempat pertama untuk belajar tentang kehidupan sosial. Di sinilah seseorang mulai mengenal perbedaan karakter, belajar berempati, dan membangun hubungan pertemanan yang bisa bertahan seumur hidup.

Interaksi sosial di sekolah tidak sekadar berbagi cerita di kantin atau tertawa bersama saat istirahat. Lebih dari itu, sekolah menjadi wadah untuk belajar kerja sama, memahami sudut pandang orang lain, dan menyelesaikan perbedaan dengan cara yang sehat.

Momen seperti saling mendukung saat ujian, merayakan keberhasilan bersama teman, atau bahkan menghadapi tantangan kelompok bisa menjadi kenangan yang membentuk kepribadian seseorang. Tak sedikit yang menganggap bahwa persahabatan di sekolah adalah bagian paling menyenangkan dari seluruh proses belajar.


Menemukan dan Mengembangkan Minat serta Bakat

Selain ruang kelas, sekolah juga menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang membuka peluang bagi siswa untuk bereksplorasi. Dari olahraga, seni, musik, hingga sains dan debat — setiap aktivitas memberi kesempatan untuk menemukan passion dan mengasah potensi diri.

Melalui kegiatan ini, banyak siswa akhirnya menemukan arah hidupnya. Misalnya, seseorang yang gemar mengikuti lomba pidato mungkin menyadari bahwa ia berbakat dalam berbicara di depan umum. Begitu pula dengan siswa yang aktif di klub seni, mereka belajar mengekspresikan diri dengan cara yang kreatif dan menyenangkan.

Kegiatan di luar pelajaran formal juga mengajarkan nilai-nilai penting seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama tim. Inilah yang membuat proses belajar di sekolah terasa lebih hidup dan tidak terbatas pada buku pelajaran semata.


Belajar dari Guru yang Menginspirasi

Setiap siswa pasti pernah memiliki satu atau dua guru yang meninggalkan kesan mendalam. Mereka bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan motivasi.

Guru yang inspiratif mampu membuat pelajaran terasa relevan dengan kehidupan nyata, menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, dan menumbuhkan rasa percaya diri pada siswanya. Beberapa karakteristik guru yang dianggap inspiratif antara lain:

Karakteristik Penjelasan
Kompeten Menguasai materi dengan baik dan mampu menjelaskannya secara mudah dipahami.
Peduli Memahami kebutuhan setiap siswa secara personal dan memberikan dukungan yang dibutuhkan.
Kreatif Menggunakan metode pembelajaran inovatif agar siswa tidak mudah bosan.
Sabar Menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan dengan tenang dan bijak.

Bagi sebagian siswa, pengalaman belajar dari guru seperti ini menjadi alasan utama mengapa mereka menyukai sekolah. Bahkan setelah bertahun-tahun lulus, banyak yang masih mengingat sosok guru yang pernah mengubah cara pandang mereka terhadap dunia.


Perkembangan Kognitif dan Keterampilan Hidup

Salah satu tujuan utama pendidikan adalah mengembangkan kemampuan berpikir. Di sekolah, siswa dilatih untuk berpikir kritis, menganalisis masalah, dan menemukan solusi.

Namun, belajar di sekolah bukan hanya soal nilai akademis. Proses belajar juga mengasah berbagai keterampilan hidup (life skills) yang sangat dibutuhkan di masa depan, seperti kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan mengelola waktu.

Sekolah menjadi tempat aman bagi siswa untuk mencoba, gagal, lalu bangkit kembali. Dari proses inilah karakter tangguh dan mental pantang menyerah terbentuk.


Lingkungan Belajar yang Kondusif dan Mendukung

Faktor lingkungan juga sangat berpengaruh dalam menentukan apakah seseorang menikmati proses belajar di sekolah. Sekolah yang memiliki suasana aman, nyaman, dan ramah akan membuat siswa lebih termotivasi.

Fasilitas yang memadai, guru yang suportif, serta kebijakan sekolah yang berpihak pada kesejahteraan siswa dapat menciptakan ekosistem belajar yang sehat. Ketika lingkungan belajar positif, proses belajar mengajar pun berjalan dengan lebih menyenangkan dan efektif.


Dari Sudut Pandang Guru: Kepuasan Melihat Siswa Berkembang

Tak hanya siswa yang memiliki pengalaman berharga di sekolah, para guru pun merasakan kepuasan tersendiri dari proses belajar mengajar. Bagi banyak pendidik, melihat siswa berkembang dan mencapai keberhasilan adalah momen paling memuaskan dalam karier mereka.

Guru sering kali menyebut momen ketika siswa yang awalnya kesulitan akhirnya memahami materi sebagai “saatnya menyala”. Momen ini menjadi pengingat bahwa setiap usaha mereka tidak sia-sia.

Selain perkembangan akademis, banyak guru juga bangga melihat siswa tumbuh menjadi individu yang lebih percaya diri, berkarakter baik, dan mampu menghadapi tantangan kehidupan.


Membangun Hubungan Bermakna dan Komunitas Positif

Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan panutan. Banyak guru merasa bahagia karena bisa menjalin hubungan yang tulus dengan siswa, menjadi tempat curhat, atau bahkan menjadi sosok pengganti keluarga bagi mereka yang membutuhkannya.

Hubungan semacam ini sering berlanjut bahkan setelah siswa lulus. Tidak sedikit guru yang tetap berhubungan dengan mantan murid mereka, menyaksikan perjalanan hidup mereka dengan rasa bangga.

Selain itu, para guru juga menikmati suasana kolaboratif di lingkungan kerja. Hubungan yang baik antar guru dan tenaga pendidik menciptakan rasa kebersamaan yang memperkuat semangat mengajar setiap hari.


Kreativitas dan Tantangan yang Selalu Baru

Bagi para guru, mengajar bukanlah rutinitas yang membosankan. Setiap hari selalu membawa dinamika baru — mulai dari karakter siswa yang beragam hingga metode pembelajaran yang terus berkembang.

Profesi guru menuntut kreativitas tinggi. Mereka harus mampu menyesuaikan pendekatan, menciptakan suasana kelas yang menarik, sekaligus memastikan siswa memahami materi dengan baik. Tantangan inilah yang justru membuat dunia pendidikan terasa hidup dan menantang.

Bahkan, banyak guru menganggap bahwa mengajar juga merupakan proses belajar seumur hidup. Setiap interaksi dengan siswa memberikan pelajaran baru — baik tentang ilmu, kehidupan, maupun kemanusiaan.


Kesimpulan: Belajar Adalah Pengalaman yang Tak Tergantikan

Dari sudut pandang siswa maupun guru, proses belajar mengajar di sekolah memiliki makna yang dalam. Ada nilai sosial, emosional, dan intelektual yang terus membekas seiring waktu.

Interaksi dengan teman, bimbingan dari guru inspiratif, lingkungan belajar yang mendukung, hingga tantangan yang memacu kreativitas — semuanya berperan membentuk pengalaman belajar yang tidak akan tergantikan.

Sekolah pada akhirnya bukan hanya tempat mencari nilai, tetapi tempat menempa karakter, menemukan jati diri, dan menumbuhkan semangat belajar seumur hidup.

Kalau kamu punya pengalaman menarik tentang hal yang paling kamu sukai dari proses belajar di sekolah, bagikan ceritamu dan pantau terus berbagai topik menarik lainnya di AKURAT.CO.


Baca Juga: Refleksi Guru di Ruang GTK: 'Apa Inspirasi Menarik yang Diperoleh dari Kegiatan?'

Baca Juga: Kunci Jawaban Modul 1 Topik 2 PPG 2025: Apa Alasan Bapak/Ibu Guru Memilih Tugas Tersebut sebagai Aksi Nyata Terbaik?

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan proses belajar mengajar di sekolah?

Proses belajar mengajar di sekolah adalah kegiatan interaksi antara guru dan siswa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Di dalamnya terdapat berbagai aspek seperti penyampaian materi, pengembangan keterampilan, penilaian hasil belajar, serta pembentukan karakter dan nilai-nilai sosial.


2. Mengapa banyak orang menyukai proses belajar mengajar di sekolah?

Karena sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk berinteraksi, berteman, dan mengembangkan potensi diri. Banyak siswa menyukai suasana sosialnya, kegiatan ekstrakurikuler, serta pengalaman belajar dari guru yang inspiratif.


3. Apa hal yang paling disukai siswa dari belajar di sekolah?

Kebanyakan siswa menyukai momen kebersamaan dengan teman-teman, kesempatan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, dan pengalaman belajar dengan guru yang menyenangkan. Mereka juga menikmati proses menemukan minat dan bakat pribadi melalui kegiatan sekolah.


4. Apa hal yang paling disukai guru dari proses mengajar di sekolah?

Guru biasanya paling menikmati saat melihat siswanya berkembang, baik secara akademis maupun pribadi. Mereka juga merasa bahagia saat menjadi panutan, membangun hubungan bermakna, dan menciptakan suasana belajar yang positif serta inspiratif.


5. Bagaimana lingkungan sekolah memengaruhi semangat belajar siswa?

Lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung membuat siswa lebih fokus dan termotivasi. Fasilitas yang baik, hubungan antarwarga sekolah yang harmonis, serta dukungan dari guru dan teman sebaya menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.


6. Mengapa guru disebut sebagai sosok inspiratif dalam proses belajar mengajar?

Karena guru bukan hanya mengajar, tetapi juga membimbing, memotivasi, dan menjadi teladan bagi siswa. Guru inspiratif mampu menjadikan pelajaran terasa hidup, menumbuhkan rasa percaya diri siswa, dan memberikan pengaruh positif yang bertahan seumur hidup.


7. Apa manfaat kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa?

Kegiatan ekstrakurikuler membantu siswa mengasah minat dan bakat, melatih kerja sama tim, serta meningkatkan kepercayaan diri. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk belajar hal baru di luar pelajaran formal dan memperluas pergaulan sosial.


8. Apa yang dimaksud dengan “momen saatnya menyala” dalam dunia pendidikan?

“Momen saatnya menyala” adalah istilah yang sering digunakan guru untuk menggambarkan saat siswa akhirnya memahami materi yang sebelumnya sulit. Momen ini menjadi simbol keberhasilan proses belajar dan sumber kepuasan tersendiri bagi para pendidik.


9. Apa peran penting sekolah dalam membentuk karakter siswa?

Sekolah berperan besar dalam membentuk karakter melalui pembiasaan nilai-nilai positif seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan empati. Melalui interaksi sehari-hari di sekolah, siswa belajar menjadi individu yang mandiri, peduli, dan berintegritas.


10. Mengapa proses belajar mengajar dianggap pengalaman yang berharga?

Karena proses belajar mengajar tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga pengalaman hidup yang membentuk kepribadian seseorang. Dari guru, teman, dan lingkungan sekolah, seseorang belajar tentang arti perjuangan, kerja keras, dan kebersamaan yang tak ternilai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.