Pendidikan Nasional Melompat Jauh di Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran

AKURAT.CO Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memaparkan berbagai capaian selama satu tahun masa pemerintahan Kabinet Merah Putih.
Dalam agenda Taklimat Media di Gedung Kemendikdasmen, Rabu (22/10/2025), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjelaskan sejumlah program strategis yang telah dijalankan.
Abdul Mu’ti menyampaikan, program Bantuan Revitalisasi Sekolah tahun 2025 memiliki anggaran Rp16,9 triliun dengan target 16.140 satuan pendidikan.
Saat ini, capaian fisiknya telah mencapai 98,7 persen atau setara 15.914 satuan pendidikan. Program tersebut dilaksanakan melalui sistem swakelola yang mampu menyerap hingga 400 ribu tenaga kerja di seluruh Indonesia.
“Sebelumnya target awal hanya 10.440 satuan pendidikan, namun capaian saat ini jauh melampaui target tersebut. Sebagian sudah berjalan bahkan ada yang selesai 100 persen,” ujarnya.
Salah satu program prioritas Presiden Prabowo adalah Digitalisasi Pembelajaran melalui distribusi perangkat Interactive Flat Panel (IFP).
Hingga kini, sebanyak 288.865 satuan pendidikan telah menerima perangkat digital, dengan 50.944 unit terdistribusi dan 42.624 unit sudah terinstal serta siap digunakan.
“IFP ini jauh lebih maju dibanding Smart TV. Di dalamnya sudah terpasang materi pembelajaran bawaan, bisa diunduh dari Rumah Pendidikan, dan dapat diperkaya dari berbagai sumber,” jelasnya.
Baca Juga: PDIP Apresiasi Langkah Presiden Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren: Peran Santri Sangat Penting
Abdul Mu’ti menuturkan, PIP telah menjangkau 10,98 juta siswa dari keluarga miskin atau rentan miskin berusia 6–21 tahun. Rinciannya: 6,6 juta siswa SD, 2,8 juta siswa SMP, 697 ribu siswa SMA, dan 854 ribu siswa SMK.
Kemendikdasmen juga melakukan terobosan besar dalam peningkatan kualifikasi dan kesejahteraan guru.
Sebanyak 12.500 guru yang belum bergelar D4 atau S1 menerima beasiswa Rp3 juta per semester melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Tahun depan, program ini akan diperluas untuk 150 ribu guru.
Selain itu, program Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun ini telah memenuhi target 600 ribu peserta dan akan meningkat menjadi lebih dari 808 ribu tahun depan.
Dalam hal kesejahteraan, tunjangan sertifikasi guru non-ASN kini ditetapkan sebesar Rp2 juta per bulan, sedangkan untuk guru ASN setara gaji pokok.
Tunjangan ini ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru. Sementara itu, insentif guru honorer naik dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan mulai tahun depan.
Abdul Mu’ti menyebutkan, pelatihan coding dan kecerdasan artifisial (AI) akan menjadi mata pelajaran pilihan di sekolah. Sebanyak 2.915 fasilitator nasional telah disiapkan untuk melatih 62.898 guru di 53.568 sekolah di seluruh Indonesia.
“Program ini dirancang agar pembelajaran coding dan AI dapat diajarkan secara bertahap dari SD hingga SMA/SMK,” jelasnya.
Mulai 2027, Bahasa Inggris akan menjadi pelajaran wajib sejak kelas 3 SD. Untuk itu, Kemendikdasmen menyiapkan pelatihan bagi guru agar siap mengajar bahasa Inggris di tingkat dasar.
Baca Juga: Kejagung Dalami Dugaan Korupsi Digitalisasi Pendidikan, Dua Saksi Diperiksa
Selain itu, penguatan karakter dilakukan melalui gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), yang kini telah dijalankan di 48 ribu sekolah dengan melibatkan 8,15 juta siswa.
“Pendekatan yang kami terapkan humanis dan menggembirakan, bukan sekadar humanis dan humoris,” kata Abdul Mu’ti.
Buku panduan 7KAIH telah diunduh 37.528 kali dan diverifikasi oleh 75 ribu sekolah.
Kemendikdasmen juga memastikan transparansi penggunaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) sebesar Rp33,08 triliun yang disalurkan kepada 415.129 satuan pendidikan melalui sistem digital ARKAS.
Dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional, seperti pembelian alat tulis, buku, bahan ajar, honor guru non-ASN, pemeliharaan fasilitas, serta penguatan digitalisasi sekolah.
“BOSP menjadi instrumen penting pemerataan kualitas pendidikan di lebih dari 415 ribu sekolah, mulai dari PAUD hingga SMK,” tegas Abdul Mu’ti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










