Menerapkan Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) pada Pembelajaran: Kunci Jawaban Modul 1 Topik 4 PPG

AKURAT.CO Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan kembali menghadirkan modul pembelajaran yang berfokus pada kompetensi pedagogik dan inovasi pengajaran. Salah satu topik penting yang dibahas dalam Modul 1 Topik 4 adalah “Menerapkan Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) pada Pembelajaran.”
Melalui modul ini, para guru diharapkan memahami bagaimana cara merancang pembelajaran yang menghargai latar belakang budaya peserta didik, serta mampu mengintegrasikannya ke dalam proses belajar mengajar sehari-hari.
Topik ini muncul di Platform Merdeka Mengajar (PMM), tempat para guru mengikuti pelatihan PPG Guru Tertentu Dalam Jabatan. Dalam latihan pemahaman Modul 1 Topik 4, terdapat 10 soal utama serta satu bagian refleksi yang menguji pemahaman tentang pendekatan CRT.
Bagi bapak/ibu guru yang sedang mencari referensi, berikut kunci jawaban Modul 1 Topik 4 PPG lengkap dengan penjelasan dan pembahasan yang relevan dengan konteks pembelajaran.
Apa Itu Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT)?
Sebelum masuk ke pembahasan soal, penting untuk memahami konsep dasarnya.
Culturally Responsive Teaching (CRT) adalah pendekatan pembelajaran yang menempatkan budaya peserta didik sebagai pusat dari proses belajar. Pendekatan ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang inklusif, relevan, dan bermakna.
Dikutip dari buku Kurikulum CRT Berbasis ESD: Teori dan Implementasinya di Sekolah Dasar karya Windiyani et al. (2025:7), penerapan CRT menjadi semakin penting di Indonesia karena sistem pendidikan modern sering kali mengadopsi nilai-nilai Barat tanpa mempertimbangkan karakteristik lokal. Dengan CRT, guru dapat mengaitkan materi pelajaran dengan nilai, tradisi, dan budaya yang dekat dengan kehidupan siswa.
Pendekatan ini juga disebutkan oleh Triyanto dkk (2025) dalam buku Penguatan Profil Pelajar Pancasila Melalui Pendekatan Cultural Responsive Teaching, sebagai metode yang membantu pembelajaran lebih adaptif terhadap keberagaman, sekaligus memperkuat nilai-nilai Pancasila di kelas.
Kunci Jawaban Modul 1 Topik 4 PPG: Menerapkan Pendekatan CRT pada Pembelajaran
Berikut daftar soal dan kunci jawaban resmi yang muncul di PMM, disertai beberapa versi jawaban yang juga ditemukan di sumber lain seperti Platform Ruang GTK.
1. Pembelajaran dengan pendekatan CRT dirancang dengan mengacu pada....
• latar belakang pendidikan peserta didik
• latar belakang keluarga peserta didik
• latar belakang pertemanan belajar peserta didik
• latar belakang budaya peserta didik
• latar belakang sekolah peserta didik
Kunci Jawaban: latar belakang budaya peserta didik
Pembahasan:
CRT menekankan pentingnya mempertimbangkan latar belakang budaya dalam perancangan pembelajaran. Dengan memahami budaya siswa, guru dapat menciptakan kegiatan belajar yang relevan dan membangun rasa memiliki dalam kelas.
2. Pembelajaran dengan pendekatan CRT mempertimbangkan komponen berikut sebagai alat pembelajaran yang lebih baik, kecuali....
• kebiasaan
• karakter
• pengalaman
• perspektif
• prestasi
Kunci Jawaban: prestasi
Pembahasan:
Pendekatan CRT tidak menilai siswa hanya dari capaian akademik atau prestasi, tetapi dari bagaimana mereka membawa nilai dan kebiasaan budaya ke dalam proses belajar. Prestasi tidak menjadi indikator utama dalam CRT.
3. Komponen pembelajaran yang dapat melewatkan pertimbangan latar belakang budaya peserta didik adalah....
• tujuan pembelajaran
• materi ajar
• kegiatan pembelajaran
• sumber pembelajaran
• media pembelajaran
Kunci Jawaban: tujuan pembelajaran
Pembahasan:
Tujuan pembelajaran biasanya bersifat umum dan mengacu pada kurikulum nasional, sehingga tidak selalu mempertimbangkan aspek budaya secara spesifik. Namun, pada tahap implementasi, unsur budaya tetap bisa diintegrasikan dalam kegiatan belajar.
4. Guru perlu memiliki kesadaran multikultural yang kritis untuk....
• menguji nilai budaya secara objektif
• menguji kepercayaan secara objektif
• memberikan kepekaan yang lebih besar terhadap sejarah
• mengembangkan keterampilan interpersonal yang baik
• semua benar
Kunci Jawaban: semua benar
Pembahasan:
Kesadaran multikultural sangat penting agar guru mampu mengakomodasi perbedaan dan keberagaman di dalam kelas. Guru yang memahami konteks budaya akan lebih sensitif dalam menyusun materi dan strategi pembelajaran.
5. Manfaat dari pembelajaran dengan pendekatan CRT adalah, kecuali....
• Meningkatkan motivasi belajar peserta didik
• Meningkatkan keterlibatan peserta didik
• Meningkatkan keterampilan sosial dan emosional peserta didik
• Meningkatkan kepuasan peserta didik dan guru
• Meningkatkan kehadiran peserta didik di sekolah
Kunci Jawaban: Meningkatkan kehadiran peserta didik di sekolah
Pembahasan:
Meskipun pendekatan CRT dapat berdampak positif terhadap semangat belajar, peningkatan kehadiran siswa tidak secara langsung menjadi indikator keberhasilan dari pendekatan ini.
6. Salah satu tahapan pembelajaran dengan pendekatan CRT adalah identitas pendidik. Pada tahapan ini diharapkan....
• peserta didik diajak untuk mengenal identitas budaya orang lain dan mengambil maknanya
• peserta didik diajak untuk mengenal identitas budaya orang lain dan mengaitkannya dengan budayanya sendiri
• peserta didik diajak untuk mengenal identitas budaya orang lain dan merefleksikan hal tersebut dengan karakter dirinya
• peserta didik diajak untuk mengenal identitas budayanya sendiri yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan
• peserta didik diajak untuk mengenal identitas budayanya sendiri yang berkaitan dengan budaya negaranya
Kunci Jawaban: peserta didik diajak untuk mengenal identitas budayanya sendiri yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan
Pembahasan:
Tahapan ini menekankan kesadaran diri siswa terhadap budaya asalnya, sehingga mereka mampu memahami materi pelajaran melalui sudut pandang yang lebih dekat dengan realitas kehidupan mereka.
7. Pada suatu pertemuan, peserta didik Pak Widi sangat antusias ketika membandingkan hasil diskusi terkait budaya dengan topik yang sedang mereka pelajari. Namun, Pak Widi pun menyadari bahwa beliau perlu mengambil peranan dalam diskusi tersebut agar pembelajaran tetap pada jalurnya. Dalam hal ini Pak Widi dapat berperan sebagai....
• motivator
• fasilitator
• pendamping
• instruktur
• pengambil kesimpulan
Kunci Jawaban: fasilitator
Pembahasan:
Dalam CRT, guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan diskusi tanpa mendominasi. Guru membantu peserta didik menemukan makna dari pengalaman belajar yang terkait dengan budaya mereka.
8. Pak Rafi sedang melakukan pembelajaran dengan pendekatan CRT di kelasnya. Peserta didiknya kebingungan mencari benang merah antara materi yang sedang dipelajarinya dengan budayanya. Hal yang dapat dilakukan Pak Rafi adalah....
• Meminta para peserta didik untuk saling berkolaborasi dan mencari informasi dari berbagai sumber
• Meminta para peserta didik untuk berusaha memecahkan permasalahan tersebut sebisanya
• Meminta para peserta didik untuk mencari jawaban pada buku teks
• Meminta para peserta didik untuk mencari jawaban pada warga sekolah melalui wawancara
• Meminta para peserta didik untuk berdiskusi dan bila masalah belum terpecahkan langsung diberikan solusinya
Kunci Jawaban: Meminta para peserta didik untuk saling berkolaborasi dan mencari informasi dari berbagai sumber
Pembahasan:
Kolaborasi merupakan inti dari pembelajaran berbasis budaya. Guru membantu siswa membangun pemahaman bersama dengan memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan dari berbagai latar belakang.
9. Daffa adalah seorang peserta didik asal Kalimantan yang pindah ke Bandung. Teman-temannya mayoritas bersuku Sunda. Daffa mengalami kesulitan beradaptasi karena perbedaan budaya. Berikut ini hal yang dapat diprioritaskan guru untuk membantu Daffa, kecuali....
• menciptakan hubungan yang saling menghargai antara sesama peserta didik apapun kondisi latar belakang mereka
• memberikan sikap yang ramah untuk membuat ia merasa nyaman
• memberikan sambutan yang baik dari sesama peserta didik maupun guru
• memberikan motivasi agar ia tidak merasa rendah diri di hadapan teman-temannya
• memberikan kelas tambahan bahasa daerah secara gratis agar ia dapat meningkatkan kemampuan akademiknya
Kunci Jawaban: memberikan kelas tambahan bahasa daerah secara gratis agar ia dapat meningkatkan kemampuan akademiknya
Pembahasan:
Pendekatan CRT tidak menekankan penyesuaian siswa terhadap budaya lokal secara paksa, melainkan menciptakan lingkungan yang menghargai keberagaman budaya tanpa diskriminasi.
10. Cerita Reflektif
Pertanyaan:
Bapak/Ibu Guru, sebelum mengakhiri pembelajaran pada modul ini, refleksikan apa yang sudah Bapak/Ibu Guru pelajari pada topik IV. Ceritakan apa inspirasi yang Bapak/Ibu Guru dapatkan setelah mempelajari topik ini?
Referensi Jawaban:
Setelah mempelajari topik tentang Menerapkan Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam Pembelajaran, saya mendapatkan inspirasi tentang pentingnya memahami dan menghargai keberagaman budaya peserta didik di kelas. Pendekatan ini menekankan bahwa setiap siswa datang dengan latar belakang, nilai, dan pengalaman berbeda yang perlu dihargai serta diintegrasikan dalam proses belajar-mengajar.
Guru yang menerapkan prinsip Culturally Responsive Teaching akan berupaya menghadirkan materi pembelajaran yang merepresentasikan berbagai sudut pandang budaya. Selain itu, guru juga berperan menciptakan suasana kelas yang inklusif, terbuka, dan saling menghormati antarbudaya.
Pendekatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar siswa, tetapi juga menumbuhkan motivasi, keterlibatan aktif, serta rasa percaya diri karena mereka merasa identitas budayanya diakui. Melalui Culturally Responsive Teaching, guru dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial dan emosional, membangun empati, serta meningkatkan kepuasan belajar baik bagi siswa maupun guru itu sendiri.
Alternatif Jawaban 1:
Inspirasi yang saya peroleh setelah mempelajari topik ini adalah pentingnya menerapkan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam kegiatan belajar. Pendekatan ini membantu guru memahami dan memanfaatkan kebiasaan, karakter, serta latar belakang budaya siswa sebagai bagian dari proses pembelajaran agar lebih bermakna dan relevan bagi mereka.
Alternatif Jawaban 2:
Culturally Responsive Teaching (CRT) merupakan salah satu strategi pembelajaran yang selaras dengan arah kurikulum modern karena menempatkan keberagaman budaya sebagai kekuatan belajar. Sayangnya, masih banyak guru yang belum memahami bahwa CRT sebenarnya merupakan metode yang dapat memudahkan proses pengajaran sekaligus meningkatkan efektivitas pembelajaran di kelas yang heterogen.
Mengapa Guru Perlu Menerapkan Pendekatan CRT?
Pendekatan ini bukan hanya sebatas teori, melainkan kunci untuk membangun kelas yang inklusif dan humanis. Dengan CRT, guru tidak sekadar mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter siswa agar menghargai perbedaan dan memahami keberagaman budaya Indonesia.
Implementasi CRT terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan aktif siswa, serta interaksi positif di lingkungan sekolah. Guru juga lebih mudah mengaitkan pelajaran dengan kehidupan nyata siswa, sehingga pembelajaran terasa lebih kontekstual dan bermakna.
Penutup
Melalui Modul 1 Topik 4 PPG, guru diajak untuk memahami dan menerapkan Culturally Responsive Teaching sebagai bagian penting dari transformasi pendidikan di Indonesia. Dengan memahami latar belakang budaya siswa, guru dapat menciptakan ruang belajar yang inklusif, adil, dan menghargai keberagaman.
Kalau kamu ingin terus mengikuti pembaruan seputar PPG dan modul pembelajaran terbaru, pantau terus berita dan panduan lengkapnya di AKURAT.CO.
Baca Juga: Contoh Jawaban Refleksi Guru PMM: Apa Inspirasi Menarik yang Anda Peroleh dari Kegiatan?
FAQ
1. Apa itu Culturally Responsive Teaching (CRT)?
Culturally Responsive Teaching (CRT) adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pengakuan dan penghargaan terhadap keragaman budaya siswa. Pendekatan ini mendorong guru untuk menyesuaikan strategi mengajar dengan latar belakang, pengalaman, dan nilai-nilai budaya peserta didik.
2. Mengapa Culturally Responsive Teaching penting diterapkan di kelas?
CRT penting karena setiap siswa memiliki identitas budaya yang unik. Dengan mengintegrasikan nilai dan pengalaman budaya ke dalam pembelajaran, guru dapat menciptakan suasana belajar yang inklusif, menghargai perbedaan, serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa.
3. Apa manfaat menerapkan pendekatan Culturally Responsive Teaching bagi siswa?
Beberapa manfaat penerapan CRT bagi siswa antara lain:
-
Meningkatkan semangat dan motivasi belajar.
-
Menumbuhkan rasa percaya diri karena identitas budayanya diakui.
-
Memperkuat kemampuan sosial dan emosional melalui sikap saling menghargai.
-
Membantu siswa berpartisipasi lebih aktif dalam proses belajar.
4. Bagaimana guru dapat menerapkan Culturally Responsive Teaching dalam pembelajaran?
Guru dapat mempraktikkan CRT dengan cara:
-
Memasukkan berbagai perspektif budaya dalam materi ajar.
-
Menciptakan lingkungan kelas yang terbuka, aman, dan saling menghormati.
-
Menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar siswa dari berbagai latar belakang.
-
Menyertakan contoh, cerita, dan konteks lokal yang dekat dengan kehidupan siswa.
5. Apa inspirasi yang dapat diperoleh guru dari mempelajari topik Culturally Responsive Teaching?
Inspirasi utamanya adalah bahwa keberagaman di kelas bukan tantangan, melainkan kekuatan. Dengan memahami CRT, guru belajar untuk menjadikan budaya dan pengalaman siswa sebagai sumber belajar yang berharga, sehingga proses pendidikan menjadi lebih inklusif, relevan, dan berdampak positif bagi semua peserta didik.
6. Apakah Culturally Responsive Teaching selaras dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia?
Ya. Prinsip-prinsip CRT sangat sesuai dengan arah kurikulum nasional yang menekankan pada pembelajaran berdiferensiasi, penguatan karakter, serta pembelajaran yang berpihak pada peserta didik. Pendekatan ini juga mendukung pengembangan Profil Pelajar Pancasila.
7. Apa tantangan yang mungkin dihadapi guru saat menerapkan CRT?
Beberapa tantangan yang umum dihadapi antara lain:
-
Kurangnya pemahaman guru terhadap budaya siswa.
-
Keterbatasan sumber belajar yang beragam secara budaya.
-
Resistensi terhadap perubahan pendekatan mengajar yang sudah lama digunakan.
Namun, dengan pelatihan, refleksi, dan keterbukaan terhadap keberagaman, guru dapat mengatasi tantangan ini secara bertahap.
8. Bagaimana dampak penerapan CRT terhadap hubungan antara guru dan siswa?
Penerapan CRT dapat memperkuat hubungan guru dan siswa karena tercipta rasa saling menghargai, empati, dan keterbukaan. Siswa merasa diterima dan dihargai, sementara guru memperoleh pemahaman lebih dalam tentang karakter dan potensi setiap peserta didik.
9. Apakah pendekatan Culturally Responsive Teaching dapat diterapkan di semua jenjang pendidikan?
Ya, prinsip CRT dapat diterapkan mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Meskipun penerapannya berbeda sesuai usia dan konteks siswa, nilai utama CRT—yakni menghormati dan mengintegrasikan keberagaman—tetap relevan di semua level pendidikan.
10. Apa pesan reflektif utama dari topik ini bagi guru?
Pesan utama bagi guru adalah untuk selalu terbuka terhadap perbedaan dan menjadikan keberagaman sebagai bagian dari strategi pembelajaran. Guru yang responsif terhadap budaya tidak hanya mengajar pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai toleransi, empati, dan rasa saling menghormati di kelas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









