Akurat

Contoh Jawaban 'Bagaimana Kesadaran Guru Ketika Berefleksi?' di Modul PMM

Naufal Lanten | 11 Oktober 2025, 20:26 WIB
Contoh Jawaban 'Bagaimana Kesadaran Guru Ketika Berefleksi?' di Modul PMM

 

AKURAT.CO Bagaimana kesadaran guru ketika berefleksi? Pertanyaan tersebut muncul dalam salah satu Modul Kurikulum Merdeka di Platform Merdeka Mengajar. Salah satu bagian penting dalam modul tersebut adalah proses refleksi guru. Di tahap ini, guru diminta untuk melakukan evaluasi diri terhadap tantangan dan keberhasilan selama proses pembelajaran.

Pertanyaan tersebut bukan sekadar formalitas. Melalui jawaban yang diberikan, kepala sekolah dapat menilai sejauh mana guru memahami sumber tantangan yang dihadapi dan bagaimana kesadaran tersebut berdampak pada kualitas pembelajaran.


Apa yang Dimaksud dengan Kesadaran Guru Saat Berefleksi?

Refleksi dalam konteks pendidikan berarti kemampuan guru untuk melihat kembali proses pembelajaran yang telah dilakukan—baik dari sisi keberhasilan maupun kendala yang muncul. Menurut Prof. DR. H. Wina Sanjaya, M.Pd (2016:70) dalam buku Penelitian Tindakan Kelas, refleksi merupakan aktivitas untuk meninjau kembali berbagai kekurangan selama pelaksanaan tindakan mengajar.

Dengan refleksi, guru dapat memahami hal-hal apa saja yang bisa diperbaiki serta langkah-langkah yang perlu diambil agar pembelajaran berikutnya menjadi lebih efektif. Proses ini juga membantu guru mengenali apakah tantangan yang dihadapi berasal dari faktor eksternal atau dari dalam diri sendiri.


Soal: “Bagaimana Kesadaran Guru Ketika Berefleksi?”

Pertanyaan ini biasanya muncul di akhir modul PMM dan harus diisi oleh kepala sekolah dalam bentuk catatan atau penilaian singkat.

Kepala sekolah akan menilai kesadaran guru dengan memilih salah satu dari tiga opsi berikut:

  1. Sadar tantangan dan penyebabnya berada di luar kendali diri.
    (Apabila guru menjelaskan bahwa tantangan disebabkan oleh faktor eksternal seperti sarana prasarana, anggaran, koneksi internet, dan lain-lain.)

  2. Sadar tantangan dan penyebabnya berada di dalam kendali diri.
    (Jika guru menyebutkan penyebab tantangan berasal dari kemampuan atau keterbatasan dirinya.)

  3. Sadar tantangan dan penyebabnya berada di dalam kendali diri serta dampaknya.
    (Jika guru menyadari keterbatasan dirinya dan menjelaskan dampaknya terhadap kualitas pembelajaran berdasarkan data, bukti, atau hasil rapor siswa.)


Penjelasan dan Contoh Catatan Kepala Sekolah

Setelah memilih salah satu opsi di atas, kepala sekolah perlu menuliskan catatan evaluatif secara singkat namun jelas. Berikut contoh penjabaran dari masing-masing pilihan:

1. Sadar Tantangan dan Penyebabnya Berada di Luar Kendali Diri

Kesadaran seperti ini menunjukkan bahwa guru memahami tantangan yang dihadapi bersumber dari hal-hal eksternal. Misalnya, keterbatasan fasilitas, anggaran, atau jaringan internet yang menghambat proses belajar mengajar.

Contoh catatan kepala sekolah:

“Guru menyadari berbagai tantangan dalam mengajar berasal dari faktor eksternal seperti sarana prasarana hingga faktor internal seperti kemampuan pribadi. Guru juga memahami dampak tantangan tersebut terhadap hasil belajar siswa berdasarkan data rapor pendidikan. Kepala sekolah bertugas mendorong guru untuk terus meningkatkan kesadaran terhadap tantangan dan berupaya menjadi pendidik yang lebih efektif.”

Kesadaran ini penting karena meskipun hambatan berasal dari luar kendali, guru tetap memiliki tanggung jawab moral untuk mencari solusi dan beradaptasi.


2. Sadar Tantangan dan Penyebabnya Berada di Dalam Kendali Diri

Jika guru mengakui bahwa penyebab tantangan berasal dari dirinya sendiri—seperti keterbatasan kemampuan, manajemen waktu, atau metode pembelajaran—maka ia menunjukkan refleksi yang baik dan tanggung jawab profesional yang tinggi.

Contoh catatan kepala sekolah:

“Guru telah menjelaskan penyebab tantangan berasal dari kemampuan atau keterbatasan dirinya, bukan dari faktor eksternal. Penting bagi setiap guru untuk mengakui kekuatan dan kelemahan masing-masing. Dengan meningkatkan kesadaran akan diri sendiri, kita dapat menjadi guru yang lebih efektif dan mampu menghadapi berbagai tantangan ketika melaksanakan pembelajaran di kelas.”

Refleksi seperti ini menjadi titik awal pengembangan diri yang berkelanjutan. Guru yang sadar akan kekurangannya biasanya akan lebih terbuka terhadap pelatihan, umpan balik, dan inovasi pembelajaran.


3. Sadar Tantangan dan Penyebabnya Berada di Dalam Kendali Diri serta Dampaknya

Ini adalah tingkat refleksi tertinggi. Guru tidak hanya mengenali penyebab tantangan dari dirinya, tetapi juga memahami bagaimana hal itu berdampak langsung terhadap proses dan hasil belajar siswa.

Contoh catatan kepala sekolah:

“Guru telah menjelaskan bahwa tantangan berasal dari keterbatasan dirinya dan dampaknya pada rapor pendidikan siswa. Kesadaran seperti ini menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Tidak semua hambatan berasal dari luar; terkadang keterbatasan diri dalam menyampaikan materi atau mengelola kelas menjadi penyebab utama. Dengan terus belajar dan mengembangkan diri, guru dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa. Terima kasih atas usaha dan komitmen Anda dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.”

Kesadaran seperti ini mencerminkan kematangan profesional dan kesiapan guru dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui refleksi berbasis data dan tindakan nyata.


Mengapa Refleksi Penting dalam Pengembangan Guru?

Refleksi bukan hanya rutinitas administratif, tetapi bagian dari pembelajaran profesional guru. Melalui refleksi, guru dapat:

  • Menilai efektivitas metode mengajar yang telah digunakan.

  • Mengenali faktor penghambat dan pendukung pembelajaran.

  • Mengembangkan strategi baru untuk meningkatkan keterlibatan siswa.

  • Memahami dampak tindakan mengajar terhadap hasil belajar siswa.

Selain itu, refleksi juga mendorong guru untuk lebih terbuka terhadap masukan dari rekan sejawat, kepala sekolah, maupun peserta didik. Guru yang reflektif biasanya lebih adaptif terhadap perubahan kurikulum dan perkembangan teknologi pendidikan.


Kesimpulan

Pertanyaan “Bagaimana kesadaran guru ketika berefleksi?” di Platform Merdeka Mengajar (PMM) bertujuan untuk melihat sejauh mana guru mampu mengenali dan menganalisis tantangan dalam proses belajar mengajar.

Kepala sekolah memiliki peran penting untuk memberikan catatan reflektif yang tidak hanya menilai, tetapi juga memotivasi guru agar terus berkembang.

Dengan refleksi yang mendalam, guru dapat memperkuat kesadaran diri, meningkatkan profesionalisme, serta menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa.

Kalau kamu tertarik mengikuti perkembangan seputar Platform Merdeka Mengajar, tips refleksi guru, dan panduan modul PMM terbaru, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Apa Tanggung Jawab Guru kepada Profesi Sesuai Permendikbudristek No. 67 Tahun 2024? Ini Penjelasan Lengkapnya

Baca Juga: Bagaimana Kita Dapat Membuat Lingkungan Sekolah Menjadi Lebih Sejahtera? Kunci Jawaban Cerita Reflektif Modul 2 PPG

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan kesadaran guru ketika berefleksi?

Kesadaran guru ketika berefleksi adalah kemampuan seorang guru untuk meninjau kembali proses pembelajaran yang telah dilakukan, mengidentifikasi tantangan, serta memahami apakah penyebabnya berasal dari faktor internal (dalam diri) atau eksternal (di luar kendali). Tujuannya agar guru dapat memperbaiki kualitas mengajar secara berkelanjutan.


2. Mengapa refleksi penting bagi guru di Platform Merdeka Mengajar (PMM)?

Refleksi membantu guru mengenali kekuatan dan kelemahan dalam praktik mengajar. Di PMM, refleksi menjadi bagian dari proses pengembangan profesional agar guru dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan memberikan dampak positif bagi hasil belajar siswa.


3. Apa saja opsi jawaban dalam soal “Bagaimana kesadaran guru ketika berefleksi?” di PMM?

Ada tiga pilihan jawaban yang disediakan untuk kepala sekolah dalam menilai refleksi guru:

  1. Sadar tantangan dan penyebabnya berada di luar kendali diri.

  2. Sadar tantangan dan penyebabnya berada di dalam kendali diri.

  3. Sadar tantangan dan penyebabnya berada di dalam kendali diri serta dampaknya.


4. Siapa yang menuliskan catatan pada refleksi guru di PMM?

Catatan refleksi ditulis oleh kepala sekolah setelah guru menyelesaikan isian refleksi di modul PMM. Catatan ini berfungsi sebagai evaluasi, dorongan, dan penilaian terhadap kesadaran guru dalam memperbaiki kualitas pembelajaran.


5. Bagaimana contoh catatan kepala sekolah untuk refleksi guru di PMM?

Berikut salah satu contoh catatan:

“Guru telah menjelaskan bahwa tantangan berasal dari keterbatasan dirinya dan dampaknya pada rapor pendidikan siswa. Kesadaran seperti ini menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.”
Catatan seperti ini bersifat reflektif, memotivasi, dan memberikan arah pengembangan bagi guru.


6. Apa perbedaan antara kesadaran faktor internal dan eksternal dalam refleksi guru?

  • Faktor internal berkaitan dengan kemampuan, keterampilan, atau sikap guru itu sendiri.

  • Faktor eksternal mencakup hal-hal di luar kendali guru, seperti keterbatasan fasilitas, jaringan internet, atau kebijakan sekolah.
    Membedakan keduanya membantu kepala sekolah dan guru menentukan langkah perbaikan yang paling tepat.


7. Apa manfaat melakukan refleksi bagi guru dan kepala sekolah?

Refleksi membantu guru meningkatkan efektivitas mengajar, memperkuat kesadaran diri, serta memahami dampak pembelajaran terhadap siswa. Bagi kepala sekolah, refleksi menjadi alat evaluasi untuk mengarahkan peningkatan mutu pendidikan di sekolah.


8. Apakah hasil refleksi guru di PMM memengaruhi penilaian kinerja?

Ya. Hasil refleksi dapat menjadi bagian dari evaluasi kinerja guru karena menunjukkan tingkat kesadaran profesional, kemampuan menganalisis tantangan, serta komitmen terhadap pengembangan diri dan pembelajaran siswa.


9. Bagaimana cara menulis refleksi guru yang baik di PMM?

Tulislah dengan jujur, fokus pada pengalaman nyata di kelas, sebutkan tantangan yang dihadapi, dan uraikan penyebabnya. Jika memungkinkan, tambahkan data atau bukti nyata dari hasil belajar siswa untuk memperkuat refleksi.


10. Di mana guru bisa melihat hasil refleksi atau catatan kepala sekolah di PMM?

Guru dapat melihat hasil refleksi dan catatan kepala sekolah langsung melalui akun mereka di Platform Merdeka Mengajar, pada bagian modul atau aktivitas refleksi yang telah diselesaikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.