Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 66 Kurikulum Merdeka: Informasi Cerpen Sejarah!

AKURAT.CO Inilah kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 11 halaman 66 Kurikulum Merdeka yang bisa dijadikan acuan siswa dalam proses belajar memahami materi cerita pendek (cerpen).
Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 halaman 66 Kurikulum Merdeka yaitu membahas Kegiatan 1: Informasi Cerpen Sejarah.
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia kelas 11 halaman 66 terdapat pada Buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas 11 Semester 1 Kurikulum Merdeka untuk SMA/SMK, Bab 3 Menggali Nilai Sejarah Bangsa lewat Cerita Pendek.
Ada baiknya kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 11 halaman 66 ini dimanfaatkan oleh guru atau orang tua untuk mengoreksi jawaban siswa, yang sebelumnya sudah diselesaikan secara mandiri.
Baca Juga: 30 Contoh Soal Simulasi TKA SD Terbaru, Lengkap dengan Kunci Jawaban
Berikut ini kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 11 halaman 66 Kurikulum Merdeka terbaru yang perlu kamu pahami secara lengkap.
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 66
- Siapakah yang membuat Jalan Daendels?
- Apa tujuan dan bagaimana proses pembangunan jalan tersebut?
Jawaban:
Jalan Daendels dibangun oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels pada masa pemerintahannya tahun 1808-1811 dengan tujuan memperkuat pertahanan Belanda dari serangan Inggris, memperlancar komunikasi, serta memudahkan pengangkutan hasil bumi dari Anyer di Banten sampai Panarukan di Jawa Timur. Pembangunannya dilakukan dengan sistem kerja paksa (rodi), sehingga banyak rakyat yang menderita bahkan meninggal dunia selama proses pengerjaan jalan sepanjang lebih dari 1.000 km tersebut.
Baca Juga: Kunci Jawaban PPG Modul 2 PSE Topik 2 Mengenai 3 Kategori Empati
2. Siapa yang mempelopori pemberontakan PKI 1948?
- Siapa yang mempelopori pemberontakan PKI 1948?
- Apa alasan yang menyertainya sehingga mereka mengadakan pemberontakan terhadap pemerintah Republik Indonesia?
- Bagaimana hasil dari pemberontakan tersebut?
Jawaban:
Pemberontakan PKI 1948 dipelopori oleh Musso bersama tokoh komunis lain seperti Amir Syarifuddin. Alasan pemberontakan ini adalah karena PKI ingin mengganti ideologi negara Republik Indonesia dengan komunisme serta menentang kebijakan pemerintah yang dianggap tidak sesuai dengan garis perjuangan mereka. Pemberontakan berlangsung di Madiun pada September 1948, tetapi berhasil ditumpas oleh pemerintah melalui TNI; Musso tewas tertembak dan banyak tokoh PKI ditangkap, sehingga pemberontakan berakhir dengan kegagalan.
3. Agresi Belanda II atas Yogyakarta
- Mengapa Belanda menyerang Yogyakarta? Bagaimana hasil serangan tersebut?
- Bagaimana antisipasi atau tindakan pemerintah, tentara Nasional Indonesia (TNI), serta rakyat Indonesia terhadap serangan tersebut?
Jawaban:
Belanda menyerang Yogyakarta pada 19 Desember 1948 karena tidak mengakui kedaulatan Republik Indonesia dan ingin menghancurkan pusat pemerintahan RI yang saat itu berkedudukan di Yogyakarta. Serangan tersebut berhasil menduduki kota dan menawan para pemimpin bangsa, termasuk Soekarno dan Hatta, namun pemerintahan RI tidak runtuh. Sebagai antisipasi, TNI melaksanakan perang gerilya yang dipimpin Jenderal Sudirman, sementara rakyat memberikan dukungan logistik dan perlindungan, sehingga perjuangan terus berlanjut dan menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Republik Indonesia tetap ada dan berdaulat.
4. Konferensi Meja BundarA
- Apa yang dimaksud dengan Konferensi Meja Bundar?
- Mengapa konferensi ini begitu penting bagi Indonesia?
Jawaban:
Konferensi Meja Bundar adalah perundingan antara Indonesia, Belanda, dan BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg) yang diselenggarakan di Den Haag, Belanda, pada 23 Agustus-2 November 1949. Konferensi ini penting bagi Indonesia karena menghasilkan pengakuan kedaulatan secara penuh dari Belanda kepada Republik Indonesia Serikat (RIS) pada 27 Desember 1949, sehingga perjuangan diplomasi Indonesia untuk meraih kemerdekaan diakui secara sah oleh dunia internasional.
5. Pemberontakan DI/ TII 1949
- Siapa yang mempelopori pemberontakan DI/ TII 1949, apa alasan yang menyertainya sehingga mereka mengadakan pemberontakan terhadap pemerintah Republik Indonesia?
- Bagaimana keadaan setelah pemberontakan tersebut?
Jawaban:
Pemberontakan DI/TII 1949 dipimpin oleh SM Kartosuwiryo dengan tujuan mendirikan Negara Islam Indonesia. Pemberontakan terjadi karena ketidakpuasan terhadap pemerintah Republik Indonesia. Akhirnya, gerakan ini berhasil dipadamkan oleh TNI, dan Kartosuwiryo ditangkap tahun 1962 sehingga pemberontakan berakhir.
Itulah kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 11 halaman 66 Kurikulum Merdeka yang bisa dijadikan referensi belajar dan mengoreksi jawaban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







