Akurat

Daftar Jurusan Paling Banyak Lolos Beasiswa LPDP 2025, Plus Strategi Ampuh Agar Peluang Lebih Besar!

Kosim Rahman | 2 Oktober 2025, 13:30 WIB
Daftar Jurusan Paling Banyak Lolos Beasiswa LPDP 2025, Plus Strategi Ampuh Agar Peluang Lebih Besar!

AKURAT.CO Daftar jurusan yang paling banyak lolos Beasiswa LPDP 2025 menjadi rujukan utama bagi calon pendaftar yang ingin mengoptimalkan peluang seleksi.

Dengan memahami jurusan prioritas dan strategi tepat, kesempatanmu untuk lolos bisa meningkat signifikan.

LPDP tidak membuka dana beasiswa secara acak, mereka mengutamakan jurusan yang selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Jurusan-jurusan yang dianggap strategis sering memperoleh alokasi lebih besar dalam seleksi beasiswa.

Dengan mengetahui daftar jurusan yang paling banyak lolos Beasiswa LPDP 2025, calon pendaftar dapat memilih prodi yang tidak hanya sesuai minat, tetapi juga memiliki peluang lebih besar di mata panitia.

Jurusan Prioritas LPDP Tahun 2025

Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa jurusan yang dijadikan prioritas oleh LPDP di tahun 2025:

Baca Juga: Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Beasiswa LPDP 2025 Tahap 2 yang Diumumkan Hari Ini

1. Pendidikan (misalnya teknologi pendidikan, manajemen pendidikan)

2. Kesehatan & Ilmu Kesehatan (kedokteran, kesehatan masyarakat, bioteknologi medis)

3. Teknologi dan Inovasi / STEM (data science, AI, keamanan siber, teknik)

4. Pertanian & Pangan (teknologi pangan, agronomi, agribisnis)

5. Energi & Lingkungan (teknik lingkungan, energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam)

6. Maritim & Kelautan (ilmu kelautan, teknologi perkapalan)

7. Ilmu Sosial & Humaniora (kebijakan publik, komunikasi, hukum)

Jurusan-jurusan ini muncul konsisten dari daftar prioritas yang disebarkan portal pendidikan dan situs beasiswa sebagai prodi unggulan dalam seleksi LPDP.

Alasan Jurusan-Jurusan Tersebut Sangat Diminati

  • Mereka mendukung program pembangunan nasional seperti kesehatan, pendidikan, energi bersih, ketahanan pangan, dan transformasi digital.
  • Jurusan-jurusan tersebut cenderung memiliki relevansi riset tinggi dan kontribusi terukur terhadap pembangunan Indonesia, yang menjadi nilai tambah di mata LPDP.
  • Persaingan di jurusan non-prioritas kemungkinan lebih tinggi tanpa dukungan kuota khusus atau preferensi.

Strategi Ampuh Agar Peluangmu Lebih Besar

Supaya kamu bisa memilih jurusan yang ideal sekaligus memaksimalkan peluang lolos, berikut strategi jitu:

1. Pilih jurusan dari daftar jurusan yang paling banyak lolos Beasiswa LPDP 2025, namun tetap sesuai kemampuan dan passion.

Baca Juga: Menpora dan LPDP Bahas Percepatan Program Beasiswa Keolahragaan

2. Tunjukkan keselarasan antara rencana studi dan kontribusi ke Tanah Air — proposal penelitian harus relevan dengan isu nasional.

3. Bangun portofolio riset atau pengalaman nyata — publikasi, proyek inovatif lembaga, kerja lapangan, dsb.

4. Ambil pilihan jurusan primer + alternatif dari daftar prioritas, agar peluang tetap terbuka.

5. Fokus pada jurusan yang kurang pesaing dalam jalur tertentu, misalnya prodi khusus di rumpun besar.

6. Optimalkan kualitas dokumen pendukung: transkrip, surat rekomendasi, SOP, dan argumen kuat mengapa jurusanmu harus diprioritaskan.

Tantangan dan Catatan Penting

  • Meski jurusan prioritas, tidak otomatis lolos, semua kandidat tetap dinilai secara ketat.
  • Beberapa subjurusan dalam bidang besar bisa punya persaingan tinggi.
  • Kebijakan LPDP dapat berubah tiap tahun mengikuti kebutuhan nasional atau arah strategi pemerintah.

Baca Juga: Beasiswa Indonesia Bangkit VS LPDP, Mana yang Lebih Transparan dan Akuntabel?

Dengan memahami daftar jurusan yang paling banyak lolos Beasiswa LPDP 2025 dan menerapkan strategi ampuh di atas, kamu punya peluang lebih baik untuk meraih beasiswa impian.

Ingat bahwa memilih jurusan unggulan adalah langkah awal, tetapi persiapan matang dan bukti kontribusi nyata akan menjadi penentu akhir. Selamat merencanakan!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.