Akurat

5 Ide Proyek Seru Project Based Learning untuk Anak SD

Eko Krisyanto | 24 September 2025, 00:00 WIB
5 Ide Proyek Seru Project Based Learning untuk Anak SD

AKURAT.CO Selama ini, pembelajaran di Sekolah Dasar sering lekat dengan metode ceramah dan hafalan. Padahal, anak-anak usia SD sedang berada di fase emas untuk dilatih berpikir kritis, kreatif, dan terbiasa bekerja sama.

Salah satu pendekatan yang makin populer adalah Project Based Learning (PjBL), yang kini juga diintegrasikan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Kurikulum Merdeka.

Melalui PjBL, siswa tidak hanya duduk mendengarkan guru, tapi aktif terlibat menyelesaikan masalah nyata lewat sebuah proyek yang seru, menantang, sekaligus bermanfaat.

Apa Itu Project Based Learning?

Project Based Learning (PjBL) adalah model pembelajaran yang mengajak siswa belajar sambil mengerjakan proyek nyata.

Hasil akhirnya bisa beragam, mulai dari karya seni, laporan, produk kreatif, hingga kampanye sosial.

Intinya, siswa tidak hanya tahu teori, tapi juga bisa langsung mempraktikkannya.

Manfaat Project Based Learning untuk Siswa SD

Kenapa PjBL penting untuk anak usia SD? Ini beberapa manfaat utamanya:

Baca Juga: Sukses Jadi Kapten Persib saat Kalahkan Arema, Beckham Putra Bersiap untuk Persita dan Bangkok United

  • Belajar lebih menyenangkan

    Anak jadi lebih termotivasi, bersemangat menyelesaikan proyek meski harus bekerja ekstra.

  • Mengasah kemampuan berpikir kritis

    Proyek menantang siswa mencari solusi, menganalisis masalah, dan membuat keputusan.

  • Mendorong kerja sama tim

    Kolaborasi dalam kelompok melatih komunikasi, berbagi ide, dan menghargai pendapat orang lain.

  • Melatih manajemen waktu & sumber daya

    Anak belajar mengatur jadwal, membagi tugas, hingga memanfaatkan bahan yang ada secara efektif.

Tahapan Project Based Learning di SD

PjBL tidak bisa asal jalan. Ada beberapa tahapan penting:

  1. Perencanaan – Guru dan siswa merancang tujuan, langkah kerja, dan pembagian peran.

  2. Pelaksanaan – Proyek dijalankan sesuai rencana, baik individu maupun kelompok.

  3. Presentasi – Hasil proyek dipamerkan kepada guru, teman, atau bahkan orang tua.

  4. Evaluasi – Guru dan siswa merefleksikan proses dan hasil untuk perbaikan ke depan.

Contoh Penerapan Project Based Learning di SD

Agar lebih nyata, berikut beberapa ide proyek PjBL yang bisa diterapkan di sekolah dasar:

Baca Juga: Pakar UI: Indonesia Makin Diperhitungkan di Bawah Kepemimpinan Prabowo

  1. Sampahku, Tanggung Jawabku

    Membuat kampanye pengurangan sampah plastik di sekolah, hingga membangun bank sampah mini.

  2. Mengenal Kearifan Lokal

    Siswa mewawancarai pedagang pasar tradisional lalu membuat buku cerita bergambar tentang kuliner daerah.

  3. Mini Pentas Budaya Nusantara

    Anak-anak menampilkan lagu, pakaian, dan cerita rakyat dari berbagai daerah, lengkap dengan leaflet edukatif.

  4. Hari Makan Sehat Sekolah

    Membaca label gizi, membuat menu sarapan sehat, dan poster kampanye pentingnya makan bergizi.

  5. Bazar Produk Daur Ulang

    Mengolah kardus bekas jadi kotak pensil atau hiasan meja, lalu menjualnya dalam bazar mini di sekolah.

Tips Efektif Menerapkan PjBL di SD

Agar PjBL sukses dan berdampak maksimal, guru bisa mencoba langkah berikut:

  • Buat pertanyaan proyek yang dekat dengan kehidupan anak.

  • Sesuaikan kompleksitas dengan usia siswa.

  • Bagi peran secara jelas dalam kelompok kecil.

  • Dorong riset sederhana: observasi, wawancara, atau eksperimen.

  • Presentasikan hasil ke kelas, orang tua, atau komunitas.

  • Gunakan asesmen berkelanjutan seperti rubrik, portofolio, dan refleksi.

Project Based Learning bukan sekadar metode belajar, tapi cara membentuk generasi muda yang kreatif, kritis, dan peduli sekitar.

Melalui proyek nyata, anak-anak belajar bukan hanya untuk nilai, tapi juga untuk hidup.

Dengan perencanaan matang dan pendampingan guru, PjBL bisa membuat pembelajaran di SD lebih seru, bermakna, sekaligus menyiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga: Apa Itu Kloning dan Bagaimana Proses Dasarnya?

Laporan: Nadira Maia Arziki/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.