Perbedaan Anatomi Tumbuhan Monokotil dan Dikotil Beserta Contohnya

AKURAT.CO Tumbuhan merupakan salah satu makhluk hidup yang memiliki peranan penting bagi kelangsungan hidup di bumi. Kehadirannya tidak hanya menjadi sumber makanan tetapi juga penghasil oksigen yang dibutuhkan oleh manusia dan hewan.
Selain itu, tumbuhan juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta menjadi bahan baku dalam berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari obat-obatan hingga bahan bangunan.
Jika dilihat dari struktur bijinya, tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu monokotil dan dikotil. Keduanya memiliki karakteristik anatomi yang berbeda, baik dari jumlah keping biji, akar, batang, daun hingga bunganya.
Lalu, apa perbedaan anatomi tumbuhan monokotil dan dikotil? Agar lebih mudah dipahami, mari kita bahas secara lengkap mulai dari pengertian tumbuhan monokotil dan dikotil, perbedaan anatominya hingga contoh tumbuhannya.
Pengertian Tumbuhan Monokotil dan Dikotil
Tumbuhan monokotil adalah kelompok tumbuhan berbunga yang bijinya hanya memiliki satu keping biji (tunggal). Ciri khas tumbuhan monokotil terlihat pada tulang daunnya yang sejajar, sistem perakaran serabut, serta bunga yang biasanya berjumlah kelipatan tiga.
Sementara itu, tumbuhan dikotil adalah kelompok tumbuhan berbunga yang bijinya memiliki dua keping biji (ganda). Tumbuhan dikotil umumnya memiliki daun bertulang menyirip atau menjari, sistem perakaran tunggang, serta bunga yang berjumlah kelipatan empat atau lima.
Baca Juga: Adaptasi Morfologi pada Hewan dan Tumbuhan
Perbedaan Anatomi Tumbuhan Monokotil dan Dikotil
Untuk memahami tumbuhan monokotil dan dikotil secara lebih mendalam, tidak cukup hanya melihat dari jumlah keping bijinya saja. Keduanya juga memiliki perbedaan pada struktur anatominya, mulai dari akar, batang, daun hingga bunga. Berikut perbedaan struktur anatomi tumbuhan monokotil dan dikotil.
1. Akar
Akar adalah bagian tumbuhan yang tumbuh ke dalam tanah untuk menyerap air dan mineral, serta berfungsi menopang tubuh tumbuhan.
● Akar Monokotil
Tumbuhan monokotil memiliki sistem akar serabut. Pada sistem ini, akar utama tidak berkembang dan digantikan oleh akar-akar kecil yang tumbuh dari pangkal batang. Akar serabut tidak memiliki kambium, sehingga tidak dapat mengalami penebalan sekunder. Struktur akar ini bersifat lemah sehingga tumbuhan monokotil lebih mudah tumbang apabila terkena tiupan angin kencang.
● Akar Dikotil
Tumbuhan dikotil memiliki sistem akar tunggang. Akar utama tumbuh besar dan bercabang ke samping. Akar tunggang memiliki kambium, sehingga dapat mengalami pertumbuhan sekunder atau penebalan. Struktur akar ini jauh lebih kuat, sehingga tumbuhan dikotil jarang sekali tumbang.
Baca Juga: Pengaruh pH Tanah terhadap Tumbuhan
Selain itu, akar tunggang tersusun atas beberapa bagian penting, yaitu:
- Epidermis, lapisan paling luar yang berfungsi menyerap air dari dalam tanah.
- Korteks, berfungsi menyimpan zat yang telah diserap oleh epidermis.
- Endodermis, berperan sebagai pengatur jalannya lintas zat menuju jaringan dalam.
- Stele (silinder pusat), bagian terdalam yang terdiri dari xilem dan floem sebagai jaringan pengangkut.
2. Batang
Batang adalah bagian tumbuhan yang tumbuh ke atas, berfungsi sebagai penopang bagian-bagian tumbuhan lainnya, serta tempat jalannya transportasi air dan makanan melalui jaringan pembuluh.
● Batang Monokotil
Batang pada tumbuhan monokotil umumnya tidak bercabang dan tidak berkayu. Jaringan pembuluh tersebar acak di seluruh batang tanpa pola melingkar. Karena tidak memiliki kambium, batang monokotil tidak dapat membesar. Batangnya cenderung lunak, berair (basah), dan memiliki ruas batang yang terlihat jelas.
● Batang Dikotil
Batang pada tumbuhan dikotil umumnya bercabang, lebih kokoh, dan sering kali berkayu. Jaringan pembuluh tersusun melingkar dengan kambium di antaranya. Kehadiran kambium memungkinkan batang mengalami pertumbuhan sekunder, sehingga dapat membesar. Ruas batang pada tumbuhan dikotil tidak terlihat jelas.
Baca Juga: Cara Tumbuhan Karnivora Menangkap dan Mencerna Mangsa
Batang dikotil juga tersusun atas beberapa lapisan penting, yaitu:
- Epidermis, lapisan paling luar dengan dinding sel tipis yang berfungsi melindungi jaringan di dalam batang.
- Korteks, lapisan di bawah epidermis yang berfungsi melindungi sekaligus menyimpan cadangan makanan.
- Floem, jaringan pengangkut yang menyalurkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan.
- Xilem, jaringan yang mengangkut air dan mineral dari akar menuju seluruh bagian tumbuhan.
3. Daun
Daun adalah bagian utama fotosintesis yang berfungsi menangkap cahaya matahari dan menghasilkan makanan bagi tumbuhan.
● Daun Monokotil
Daun pada tumbuhan monokotil berbentuk memanjang dengan tulang daun sejajar atau melengkung. Ini disebabkan karena jaringan mesofil (jaringan di bagian dalam daun) tidak terdiferensiasi (tidak terbagi menjadi parenkim palisade dan parenkim spons). Stomata biasanya terdapat di kedua permukaan daun.
● Daun Dikotil
Daun pada tumbuhan dikotil memiliki bentuk melebar dengan tulang daun menyirip atau menjari. Ini disebabkan karena jaringan mesofil (jaringan di bagian dalam daun) terdiferensiasi menjadi dua bagian, yaitu parenkim palisade dan parenkim spons. Stomata lebih banyak ditemukan di permukaan bawah daun.
4. Bunga
Bunga adalah organ generatif pada tumbuhan yang berfungsi sebagai alat reproduksi. Di dalam bunga terdapat organ jantan (benang sari) dan organ betina (putik), yang berperan penting dalam proses penyerbukan dan pembuahan.
Baca Juga: Kapilaritas pada Tumbuhan: Definisi dan Prosesnya
● Bunga Monokotil
Bunga pada tumbuhan monokotil memiliki ciri khas tersendiri, yaitu:
- Bagian-bagian bunga seperti kelopak, mahkota, benang sari, dan putik biasanya berjumlah kelipatan tiga.
- Mahkota dan kelopak sering kali sulit dibedakan.
● Bunga Dikotil
Bunga pada tumbuhan dikotil memiliki ciri yang berbeda dengan tumbuhan monokotil, yaitu:
- Bagian-bagian bunga seperti kelopak, mahkota, benang sari, dan putik biasanya berjumlah kelipatan empat atau lima.
- Mahkota dan kelopak umumnya dapat dibedakan dengan jelas.
Contoh Tumbuhan Monokotil dan Dikotil
Adapun, contoh tumbuhan monokotil antara lain padi, jagung, kelapa, tebu, bambu, bunga anggrek, dan pohon pisang.
Sementara itu, contoh tumbuhan dikotil meliputi pohon mangga, kacang tanah, pohon jambu, bunga matahari, bunga mawar, dan singkong.
Perbedaan anatomi tumbuhan monokotil dan dikotil terlihat jelas pada akar, batang, daun, bunga, dan bijinya. Tumbuhan monokotil biasanya memiliki struktur yang lebih sederhana dan tidak mengalami pertumbuhan sekunder, sedangkan tumbuhan dikotil lebih kompleks karena memiliki kambium yang memungkinkan terjadinya pembesaran pada batang dan akar.
Dengan mengetahui perbedaan anatomi keduanya, kita dapat lebih mudah mengidentifikasi tumbuhan monokotil maupun dikotil.
Baca Juga: Kunci Jawaban IPA Kelas 8 Halaman 13: Memahami Sel Hewan dan Tumbuhan
Laporan: Vania Tri Yuniar/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









