Akurat

Mengenal Proses dan Sistem Pencernaan pada Hewan Ruminansia

Eko Krisyanto | 22 September 2025, 08:51 WIB
Mengenal Proses dan Sistem Pencernaan pada Hewan Ruminansia

AKURAT.CO Hewan ruminansia merupakan kelompok hewan yang memiliki sistem pencernaan unik dan kompleks dibandingkan dengan hewan lain. Contohnya adalah sapi, kambing, domba dan kerbau.

Proses pencernaan pada hewan ruminansia berbeda karena mereka mampu mencerna makanan berserat tinggi seperti rumput dan daun dengan efisien.

Artikel ini akan mengulas secara lengkap bagaimana proses pencernaan pada hewan ruminansia berlangsung.

Baca Juga: Sistem Pencernaan Manusia: Pengertian, Organ, dan Cara Menjaganya

Apa Itu Hewan Ruminansia?

Secara bahasa, kata ruminansia berasal dari bahasa Latin, yaitu ruminae yang berarti "mengunyah kembali." Ruminansia adalah hewan pemamah biak yang memiliki sistem pencernaan dengan dua tahap mengunyah.

Proses pencernaannya melibatkan pengunyahan makanan, kemudian makanan tersebut ditelan, dimuntahkan kembali ke mulut, lalu dikunyah ulang sebelum masuk ke tahap pencernaan akhir. Sistem ini memungkinkan pemecahan bahan berserat tinggi, seperti rumput dan daun dengan bantuan mikroorganisme yang terdapat di dalam perut.

Beberapa contoh hewan ruminansia yang umum dikenal adalah sapi, kambing, domba, dan kerbau. Namun, tidak semua hewan pemakan tumbuhan termasuk dalam jenis ruminansia.

Berikut ciri-ciri hewan ruminansia:

1. Perut terdiri dari empat bagian: rumen, retikulum, omasum, dan abomasum.
2. Memiliki dua jari pada setiap kaki.
3. Gigi seri atas berkurang atau tidak ada.
4. Hewan ruminansia menelan makanannya dengan cepat, kemudian dikeluarkan kembali untuk dikunyah ulang (memamah biak).
5. Mayoritas pemakan rumput dan daun (herbivora).

Baca Juga: Kenali Manfaat Nanas, Si Buah Asam Manis yang Ampuh Atasi Peradangan hingga Bantu Pencernaan

Proses Pencernaan pada Hewan Ruminansia

Hewan ruminansia memiliki sistem pencernaan yang unik dibandingkan hewan lain karena memiliki lambung ganda. Proses pencernaan berlangsung secara mekanis di mulut dan secara fermentatif melalui bantuan mikroorganisme di dalam lambung.

Tahapan pencernaan pada hewan ruminansia dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Pencernaan Mekanis di Mulut

Proses pencernaan dimulai di mulut, ketika hewan ruminansia mengunyah rumput atau daun. Setelah ditelan, makanan akan kembali dikeluarkan untuk dikunyah ulang lebih halus, yang dikenal dengan istilah memamah biak.
Proses ini dibantu oleh saliva yang berfungsi melunakkan makanan, mempermudah penelanan, sekaligus menetralkan pakan yang bersifat asam karena kandungan bikarbonatnya.

2. Pencernaan di Rumen

Rumen merupakan bagian terbesar dari lambung ruminansia, yaitu sekitar 80 persen dari total kapasitasnya. Pada bagian ini berlangsung fermentasi oleh bakteri, protozoa, dan mikroba lain yang mampu memecah serat dan memanfaatkan sumber nitrogen non-protein. Selain itu, rumen juga menjadi tempat pencampuran makanan serta penyerapan asam lemak volatil (VFA) hasil fermentasi.

3. Pencernaan di Retikulum

Retikulum memiliki struktur bagian dalam yang menyerupai jala. Retikulum berperan penting dalam fermentasi lanjutan serta membantu proses regurgitasi saat hewan memamah biak. Produk fermentasi berupa VFA, amonia, dan air mulai diserap di bagian ini untuk kemudian dimanfaatkan tubuh.

4. Pencernaan di Omasum

Omasum dikenal juga sebagai “perut buku” karena memiliki banyak lipatan, berfungsi menyaring partikel makanan dan mengatur alirannya ke abomasum. Pada tahap ini terjadi penyerapan air dalam jumlah besar serta fermentasi lanjutan oleh mikroorganisme.

5. Pencernaan di Abomasum

Abomasum merupakan lambung sejati yang berfungsi mirip dengan lambung monogastrik. Di sinilah protein mulai diuraikan dengan bantuan asam klorida dan enzim-enzim pencernaan seperti pepsin. Abomasum terbagi dalam tiga bagian, yaitu kardia, fundika, dan florika, yang masing-masing menghasilkan sekresi berbeda untuk memperlancar proses pencernaan.

6. Pencernaan di Usus Halus

Setelah meninggalkan abomasum, makanan masuk ke usus halus yang terdiri dari duodenum, jejunum, dan ileum. Di sini, pencernaan dilanjutkan dengan bantuan enzim dari pankreas, hati, dan kelenjar usus. Vili pada dinding usus halus memperluas permukaan sehingga penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal.

7. Pencernaan di Usus Besar

Tahap akhir pencernaan berlangsung di usus besar. Sisa makanan yang masih mengandung mineral dan air akan diserap di bagian ini. Zat-zat yang berhasil diserap akan didistribusikan ke seluruh tubuh, sementara sisa yang tidak tercerna dikeluarkan melalui rektum.

Baca Juga: Ini Cara yang Bisa Dilakukan untuk Detoksifikasi Pencernaan

Perbedaan Sistem Pencernaan Ruminansia dan Hewan Non-Ruminansia

Sistem pencernaan ruminansia memiliki ciri khas yang membedakannya dari hewan non-ruminansia. Perbedaan paling utama terdapat pada lambung.

Hewan non-ruminansia, seperti kuda atau manusia hanya memiliki satu ruang lambung, sedangkan hewan ruminansia memiliki empat bagian lambung, yaitu rumen, retikulum, omasum, dan abomasum. Keempat bagian lambung inilah yang memungkinkan ruminansia mencerna pakan berserat tinggi yang sulit diurai oleh hewan lain.

Selain struktur lambung, proses pencernaan juga berbeda. Hewan non-ruminansia mengunyah makanan satu kali sebelum masuk ke lambung. Sebaliknya, ruminansia mengunyah makanan dua kali.

Dengan perbedaan ini, hewan ruminansia mampu memanfaatkan rumput, daun dan pakan berserat sebagai sumber makanan, sedangkan hewan non-ruminansia lebih bergantung pada pakan yang lebih mudah dicerna, seperti biji-bijian atau daging.

Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Gangguan Pencernaan Saat Puasa

Kesimpulan

Sistem pencernaan hewan ruminansia memiliki keunikan tersendiri karena mampu mengolah makanan berserat tinggi seperti rumput dan daun.

Dengan adanya empat ruang lambung serta bantuan mikroorganisme, ruminansia mampu melakukan fermentasi dan penyerapan nutrisi secara optimal yang tidak dapat dilakukan hewan non-ruminansia. Proses pemamah biak juga menjadi ciri khas penting yang memungkinkan pencernaan berlangsung lebih sempurna.

Laporan: Lilis Anggraeni/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK