Perbedaan Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung

AKURAT.CO Dalam Bahasa Indonesia kita sering menemukan dua cara menyampaikan ucapan seseorang, yaitu melalui kalimat langsung dan kalimat tidak langsung.
Keduanya berfungsi sama yaitu untuk menyampaikan informasi atau perkataan tapi dalam segi bentuk dan penggunaannya berbeda.
Apa Itu Kalimat Langsung?
Kalimat langsung adalah kalimat yang disampaikan dengan cara menirukan ucapan seseorang secara sama persis dengan apa yang ia ucapkan, tanpa melebihkan atau mengurangi.
Ciri khas kalimat ini menggunakan tanda petik ("...") untuk mengapit ucapan atau kalimat.
Contoh:
•"Kamu mau pergi ke mana, Budi?" kata Ali.
• Ibu bertanya, "Masak apa ya hari ini?"
• "Jalannya macet," ucap kakakku.
Baca Juga: 6 Kalimat Sederhana yang Bikin Orang Lain Merasa Dihargai, Nomer 2 Jarang Diketahui
Apa Itu Kalimat Tidak Langsung?
Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang disampaikan kembali dengan gaya berbeda dan tidak persis seperti yang diucapkan si pembicara.
Biasanya kalimat ini sudah mengalami perubahan dan penyesuaian tata bahasa, juga tidak memakai tanda petik.
Contoh:
• Ali bertanya kepada Budi, ia akan pergi ke mana?
• Ibu tengah berpikir akan memasak apa hari ini?
• Kakakku bilang bahwa jalanan macet.
Kapan Menggunakan Keduanya?
Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 39 Kurikulum Merdeka: Memahami Kalimat Majas!
1. Kalimat Langsung
Kalimat langsung biasanya digunakan ketika ingin menghadirkan ucapan seseorang secara persis tanpa perubahan. Dalam penulisan lain, bentuk ini juga sangat penting untuk membutuhkan keaslian dan detail autentik dari perkataan narasumber.
Misalnya dalam cerita fiksi, penulis sering menggunakan kalimat langsung untuk membuat dialog antartokoh terasa hidup dan nyata.
Begitu juga dalam berita atau wawancara, kalimat langsung dipakai untuk menampilkan kutipan langsung dari narasumber agar pembaca tahu dengan jelas apa yang dikatakannya.
2. Kalimat Tidak Langsung
Berbeda dengan kalimat langsung, kalimat tidak langsung lebih banyak digunakan untuk menyampaikan inti ucapan seseorang tanpa harus menirukan kata-katanya secara persis.
Bentuk ini lazim dipakai dalam laporan resmi, ringkasan, atau penjelasan ilmiah yang lebih menekankan isi daripada gaya bicara narasumber.
Dalam konteks akademik, misalnya, mahasiswa sering menggunakan kalimat tidak langsung saat menulis hasil wawancara atau menyusun laporan penelitian.
Begitu juga dalam pertemuan atau rapat, notulen biasanya menuliskan kalimat tidak langsung agar catatan lebih singkat, jelas dan mudah dipahami.
Baca Juga: Cara Sederhana Menyuruh, Melarang dan Mengarahkan dengan Kalimat Perintah
Laporan: Bunga Adinda/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









