Perbedaan Perubahan Fisika dan Kimia: Penjelasan Lengkap dan Contohnya

AKURAT.CO Pernahkah Anda menyaksikan benda yang berubah bentuk, seperti es yang mencair atau kayu yang terbakar? Proses-proses ini merupakan contoh dari perubahan fisika dan perubahan kimia.
Meskipun keduanya mengubah suatu materi, ada perbedaan mendasar yang membedakan kedua jenis perubahan tersebut.
Di artikel ini, kami akan memberikan penjelasan lengkap tentang perubahan fisika dan kimia, ciri-ciri serta contohnya, agar Anda dapat memahami keduanya dengan lebih baik.
Apa Itu Perubahan Fisika?
Perubahan fisika merujuk pada perubahan yang terjadi pada suatu materi tanpa mengubah komposisi kimianya. Artinya, dalam perubahan fisika, hanya sifat fisik materi yang berubah, seperti bentuk, ukuran atau keadaan (padat, cair, gas).
Perubahan ini bersifat reversibel, yang berarti materi tersebut dapat kembali ke bentuk atau keadaan semula setelah perubahan.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Gaya Sentrifugal dan Contohnya: Panduan Lengkap Fenomena Fisika
Ciri-ciri Perubahan Fisika
1. Tidak mengubah komposisi kimia: Sifat kimia materi tetap sama sebelum dan sesudah perubahan. Misalnya, air tetap H2O, baik dalam keadaan cair, padat, atau gas.
2. Reversibel: Perubahan fisika umumnya bisa dibalik, artinya bahan bisa kembali ke bentuk asalnya tanpa mengubah struktur molekulnya.
Contoh Perubahan Fisika
1. Pencairan Es: Ketika es dipanaskan, ia mencair menjadi air. Pada proses ini, air tetap memiliki komposisi kimia yang sama (H2O), hanya saja dalam bentuk fisik yang berbeda.
2. Penghancuran Kertas: Ketika kertas dipotong atau dihancurkan, bentuk dan ukurannya berubah, namun komposisi kimianya tetap serupa. Kertas yang dihancurkan tetap terbuat dari bahan yang sama (selulosa).
3. Pemelintiran Kawat: Ketika kawat dipelintir, bentuk fisiknya berubah, tetapi sifat kimianya tetap tidak berubah. Kawat masih terbuat dari logam yang sama.
4. Pencairan Air: Air yang dibekukan menjadi es, atau es yang dicairkan kembali menjadi air, merupakan perubahan fisika karena keadaan materi yang berubah tanpa mengubah struktur kimianya.
Baca Juga: Apa Itu Suhu dalam Ilmu Fisika?
Apa Itu Perubahan Kimia?
Berbeda dengan perubahan fisika, perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan zat baru dengan komposisi kimia yang berbeda. Dalam perubahan kimia, atom-atom dalam suatu zat bereaksi dan membentuk molekul baru, yang memiliki sifat yang sangat berbeda dari zat asalnya.
Perubahan ini bersifat irreversibel, artinya tidak dapat kembali ke bentuk semula hanya dengan proses fisika biasa.
Ciri-ciri Perubahan Kimia
1. Menghasilkan zat baru: Atom-atom dalam zat yang terlibat berubah, membentuk substansi baru yang memiliki sifat berbeda.
2. Tidak dapat dibalik (irreversible): Proses ini tidak bisa kembali ke bentuk semula dengan cara fisika biasa.
3. Perubahan energi: Proses kimia sering disertai dengan perubahan energi, seperti pelepasan atau penyerapan panas, cahaya, atau bahkan gas.
Baca Juga: Apa Itu Energi Mekanik dalam Fisika? Ini Pengertian, Rumus, dan Contoh Soalnya!
Contoh Perubahan Kimia
1. Pembakaran Kayu: Ketika kayu dibakar, kayu tersebut berubah menjadi abu, gas karbon dioksida (CO2), dan uap air (H2O). Dalam hal ini, pembakaran mengubah kayu yang terbuat dari selulosa menjadi zat baru yang tidak dapat kembali menjadi kayu.
2. Reaksi Asam dan Basa: Ketika asam seperti asam klorida (HCl) dicampur dengan basa seperti natrium hidroksida (NaOH), terjadi reaksi yang menghasilkan garam (NaCl) dan air (H2O). Reaksi ini menciptakan zat baru dan merupakan perubahan kimia.
3. Pembuatan Roti: Proses pembuatan roti melibatkan ragi yang mengubah gula menjadi karbon dioksida, menyebabkan adonan roti mengembang. Ini adalah contoh perubahan kimia karena terjadi perubahan dalam struktur kimia bahan-bahan yang ada.
4. Pembusukan Makanan: Ketika makanan membusuk, mikroorganisme menguraikan bahan organik dalam makanan tersebut, menghasilkan gas dan bau yang berbeda. Ini adalah perubahan kimia karena terjadi perubahan komposisi kimia bahan makanan yang membusuk.
Perbedaan Utama Antara Perubahan Fisika dan Kimia
Perubahan Fisika
• Sifat: Tidak mengubah susunan kimia materi.
• Reversibilitas: Dapat kembali ke bentuk semula tanpa mengubah komposisi kimia.
• Contoh: Es mencair, kertas dipotong, logam dilelehkan.
Perubahan Kimia
• Sifat: Menghasilkan zat baru dengan komposisi kimia yang berbeda.
• Reversibilitas: Tidak dapat kembali ke bentuk semula hanya dengan perubahan fisika biasa.
• Contoh: Kayu dibakar, asam bereaksi dengan basa, makanan membusuk.
Baca Juga: Mengenal Perbedaan dan Manfaat Pupuk Organik dan Pupuk Kimia
Mengapa Memahami Perbedaan Ini Penting?
Memahami perbedaan antara perubahan fisika dan kimia sangat penting, baik dalam belajar ilmu pengetahuan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengetahui jenis perubahan yang terjadi pada suatu zat, kita dapat lebih mudah memahami proses yang sedang berlangsung.
Contohnya, saat kita mendidihkan air, kita tahu itu adalah perubahan fisika karena air tetap air meskipun berubah dari cair menjadi gas. Namun, ketika kita membakar kayu, kita sedang mengalami perubahan kimia, karena kayu berubah menjadi abu, gas karbon dioksida, dan air yang baru.
Dengan memahami perbedaan ini, kita juga dapat lebih bijak dalam mengelola bahan atau menghindari bahaya yang bisa terjadi akibat perubahan kimia yang berbahaya, seperti kebakaran atau reaksi bahan kimia berbahaya lainnya.
Kesimpulan
Perubahan fisika dan perubahan kimia adalah dua konsep dasar yang penting untuk dipahami dalam sains. Perubahan fisika hanya mengubah sifat fisik suatu bahan tanpa mengubah komposisi kimianya, sementara perubahan kimia menghasilkan zat baru dengan komposisi kimia yang berbeda.
Dengan memahami perbedaan ini, kita bisa lebih bijaksana dalam mengamati dan memanfaatkan proses-proses alami yang terjadi di sekitar kita, baik di laboratorium maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Hafal Rumus Fisika di Luar Kepala, Aksi Nenek Ini Bikin Banyak Pemuda Insecure
Laporan: Nia Ayunia/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









