Peta Topografi dan Fungsinya: Pengertian, Manfaat Serta Cara Bacanya

AKURAT.CO Pernahkah kamu mendengar istilah peta topografi? Untuk anak geografi mungkin sudah tidak asing.
Tapi bagi orang awam mungkin penasaran dengan apa yang dimaksud peta topografi, apa fungsinya, dan apa perbedaannya dengan peta yang biasa kita lihat? Simak pembahasan berikut ini.
Pengertian Peta Topografi
Peta topografi adalah peta yang menunjukkan bentuk dan kontur permukaan bumi secara detail. Jadi, peta topografi itu dapat menampilkan bagaimana bentuk dan kontur gunung, sungai, danau, lembah, kawah, dan yang lainnya.
Peta ini biasanya menggunakan garis kontur untuk menggambarkan ketinggian suatu daerah dibandingkan permukaan laut. Semakin rapat garis kontur, semakin curam lerengnya, sedangkan garis kontur yang jarang menunjukkan daerah yang relatif datar.
Dikutip dari DetikEdu, Skala peta topografi terbagi menjadi tiga, yaitu:
1. Skala kecil
Biasanya 1:250.000 atau lebih kecil. Digunakan untuk menggambarkan wilayah yang sangat luas, misalnya seluruh provinsi atau negara. Detailnya lebih sedikit.
2. Skala menengah
Sekitar 1:50.000 hingga 1:250.000. Cocok dipakai untuk pemetaan wilayah kabupaten atau kota dengan detail sedang.
3. Skala besar
Sekitar 1:50.000 atau lebih besar (misalnya 1:10.000). Jenis ini paling detail karena cakupan wilayahnya sempit, tetapi informasi yang ditampilkan lebih akurat, misalnya pemetaan desa, kawasan perkotaan atau jalur pendakian.
Semakin besar skala peta, maka semakin akurat letak atau posisi data yang bisa disajikan.
Baca Juga: Contoh Peta Konsep Sederhana: Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Cara Membuatnya
Fungsi Peta Topografi
Secara umum, peta topografi memiliki tiga fungsi, yaitu:
1. Perencanaan pembangunan
Peta topografi berperan dalam memilih lokasi pembangunan terbaik dengan memperhatikan aspek kemiringan lahan, elevasi, serta ketersediaan sumber air.
2. Sebagai pencegahan bencana alam
Menyajikan data terkait kawasan yang rentan terhadap bencana seperti longsor, banjir, dan gempa bumi untuk mendukung upaya pencegahan dini.
3. Mengeksplorasi berbagai sumber daya alam
Dengan memberikan informasi detail tentang struktur geologi dan hidrologi, peta topografi juga dapat membantu dalam pencarian dan pemanfaatan sumber daya seperti mineral serta air tanah.
1. Dapat melihat perbedaan ketinggian permukaan dan kontur tanah suatu wilayah
2. Bisa menjadi alat navigasi yang memberi informasi tentang lokasi, jarak antarpemukiman penduduk, rute jalan, keberadaan sungai, danau, dasar laut, dan lainnya.
3. Digunakan dalam kegiatan militer untuk merencanakan strategi dan navigasi di medan yang kompleks.
4. Digunakan untuk menghitung tingkat kemiringan lahan dalam pembangunan berbagai fasilitas, mulai dari usaha seperti tambak hingga sarana publik seperti waduk.
5. Membantu memilih lokasi ideal bagi pembangunan infrastruktur kultural, misalnya jalan raya dan jalur kereta api.
Baca Juga: Bocoran Peta Jalan iPhone Ungkap Jajaran Produk Terbesar Apple hingga 2027
Cara Membaca Peta Topografi
Dikutip dari Quipper.com, setiap warna garis kontur pada peta topografi punya arti berbeda. Warna cokelat untuk kontur wilayah (lereng gunung, bukit, lembah), biru untuk air (sungai, danau, laut), merah untuk batas lahan dan jalan utama, sedangkan hitam menandai buatan manusia seperti rel kereta atau jalur listrik.
Setiap jarak garis kontur mewakili ketinggian tertentu. Misalnya:
● Jika 1 garis = 20 meter, dan sebuah bukit digambar dengan 15 garis. Berarti bukit tersebut tingginya 300 meter dpl.
● Jika 1 garis = 100 meter, dan sebuah gunung digambar dengan 40 garis. Maka ketinggiannya 4.000 meter dpl.
Dengan cara ini, peta topografi bisa membantu memperkirakan ketinggian, kedalaman dan bentuk bentang alam hanya dari garis konturnya.
Laporan: Shera Amalia Ghaitsa/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








