Mengulik Globalisasi sebagai Dua Sisi Mata Uang yang Membawa Perubahan Dunia

AKURAT.CO Globalisasi merupakan fenomena yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat modern.
Globalisasi hadir sebagai proses yang menghubungkan berbagai aspek kehidupan lintas batas negara melalui percepatan teknologi informasi, komunikasi dan transportasi.
Fenomena ini membawa dampak yang terasa hingga ke sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia, mulai dari politik, ekonomi, hukum sosial hingga budaya.
Menurut Jurnal Dampak Pengaruh Globalisasi bagi Kehidupan Bangsa Indonesia oleh Nurhaidah dan M. Insya Musa dari Universitas Syiah Kuala, globalisasi memiliki sisi positif sekaligus negatif yang patut disikapi secara bijak.
Baca Juga: Dampak Globalisasi di Era Digital dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari
Dampak Positif Globalisasi
Dalam bidang sosial budaya, globalisasi mendorong perubahan tata nilai masyarakat yang sebelumnya cenderung irasional menjadi lebih rasional. Ia membuka akses pembelajaran tentang tata nilai, pola pikir, cara hidup, serta ilmu pengetahuan dan teknologi dari bangsa lain.
Dalam bidang ekonomi, globalisasi membuka peluang perdagangan internasional sehingga produk-produk Indonesia, seperti hasil pertanian, perikanan, tekstil, hingga tambang, dapat bersaing di pasar global.
Kehadiran perusahaan asing yang memindahkan produksinya ke Indonesia juga memberi lapangan kerja baru bagi masyarakat. Selain itu, globalisasi turut meningkatkan etos kerja, kemandirian, dan disiplin, serta memperkuat supremasi hukum dan demokratisasi melalui tuntutan transparansi serta perlindungan hak asasi manusia.
Baca Juga: Globalisasi dan Perubahan Sosial: Peluang, Tantangan, dan Cara Menyikapinya
Dampak Negatif Globalisasi
Di sisi lain, globalisasi menghadirkan dampak yang tidak bisa diabaikan. Perubahan gaya hidup konsumtif menjadi salah satu dampak yang paling terasa, di mana masyarakat terdorong membeli barang-barang baru hanya karena tren dan pilihan yang melimpah.
Sikap individualistik juga semakin menguat, karena kemudahan teknologi membuat sebagian orang merasa tidak lagi membutuhkan interaksi sosial, sehingga mengikis semangat gotong royong dan kepedulian.
Selain itu, kesenjangan sosial semakin tampak ketika hanya sebagian kalangan yang mampu mengikuti arus globalisasi, sementara kelompok lain tertinggal.
Dalam bidang budaya, nilai-nilai lokal terancam terkikis oleh budaya asing, termasuk gaya hidup kebarat-baratan yang belum tentu sesuai dengan norma masyarakat Indonesia.
Kondisi ini menunjukkan bahwa globalisasi adalah pisau bermata dua. Di satu sisi, ia mempercepat kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta membuka peluang ekonomi. Namun di sisi lain, ia dapat menimbulkan masalah sosial, budaya hingga kesenjangan ekonomi bila tidak diimbangi dengan sikap selektif.
Baca Juga: Kunci Jawaban IPS Kelas 9 Halaman 121 Kurikulum Merdeka: Perkembangan Globalisasi IPTEK
Oleh karena itu, masyarakat Indonesia perlu menyikapi globalisasi dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila, memperkuat nasionalisme serta mendukung produk dalam negeri.
Peran keluarga, pendidikan dan pemerintah juga penting dalam membekali generasi muda agar mampu memanfaatkan globalisasi sebagai peluang, sekaligus meminimalisasi dampak negatifnya.
Dengan sikap kritis dan bijak, globalisasi dapat dijadikan sarana untuk meningkatkan kualitas bangsa tanpa kehilangan jati diri budaya lokal.
Laporan: Mutiara MY/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









