Akurat

Mengenal Angin Darat dan Angin Laut Serta Dampaknya bagi Kehidupan Pesisir

Wahyu SK | 17 September 2025, 18:30 WIB
Mengenal Angin Darat dan Angin Laut Serta Dampaknya bagi Kehidupan Pesisir

AKURAT.CO Angin merupakan salah satu gejala alam yang selalu hadir dalam kehidupan manusia. Secara sederhana, angin adalah udara yang bergerak akibat adanya perbedaan tekanan di permukaan bumi.

Udara dari daerah bertekanan tinggi bergerak menuju daerah bertekanan rendah, sehingga tercipta hembusan yang kita kenal sebagai angin. Fenomena ini bisa terjadi secara global maupun lokal.

Angin umum bertiup sepanjang tahun melintasi wilayah luas, sementara angin lokal hanya terjadi di daerah tertentu dengan waktu yang terbatas. Salah satu contoh angin lokal yang sangat berpengaruh bagi masyarakat pesisir adalah angin darat dan angin laut.

Baca Juga: Cina Bangun Turbin Angin Terapung Raksasa, Pecahkan Rekor Energi Terbarukan

Terbentuknya Angin Darat

Angin darat muncul pada malam hingga dini hari. Saat matahari terbenam, daratan kehilangan panas lebih cepat dibandingkan lautan. Udara di atas daratan menjadi lebih dingin dan berat, sementara udara di atas laut masih lebih hangat dan ringan.

Kondisi ini membuat udara panas di atas laut naik ke atmosfer, lalu digantikan oleh udara lebih dingin dari daratan. Aliran udara inilah yang disebut angin darat. Karena berasal dari daratan yang relatif kering, angin ini tidak membawa banyak uap air.

Kecepatan angin darat cenderung lebih pelan, sekitar 5-8 knots atau 9-14 kilometer per jam. Meski begitu, hembusannya yang stabil sangat bermanfaat, terutama bagi para nelayan yang hendak berangkat melaut pada malam hari.

Baca Juga: Selesaikan Polemik Royalti Lagu, Sufmi Dasco Bawa Angin Segar bagi Musisi dan Seniman

Terbentuknya Angin Laut

Sebaliknya, angin laut bertiup pada siang hingga sore hari. Hal ini disebabkan daratan yang lebih cepat menyerap panas sehingga suhunya lebih tinggi dibandingkan lautan. Udara panas di atas daratan naik ke atmosfer, sedangkan udara laut yang lebih dingin bergerak ke daratan menggantikannya.

Angin laut memiliki sifat lembap karena membawa uap air hasil penguapan laut, dan kecepatannya lebih kencang dibandingkan angin darat, yakni sekitar 10-12 knots atau 18-37 kilometer per jam.

Hembusan angin laut tidak hanya menyegarkan udara di pesisir, tetapi juga membantu nelayan yang hendak kembali ke daratan setelah semalaman mencari ikan di laut.

Baca Juga: Cegah Penyebab Angin Duduk, IDI Enarotali Berikan Informasi Pengobatan

Manfaat Angin Darat dan Angin Laut

Angin darat dan angin laut memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat pesisir. Para nelayan tradisional sangat bergantung pada siklus angin ini untuk menentukan waktu berangkat dan pulang melaut.

Selain itu, keberadaan angin laut yang membawa kelembapan juga meningkatkan potensi terbentuknya awan dan curah hujan di daerah pantai. Sementara itu, angin darat yang kering sering menimbulkan cuaca cerah di pagi hari, sehingga mendukung berbagai aktivitas warga pesisir.

Lebih jauh lagi, manfaat angin tidak terbatas pada aktivitas nelayan. Dalam bidang energi, hembusan angin dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB).

Dalam bidang pertanian, angin membantu proses penyerbukan tanaman, sedangkan dalam industri rakyat, angin laut sering digunakan dalam proses pembuatan garam. Bahkan dalam dunia olahraga, angin darat dan angin laut menjadi faktor penting dalam kegiatan seperti paralayang, selancar angin dan olahraga layar.

Baca Juga: Kebakaran Besar yang Disebabkan oleh Angin Kencang dalam Al-Qur'an

Menjaga Ekosistem Pesisir

Fenomena sederhana ini menunjukkan betapa erat hubungan antara daratan, lautan, dan atmosfer dalam menciptakan siklus alam yang bermanfaat bagi manusia. Namun, perubahan iklim global dan kerusakan lingkungan pesisir dapat memengaruhi kestabilan angin darat dan angin laut.

Peningkatan suhu bumi, misalnya, berpotensi mengubah pola angin dan kelembapan udara yang berdampak pada cuaca harian. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan ekosistem pesisir menjadi sangat penting agar fenomena alami ini tetap berlangsung normal.

Laporan: Mutiara MY/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK