Mengapa Harus Ada Norma di Masyarakat? Simak Penjelasan Lengkapnya

AKURAT.CO Norma menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari yang sering kali kita jalani tanpa sadar. Kehadirannya membuat interaksi antarindividu berjalan tertib, adil, dan harmonis. Tanpa adanya norma, kehidupan bermasyarakat bisa kacau, karena tidak ada aturan yang mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Lantas, mengapa norma sangat diperlukan dalam masyarakat, bagaimana proses terbentuknya, dan apa saja jenis serta manfaatnya? Simak ulasan lengkap berikut ini.
Apa Itu Norma dan Mengapa Diperlukan?
Menurut Joko Subroto dalam buku Norma Bagi Masyarakat (2023:4), norma merupakan kaidah untuk mengukur perbuatan manusia, baik yang benar maupun salah, serta mana yang boleh dilakukan dan yang tidak.
Norma dibutuhkan karena berfungsi mengatur, memberi arah, sekaligus mengendalikan perilaku masyarakat. Tanpa norma, setiap orang bebas bertindak sesuai keinginannya tanpa memikirkan dampaknya bagi orang lain. Akibatnya, akan muncul konflik, ketidakteraturan, bahkan perpecahan.
Proses Terbentuknya Norma
Norma tidak hadir begitu saja. Ia tumbuh dan berkembang dari interaksi sosial dalam masyarakat. Setiap kali orang berinteraksi, mereka menciptakan aturan tidak tertulis yang lama-kelamaan menjadi kebiasaan bersama. Dari kebiasaan inilah norma terbentuk dan diwariskan secara turun-temurun.
Tujuan utamanya jelas, yaitu menjaga kedamaian dan melindungi kepentingan setiap orang agar dapat hidup berdampingan secara harmonis.
Fungsi Norma dalam Kehidupan Sehari-hari
Keberadaan norma memiliki peran besar dalam menciptakan keteraturan hidup. Mengutip e-book Etika Keperawatan karya Nurohmad dan Indra Ruswadi, norma memiliki fungsi sebagai berikut:
-
Menjadi pedoman atau aturan dalam berinteraksi.
-
Menciptakan stabilitas dan keteraturan.
-
Membantu masyarakat mencapai tujuan bersama.
-
Menjadi dasar dalam pemberian sanksi.
-
Menjaga ketertiban dan keadilan di masyarakat.
Dengan kata lain, norma bukan sekadar aturan, melainkan pondasi penting agar hubungan sosial berjalan sehat dan saling menguntungkan.
Tingkatan Norma dalam Masyarakat
Menurut Fredian Tonny Nasdian dalam e-book Sosiologi Umum, norma terbagi dalam beberapa tingkatan berdasarkan konsekuensi moral maupun sosialnya:
-
Cara (Usage) – Mengatur hubungan antarindividu dalam hal-hal kecil, misalnya cara menyapa. Jika dilanggar, biasanya hanya menimbulkan rasa tidak nyaman.
-
Kebiasaan (Folkways) – Tindakan yang dilakukan berulang hingga menjadi tradisi, misalnya budaya memberi salam.
-
Tata Kelakuan (Mores) – Norma yang lebih kuat dan mengikat, menjaga solidaritas dalam kelompok serta membatasi perilaku individu.
-
Adat Istiadat (Customs) – Tingkat norma paling kuat yang berlaku turun-temurun. Pelanggarannya bisa berakibat pada sanksi nyata, bahkan dikucilkan dari masyarakat.
Jenis-Jenis Norma dan Contohnya
Dalam kehidupan sehari-hari, norma bisa diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis. Mengutip berbagai literatur, inilah jenis norma yang umum berlaku:
-
Norma Agama – Bersumber dari ajaran Tuhan, misalnya kewajiban beribadah atau larangan berbuat jahat.
-
Norma Hukum – Aturan yang ditetapkan negara dan bersifat memaksa, contohnya undang-undang lalu lintas.
-
Norma Kesopanan – Lahir dari pergaulan masyarakat, seperti menghormati orang lain atau mengetuk pintu saat bertamu.
-
Norma Kesusilaan – Berasal dari hati nurani, misalnya keharusan berkata jujur dan membantu sesama.
-
Norma Kebiasaan – Terbentuk dari tradisi turun-temurun, misalnya memakai pakaian tertentu saat acara keagamaan.
-
Norma Sosial – Aturan yang muncul dari interaksi kelompok untuk menjaga nilai-nilai sosial, misalnya saling menghargai keberhasilan orang lain.
Alasan Norma Harus Ada
Kehadiran norma memiliki banyak manfaat praktis dalam menjaga kehidupan bermasyarakat. Beberapa alasan mengapa norma penting antara lain:
-
Sebagai Pengontrol Sosial: Membatasi perilaku agar tidak merugikan orang lain.
-
Menciptakan Keseimbangan Sosial: Menjaga kepentingan individu yang berbeda agar tetap selaras.
-
Menjamin Ketertiban: Mengurangi potensi tindakan sewenang-wenang.
-
Menjadi Pedoman Bersikap: Membantu masyarakat mengetahui mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
-
Mendorong Pemenuhan Hak dan Kewajiban: Menjamin keadilan bagi semua orang.
Manfaat Norma Bagi Individu dan Masyarakat
Menurut Dr. Budi Pramono dalam buku Sosiologi Hukum, manfaat norma bisa dirasakan baik secara personal maupun kolektif.
Untuk diri sendiri:
-
Hidup lebih aman, damai, dan tenteram.
-
Memiliki perilaku yang sesuai dengan lingkungan.
-
Mampu membedakan benar dan salah.
Untuk masyarakat:
-
Menumbuhkan pribadi yang beriman dan bertakwa.
-
Mengendalikan perilaku agar sesuai dengan aturan.
-
Mencegah terjadinya konflik.
-
Meningkatkan kerukunan dan kedamaian.
-
Melindungi kepentingan serta hak orang lain.
Kesimpulan
Norma adalah aturan sosial yang mengikat, mengarahkan, dan mengendalikan kehidupan bermasyarakat. Tanpa norma, hubungan antarindividu akan dipenuhi konflik dan ketidakpastian. Dengan adanya norma, masyarakat bisa hidup lebih tertib, damai, dan adil.
Kesadaran untuk mematuhi norma menjadi kunci agar kehidupan sosial tetap berjalan seimbang. Jadi, penting bagi setiap orang untuk memahami dan menerapkannya dalam keseharian.
Baca Juga: Kondisi Masyarakat Indonesia Setelah Kedatangan Bangsa-Bangsa Asing: Dari Arab hingga Jepang
Baca Juga: Bagaimana Letak Geografis Indonesia Dapat Mempengaruhi Kehidupan Sosial dan Budaya Masyarakat?
FAQ seputar Norma dalam Masyarakat
1. Apa yang dimaksud dengan norma?
Norma adalah aturan atau pedoman yang mengatur perilaku manusia dalam masyarakat. Aturan ini menentukan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan agar tercipta ketertiban, keadilan, dan kedamaian bersama.
2. Mengapa norma penting dalam kehidupan masyarakat?
Norma penting karena menjadi pengontrol perilaku, pedoman bertindak, serta alat untuk menjaga keseimbangan sosial. Tanpa norma, kehidupan bermasyarakat bisa kacau dan penuh konflik.
3. Bagaimana proses terbentuknya norma?
Norma terbentuk dari interaksi sosial dalam masyarakat. Kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang kemudian disepakati bersama hingga menjadi aturan yang mengikat.
4. Apa saja jenis-jenis norma yang ada di masyarakat?
Secara umum ada beberapa jenis norma, antara lain: norma agama, norma hukum, norma kesopanan, norma kesusilaan, norma kebiasaan, dan norma sosial.
5. Apa contoh norma dalam kehidupan sehari-hari?
Contoh norma antara lain: taat beribadah sesuai agama, mematuhi peraturan lalu lintas, menghormati orang lain, membantu orang yang kesulitan, serta menjaga sopan santun dalam pergaulan.
6. Apa yang terjadi jika seseorang melanggar norma?
Seseorang yang melanggar norma akan mendapatkan sanksi. Bentuk sanksinya beragam, mulai dari rasa malu, teguran sosial, hukuman moral, hingga sanksi hukum yang tegas dari negara.
7. Apa manfaat norma bagi individu?
Manfaat norma bagi individu antara lain menciptakan rasa aman, membantu membedakan benar dan salah, serta membuat perilaku lebih teratur sesuai dengan nilai yang berlaku di masyarakat.
8. Apa perbedaan norma hukum dan norma kesusilaan?
Norma hukum bersumber dari peraturan negara yang sifatnya mengikat dan memiliki sanksi tegas. Sedangkan norma kesusilaan berasal dari hati nurani individu, dengan sanksi berupa rasa bersalah, malu, atau penyesalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









