Akurat

Kunci Jawaban Modul 3 FPPN Topik 3 PPG 2025: 11 Etika Dasar Guru sebagai Pendidik

Naufal Lanten | 14 September 2025, 14:10 WIB
Kunci Jawaban Modul 3 FPPN Topik 3 PPG 2025: 11 Etika Dasar Guru sebagai Pendidik

AKURAT.CO Guru dituntut menjunjung tinggi etika dalam menjalankan profesinya. Hal inilah yang dibahas dalam Modul 3 Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai (FPPN) Topik 3 PPG 2025, khususnya mengenai pertanyaan: "Tuliskan 11 etika dasar yang digagas dalam tulisan di atas. Pahami dan resapi etika-etika prinsip yang harus dijunjung tinggi guru sebagai pendidik. Renungkan bagian mana yang masih menjadi tantangan untuk diwujudkan oleh Bapak/Ibu."

Dalam modul ini, para guru diminta untuk menuliskan 11 etika dasar yang menjadi prinsip utama profesi pendidik. Selain itu, guru juga diajak merenungkan bagian mana dari etika tersebut yang masih menjadi tantangan dalam praktik sehari-hari di kelas maupun dalam interaksi sosial.

Mengapa Etika Dasar Guru Penting?

Guru bukan hanya penyampai ilmu, melainkan juga teladan moral, sosial, dan profesional. Perilaku guru dapat memberi pengaruh jangka panjang pada perkembangan peserta didik, baik secara akademik maupun emosional. Karena itu, kode etik bukan sekadar aturan, melainkan nilai yang membentuk jati diri guru sebagai pendidik sejati.

Di dalam PPG 2025, pembahasan ini diarahkan untuk melatih kesadaran etis sekaligus profesionalitas, agar guru mampu menjaga integritas dan terus mengembangkan diri sesuai tuntutan zaman.

11 Etika Dasar Guru dalam Kode Etik Profesi

Berdasarkan rumusan Tomlinson dan Little serta penjabaran dalam modul PPG 2025, 11 etika dasar guru terbagi dalam tiga kelompok besar: etika terhadap ilmu pengetahuan, etika terhadap peserta didik, dan etika terhadap profesi.

1. Etika terhadap Ilmu Pengetahuan

Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga penjaga dan pengembang ilmu. Terdapat tiga prinsip utama:

  • Integritas Intelektual – menghormati ilmu pengetahuan beserta metodologi yang melandasinya. Guru wajib menjaga keaslian pemikiran serta menghindari plagiarisme.

  • Integritas Kejuruan – terus meningkatkan kompetensi, mengikuti perkembangan keilmuan, serta memanfaatkan pengalaman profesional untuk mendukung pembelajaran.

  • Keberanian Moral – berani bersikap dan berpikir mandiri meski menghadapi risiko, misalnya saat mengajarkan hal-hal yang mungkin tidak populer.

2. Etika terhadap Peserta Didik

Interaksi dengan siswa menjadi inti dari tugas guru. Prinsip yang ditekankan meliputi:

  • Altruisme (Mendahulukan Kepentingan Orang Lain) – menempatkan kepentingan peserta didik di atas kepentingan pribadi.

  • Tidak Berpihak (Imparsialitas) – memperlakukan siswa dengan adil tanpa diskriminasi.

  • Wawasan Kemanusiaan – menghargai latar belakang keluarga, kondisi sosial, serta keragaman budaya siswa.

  • Tanggung Jawab Pengaruh – menyadari bahwa setiap kata dan tindakan guru akan berdampak jangka panjang pada kehidupan siswa.

3. Etika terhadap Profesi

Sebagai bagian dari komunitas profesional, guru juga terikat pada etika terhadap profesinya:

  • Kerendahan Hati – menyadari keterbatasan diri, bersedia belajar, dan mengakui kesalahan.

  • Kolegialitas – bekerja sama dengan sejawat, saling menghormati, dan membangun mutu pendidikan bersama.

  • Kemitraan – mengakui kontribusi siswa, kolega, serta masyarakat dalam proses pendidikan.

  • Tanggung Jawab dan Aspirasi Profesi – menjaga martabat profesi, serta aktif memberikan pandangan kritis terhadap kebijakan pendidikan demi perbaikan bersama

Kunci Jawaban Alternatif: 11 Etika Dasar Guru dalam Kode Etik PPG 2025

Selain versi di atas, modul PPG 2025 juga menampilkan rumusan lain dari 11 etika dasar guru yang lebih menekankan aspek spiritual, kebangsaan, dan profesionalitas dalam konteks Indonesia. Berikut daftar lengkapnya:

  1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai dasar moral dan spiritual pendidik.

  2. Setia pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara.

  3. Menjunjung tinggi martabat profesi guru dengan menjaga nama baik dan kehormatan jabatan.

  4. Berlaku adil terhadap semua peserta didik tanpa membedakan latar belakang.

  5. Mengutamakan kepentingan peserta didik demi perkembangan belajar dan masa depan mereka.

  6. Memelihara hubungan baik dengan orang tua dan masyarakat sebagai mitra pendidikan.

  7. Bersikap profesional dengan terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

  8. Menjaga integritas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam setiap tindakan maupun keputusan.

  9. Berkolaborasi dan menghormati sejawat demi peningkatan mutu pendidikan.

  10. Memberikan teladan yang baik melalui perilaku, sikap, dan tindakan sehari-hari.

  11. Mematuhi peraturan dan kode etik profesi guru sebagai bentuk komitmen profesional.

Cerita Reflektif: Tantangan Guru dalam Mengamalkan Etika

Dalam praktiknya, tidak semua etika mudah diwujudkan secara konsisten. Beberapa guru mengaku bahwa tantangan terbesar ada pada mendahulukan kepentingan peserta didik. Setiap siswa memiliki kebutuhan yang berbeda, namun realitanya guru seringkali harus memperlakukan mereka secara seragam karena keterbatasan waktu, beban administrasi, dan tuntutan pekerjaan.

Selain itu, tanggung jawab pengaruh juga menjadi ujian tersendiri. Setiap ucapan, ekspresi, bahkan sikap kecil di kelas dapat berdampak besar pada psikologi siswa. Menjaga agar pengaruh tersebut selalu positif bukanlah hal mudah, terutama saat guru menghadapi tekanan pribadi maupun beban kerja yang berat.

Di sisi lain, keberanian moral juga memerlukan keteguhan hati. Ada kalanya guru harus menyampaikan materi atau menggunakan metode yang tidak populer, namun justru itulah yang paling sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Menegakkan integritas akademik di tengah tekanan sosial atau institusional menjadi tantangan nyata.

Refleksi: Guru sebagai Teladan Sejati

Etika bukan sekadar aturan tertulis, melainkan nilai yang membentuk jati diri guru. Dengan menjunjung tinggi 11 etika dasar ini, guru bukan hanya mendidik, tetapi juga menjadi teladan yang meninggalkan jejak positif dalam kehidupan peserta didik.

Komitmen untuk terus belajar, bersikap rendah hati, adil, serta berani mengambil sikap yang benar merupakan kunci agar profesi guru tetap dihormati dan relevan di era yang terus berubah.

Baca Juga: Kunci Jawaban Cerita Reflektif Modul 3 Topik 3 PPG 2025: Komitmen Guru dalam Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai

Baca Juga: Kunci Jawaban Latihan Pemahaman Modul Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Umum Pendekatan Teaching at The Right Level PPG 2025

FAQ

1. Apa itu etika dasar guru?
Etika dasar guru adalah prinsip moral dan profesional yang menjadi pedoman perilaku seorang pendidik dalam melaksanakan tugasnya, baik di sekolah maupun di masyarakat.

2. Mengapa guru perlu memahami etika dasar?
Karena guru bukan hanya pengajar, tetapi juga teladan bagi peserta didik. Dengan memahami etika dasar, guru dapat menjaga integritas, keadilan, dan profesionalitas dalam pekerjaannya.

3. Apa perbedaan etika dasar versi Tomlinson & Little dengan Kode Etik PPG 2025?
Versi Tomlinson & Little menekankan pada profesionalitas, keadilan akademik, dan kolegialitas. Sementara Kode Etik PPG 2025 lebih menonjolkan aspek spiritual, kebangsaan, serta konteks pendidikan Indonesia.

4. Apakah etika dasar guru berlaku hanya di kelas?
Tidak. Etika dasar guru berlaku di semua aspek kehidupan, baik di dalam kelas, di lingkungan sekolah, maupun saat berinteraksi dengan orang tua dan masyarakat.

5. Bagaimana cara guru menerapkan etika dasar dalam keseharian?
Guru bisa menerapkannya dengan berlaku adil kepada semua siswa, bersikap jujur dalam penilaian, menjaga profesionalitas, menjunjung tinggi martabat profesi, serta menjadi teladan dalam sikap dan perilaku.

6. Apakah etika dasar guru memengaruhi kualitas pendidikan?
Ya. Guru yang berpegang pada etika dasar akan membangun suasana belajar yang sehat, mendidik dengan penuh tanggung jawab, dan pada akhirnya meningkatkan mutu pendidikan.

7. Dari mana sumber 11 etika dasar guru ini?
Terdapat dua rujukan utama:

  • Tomlinson & Little, Educational Ethics and Teacher Professionalism (2000).

  • Modul Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025, Kemdikbudristek.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.