Mengapa Makhluk Hidup Membutuhkan Energi? Kunci Jawaban IPAS Kelas 5 Halaman 61

AKURAT.CO Setiap hari, kita makan dan minum untuk mendapatkan nutrisi. Tapi tahukah kamu, selain memenuhi rasa lapar dan dahaga, tujuan utama aktivitas ini adalah untuk memperoleh energi. Energi adalah kunci agar semua makhluk hidup bisa berfungsi, bergerak, dan bertahan hidup. Lantas, mengapa energi sangat penting, dan bagaimana makhluk hidup mendapatkannya?
Pertanyaan tersebut muncul dalam Buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kurikulum Merdeka kelas 5 halaman 61. Artikel ini akan memberikan kunci jawaban yang paling lengkap untuk pertanyaan tersebut.
Energi: Kebutuhan Dasar Makhluk Hidup
Makhluk hidup memerlukan energi untuk menjalankan seluruh proses kehidupannya. Energi dibutuhkan tidak hanya untuk bergerak atau berolahraga, tetapi juga untuk menjaga agar organ tubuh tetap berfungsi optimal. Semakin tinggi tingkat aktivitas, semakin besar pula energi yang dibutuhkan. Contohnya, anak-anak yang sedang tumbuh membutuhkan energi lebih banyak dibanding orang dewasa karena tubuh mereka sedang dalam fase pertumbuhan dan perkembangan.
Hal yang sama berlaku untuk orang sakit, ibu hamil, dan ibu menyusui, karena tubuh mereka memerlukan tambahan energi untuk memperbaiki sel dan mendukung proses vital seperti produksi ASI dan pertumbuhan janin.
Dikutip dari Encyclopedia of Human Nutrition (Fourth Edition) karya Susan B. Roberts (2023), kebutuhan energi pada manusia sangat bergantung pada tingkat aktivitas. Orang yang lebih aktif memerlukan lebih banyak energi dibanding mereka yang jarang bergerak. Misalnya, seorang atlet membutuhkan energi jauh lebih banyak dibanding pekerja kantoran.
Mengapa Energi Sangat Penting?
Energi adalah bahan bakar utama yang memungkinkan tubuh melakukan berbagai fungsi vital. Berikut beberapa alasan ilmiah mengapa energi begitu krusial:
1. Mendukung Aktivitas Fisik Sehari-hari
Aktivitas fisik bukan hanya soal olahraga atau mengangkat barang berat. Semua gerakan, sekecil apapun, membutuhkan energi. Setiap langkah kaki, mengangkat tangan, atau bahkan berpikir membutuhkan bahan bakar sel—yaitu energi. Semakin aktif seseorang, semakin besar kebutuhan energi yang harus dipenuhi.
2. Menjaga Fungsi Organ Tubuh
Meski seseorang tidak banyak bergerak, tubuh tetap membutuhkan energi. Sekitar 1.200 kalori per hari dibutuhkan untuk menjaga fungsi organ vital, termasuk detak jantung, metabolisme makanan, pernapasan, serta pengaturan suhu dan kadar air tubuh. Tanpa energi, organ-organ ini tidak dapat bekerja optimal.
3. Pertumbuhan dan Perbaikan Jaringan Tubuh
Energi juga diperlukan untuk pertumbuhan dan regenerasi sel. Anak-anak dan remaja membutuhkan energi ekstra untuk membangun tulang, otot, dan jaringan tubuh lainnya. Ibu hamil memerlukan energi tambahan untuk pertumbuhan janin, sedangkan ibu menyusui menggunakan energi lebih banyak untuk produksi ASI. Energi juga berperan dalam memperbaiki sel yang rusak akibat aktivitas sehari-hari atau penyakit.
Sumber Energi dari Makanan
Agar tubuh mendapatkan energi yang cukup, penting untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Beberapa sumber energi utama meliputi:
-
Buah dan Sayuran Segar: Nutrisi pada buah dan sayuran yang segar lebih mudah diserap oleh tubuh, meningkatkan energi alami.
-
Protein: Daging tanpa lemak, ayam, ikan, dan produk hewani lainnya memberikan protein yang membantu pertumbuhan dan perbaikan sel. Ikan seperti salmon dan tuna mengandung omega-3 yang menyehatkan jantung.
-
Karbohidrat Kompleks: Beras, roti gandum, kentang, dan jagung merupakan sumber energi utama karena tinggi serat, vitamin, dan mineral yang mendukung metabolisme tubuh.
Energi ini diubah oleh tubuh menjadi adenosin trifosfat (ATP), yang menjadi bahan bakar sel untuk melakukan semua aktivitas fisik dan proses metabolisme.
Bagaimana Makhluk Hidup Memperoleh Energi?
Energi diperoleh melalui metabolisme makanan. Tubuh mengubah nutrisi dari makanan menjadi kalori yang digunakan sel untuk bergerak, menjaga suhu tubuh, dan menjalankan fungsi organ.
Dalam ekosistem, cara makhluk hidup mendapatkan energi berbeda-beda:
-
Organisme Autotrof: Mampu membuat makanan sendiri melalui fotosintesis (tumbuhan) atau kemosintesis. Mereka menggunakan energi matahari atau reaksi kimia untuk menghasilkan energi dalam bentuk makanan.
-
Organisme Heterotrof: Tidak bisa membuat makanannya sendiri. Mereka memperoleh energi dari organisme lain. Heterotrof dibagi menjadi tiga kategori:
-
Konsumen: Memakan organisme lain secara langsung.
-
Pengurai: Mendapatkan energi dari organisme mati.
-
Detritivor: Memakan partikel organik yang sudah membusuk, contohnya lintah dan cacing.
-
Proses ini menjamin aliran energi di ekosistem tetap berjalan, sehingga kehidupan bisa terus berlangsung.
Kesimpulan
Energi adalah fondasi kehidupan makhluk hidup. Dari aktivitas fisik hingga fungsi organ vital, dari pertumbuhan anak hingga dukungan pada ibu hamil, energi memainkan peran yang tak tergantikan. Memenuhi kebutuhan energi melalui makanan bergizi seimbang dan memahami bagaimana tubuh menggunakannya, adalah kunci hidup sehat dan aktif.
Baca Juga: Bagaimana Panas dari Nyala Api Bisa Kamu Rasakan? Inilah Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 5 SD Halaman 122
Baca Juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 5 SD atau MI Kurikulum Merdeka Halaman 60 Bab 3
FAQ
1. Apa itu energi dalam konteks makhluk hidup?
Energi adalah sumber daya yang dibutuhkan makhluk hidup untuk melakukan aktivitas sehari-hari, menjaga fungsi organ, pertumbuhan, dan perbaikan sel. Tanpa energi, tubuh tidak dapat bekerja secara optimal.
2. Mengapa tubuh manusia membutuhkan energi setiap hari?
Tubuh manusia membutuhkan energi untuk berbagai fungsi, mulai dari aktivitas fisik, metabolisme makanan, menjaga detak jantung, bernapas, hingga mengatur suhu dan kadar air tubuh. Bahkan orang yang minim aktivitas tetap membutuhkan energi untuk mempertahankan fungsi organ vital.
3. Siapa yang memiliki kebutuhan energi lebih tinggi?
Orang-orang yang lebih aktif secara fisik, anak-anak yang sedang tumbuh, ibu hamil, ibu menyusui, dan orang yang sedang sakit membutuhkan energi lebih tinggi dibanding mereka yang jarang bergerak.
4. Apa saja sumber energi bagi tubuh manusia?
Sumber energi utama tubuh berasal dari makanan dan minuman, terutama:
-
Karbohidrat kompleks: nasi, roti gandum, kentang, jagung
-
Protein: daging tanpa lemak, ayam, ikan, kacang-kacangan
-
Lemak sehat: ikan berlemak seperti salmon, minyak zaitun
-
Buah dan sayuran segar untuk vitamin dan mineral
5. Bagaimana energi dari makanan digunakan oleh tubuh?
Tubuh mengubah nutrisi dari makanan menjadi adenosin trifosfat (ATP), yang menjadi bahan bakar sel. Energi ini digunakan untuk bergerak, berpikir, metabolisme, dan menjalankan fungsi organ tubuh.
6. Bagaimana makhluk hidup lain selain manusia memperoleh energi?
-
Organisme autotrof, seperti tumbuhan, membuat makanannya sendiri melalui fotosintesis atau kemosintesis.
-
Organisme heterotrof, seperti hewan, memperoleh energi dari makhluk hidup lain, baik langsung (konsumen), dari organisme mati (pengurai), atau dari partikel organik yang membusuk (detritivor).
7. Apa akibat jika tubuh kekurangan energi?
Jika tubuh kekurangan energi, berbagai fungsi vital akan terganggu, termasuk metabolisme, fungsi organ, pertumbuhan, dan perbaikan jaringan. Kekurangan energi juga dapat menyebabkan kelelahan, penurunan daya tahan tubuh, dan gangguan kesehatan jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









