Hewan Tercepat di Dunia: Siapa Saja Mereka dan Bagaimana Bisa Sekilat Itu?

AKURAT.CO Tahukah Anda, hewan tercepat di dunia ternyata bukan cheetah seperti yang sering dikira? Alam liar menyimpan kejutan: ada burung, ikan, bahkan antelope yang bisa melesat dengan kecepatan menyaingi kendaraan buatan manusia.
Dari angkasa hingga samudra, masing-masing punya cara unik untuk bertahan hidup. Yuk, kita kenali para “atlet super” dunia hewan ini.
Elang Peregrine – Juara Kecepatan Dunia
Kecepatan maksimal: 389 km/jam (saat menukik)
Elang peregrine bukan sekadar burung pemangsa. Saat berburu, ia berubah jadi rudal hidup yang kecepatannya melebihi mobil Formula 1.
Rahasianya terletak pada tubuh yang aerodinamis, sayap sabit yang stabil, serta hidung bersekat yang mencegah kerusakan akibat tekanan udara.
Cheetah – Raja Lintas Darat
Kecepatan maksimal: 120 km/jam
Akselerasi: 0–100 km/jam hanya dalam 3 detik
Cheetah masih memegang mahkota sebagai hewan darat tercepat. Dengan tulang belakang super elastis, paru-paru besar, dan ekor panjang sebagai kemudi, cheetah bisa menyalip banyak mobil sport. Hanya saja, kecepatan itu tak bertahan lama—maksimal 30 detik—sebelum tubuhnya kepanasan.
Black Marlin – Sang Peluru Laut
Kecepatan maksimal: 129 km/jam
Di samudra, black marlin jadi raja kecepatan. Dengan tubuh ramping bak torpedo dan sirip yang lentur, ikan ini bisa menembus air secepat speedboat. Ia memanfaatkan kecepatannya untuk mengejar mangsa kecil dan menghindari predator.
Baca Juga: Doa untuk Orang Tua dalam Alquran: Kasih Sayang yang Tak Pernah Putus
Daftar Hewan Tercepat Berdasarkan Habitat
Hewan Tercepat di Udara
-
Elang Peregrine – 389 km/jam
-
Golden Eagle – 320 km/jam
-
Spine-tailed Swift – 170 km/jam (horizontal)
-
Frigatebird – 150 km/jam
Hewan Tercepat di Darat
-
Cheetah – 120 km/jam
-
Pronghorn Antelope – 98 km/jam
-
Springbok – 88 km/jam
-
Singa – 80 km/jam
Hewan Tercepat di Air
-
Black Marlin – 129 km/jam
-
Sailfish – 110 km/jam
-
Tuna Sirip Biru – 75 km/jam
-
Hiu Mako – 60 km/jam
Mengapa Mereka Bisa Secepat Itu?
-
Evolusi & Survival: Kecepatan lahir dari persaingan antara predator dan mangsa, serta kebutuhan migrasi jarak jauh.
-
Adaptasi Tubuh: Sistem pernapasan, otot, dan tulang mereka berevolusi untuk performa maksimal.
-
Habitat: Savana luas, lautan terbuka, hingga langit tinggi memberi ruang bagi kecepatan ekstrem.
Hewan vs Teknologi Manusia
-
Cheetah (120 km/jam) lebih cepat dari motor sport rata-rata.
-
Elang Peregrine (389 km/jam) mengalahkan jet tempur subsonik saat menukik.
-
Black Marlin (129 km/jam) melesat lebih cepat dari speedboat modern.
Ancaman & Konservasi
Sayangnya, hewan-hewan tercepat dunia sedang terancam.
-
Populasi cheetah tersisa sekitar 7.000 ekor di alam liar.
-
Black marlin dan sailfish terancam penangkapan berlebih.
-
Fragmentasi habitat membuat ruang gerak mereka semakin sempit.
Upaya penyelamatan dilakukan lewat penangkaran, pembangunan koridor satwa, hingga regulasi internasional untuk membatasi penangkapan ikan.
Tips Mengamati Hewan Super Cepat
-
Serengeti, Tanzania: menyaksikan cheetah berburu di padang savana.
-
Monterey Bay, California: rumah bagi elang peregrine.
-
Great Barrier Reef, Australia: lokasi terbaik untuk melihat marlin dan sailfish.
-
Yellowstone, AS: habitat pronghorn antelope.
Masa Depan Riset dan Inspirasi Teknologi
-
Drone AI & chip biosensor akan memudahkan ilmuwan memantau kecepatan tanpa mengganggu satwa.
-
Desain pesawat, kapal, dan mobil balap sudah banyak terinspirasi dari biomekanika hewan-hewan cepat ini.
Dari elang peregrine yang melesat hampir 400 km/jam di udara, cheetah yang berlari sekilat mobil sport, hingga marlin yang menembus laut seperti torpedo—hewan-hewan ini adalah bukti keajaiban evolusi.
Mereka menunjukkan betapa alam telah menciptakan desain sempurna untuk bertahan hidup.
Tugas kita adalah menjaga agar kecepatan luar biasa ini tidak lenyap bersama punahnya mereka. Karena melindungi para pelari, penyelam, dan penerbang tercepat ini berarti menjaga keseimbangan alam semesta.
Baca Juga: 5 Tips Ampuh Membersihkan Sepatu Suede agar Selalu Tampak Seperti Baru
Laporan: Tia Ayulia/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








