Akurat

Pentingnya Kode Etik Guru dalam Profesi Pendidikan: Penjelasan Lengkap

Naufal Lanten | 5 September 2025, 23:41 WIB
Pentingnya Kode Etik Guru dalam Profesi Pendidikan: Penjelasan Lengkap

AKURAT.CO Bagi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025, salah satu bagian yang cukup menantang adalah mengerjakan soal Cerita Reflektif pada Modul 3 Topik 3 dengan tema “Kode Etik Guru, Apakah Perilaku Guru sebagai Pendidik Perlu Diatur?”. Banyak guru yang mencari referensi agar lebih mudah menyusun jawaban, terutama untuk pertanyaan:

Berdasarkan hasil refleksi di atas, renungkan dan tuliskan alasan mengapa perlu ada kode etik profesi termasuk profesi guru. Kemudian tuliskan apa yang Bapak/Ibu harapkan dengan mempelajari materi kode etik guru ini.”

Profesi guru bukan hanya soal menyampaikan materi pelajaran di kelas. Lebih dari itu, seorang guru adalah panutan, teladan, sekaligus penjaga moral dan etika dalam dunia pendidikan. Karena itulah, keberadaan kode etik profesi guru menjadi hal yang sangat penting untuk mengarahkan perilaku, menjaga integritas, sekaligus memastikan setiap tindakan guru benar-benar berpihak pada peserta didik.

Lalu, mengapa kode etik profesi perlu ada, khususnya bagi guru, dan apa harapan yang bisa lahir setelah mempelajari materi ini?

Kunci Jawaban Cerita Reflektif Modul 3 Topik 3

Berdasarkan hasil refleksi, berikut kunci jawaban yang bisa dijadikan referensi oleh peserta PPG 2025:

Mengapa Kode Etik Profesi Sangat Penting?

Setiap profesi memiliki aturan dasar yang mengikat para anggotanya agar tetap profesional. Dalam konteks pendidikan, kode etik guru berfungsi sebagai pedoman perilaku sekaligus standar kinerja yang harus dipatuhi.

Tanpa kode etik, potensi terjadinya penyimpangan dalam tugas mengajar akan semakin besar. Misalnya, penyalahgunaan wewenang, ketidakadilan dalam memperlakukan siswa, hingga perilaku yang merugikan peserta didik. Keberadaan kode etik inilah yang mencegah hal tersebut sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap profesi guru.

Selain itu, guru bukan hanya mendidik secara akademis, tetapi juga membentuk karakter, moral, dan etika siswa. Dengan kata lain, kode etik adalah pagar moral agar guru tetap konsisten menjaga integritas serta kehormatan profesinya.


Refleksi: Alasan Mengapa Guru Membutuhkan Kode Etik

Berdasarkan hasil refleksi pembelajaran, kode etik profesi dibutuhkan karena:

  • Menjadi pedoman sikap dan perilaku yang jelas bagi setiap guru.

  • Membantu mencegah terjadinya pelanggaran hukum dan etika.

  • Menjaga hubungan harmonis antara guru dengan siswa, orang tua, maupun rekan sejawat.

  • Melindungi martabat guru agar tetap profesional, adil, dan manusiawi.

Seorang guru adalah figur yang selalu diamati, baik di dalam maupun di luar kelas. Tanpa pedoman yang kuat, risiko menurunnya wibawa profesi semakin besar. Maka, keberadaan kode etik ibarat kompas yang mengarahkan langkah guru agar tidak keluar jalur.


Harapan Setelah Mempelajari Kode Etik Guru

Setelah mempelajari materi tentang kode etik guru, ada sejumlah harapan yang bisa menjadi pegangan dalam menjalankan profesi. Pertama, guru dapat lebih memahami prinsip moral dan etika yang harus dijunjung tinggi dalam praktik sehari-hari. Kedua, guru mampu bersikap lebih bijaksana dalam menghadapi berbagai situasi, baik ketika mengajar maupun ketika berinteraksi dengan siswa dan masyarakat.

Lebih jauh, dengan memahami kode etik, guru diharapkan:

  • Mampu menjaga profesionalisme dan kredibilitas dalam dunia pendidikan.

  • Menjadi teladan dalam sikap saling menghargai, bertanggung jawab, dan adil.

  • Menciptakan lingkungan belajar yang aman, inspiratif, dan memotivasi siswa untuk berkembang.

  • Siap menghadapi dilema etika dengan keputusan yang tepat dan berimbang.

Intinya, kode etik guru bukan hanya aturan tertulis, tetapi juga komitmen moral yang terus dibawa sepanjang perjalanan profesi.


Tujuan dan Fungsi Kode Etik Guru

Mengutip buku Etika dan Profesi Keguruan karya Syarifah Normawati (2019:165), kode etik guru memiliki tujuan dan fungsi yang jelas.

Tujuan kode etik guru meliputi:

  • Menjunjung tinggi martabat profesi.

  • Menjadi pedoman perilaku dalam menjalankan tugas.

  • Menjaga kesejahteraan anggota profesi.

  • Meningkatkan mutu profesi dan organisasi keguruan.

Fungsinya antara lain:

  • Memberikan arah agar guru terhindar dari penyimpangan.

  • Membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan pendidikan.

  • Menjaga profesi agar tidak terpecah oleh konflik internal.

  • Menumbuhkan tanggung jawab guru atas profesinya.

Dengan tujuan dan fungsi tersebut, jelas bahwa kode etik bukan sekadar aturan formalitas, melainkan fondasi penting untuk menjaga keberlangsungan dan kehormatan profesi guru.


Kesimpulan

Dari refleksi pembelajaran PPG 2025, dapat dipahami bahwa kode etik profesi guru adalah kebutuhan mendasar. Tanpa pedoman ini, profesi guru akan kehilangan arah, bahkan berpotensi menurunkan wibawa dan kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.

Dengan memahami dan menginternalisasi kode etik, guru diharapkan mampu menjaga integritas, menghormati hak peserta didik, dan menjadi teladan yang layak ditiru. Inilah yang membuat kode etik guru tidak bisa dipandang sebelah mata, karena di baliknya terdapat misi besar untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan bermoral.


Baca Juga: Kunci Jawaban Modul 3 Topik 1 PPG 2025 Terbaru: Filsafat Pancasila dan Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Baca Juga: Kunci Jawaban Latihan Pemahaman Modul 3 Topik 2 PPG Terbaru: Jangan Sampai Salah!

FAQ Seputar Kunci Jawaban Cerita Reflektif Modul 3 Topik 3 PPG 2025

1. Apa itu Cerita Reflektif Modul 3 Topik 3 PPG 2025?
Cerita Reflektif Modul 3 Topik 3 PPG 2025 adalah bagian dari pembelajaran Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai (FPPN) yang mengajak peserta PPG untuk merenungkan pentingnya kode etik guru dalam menjalankan profesinya.

2. Mengapa kode etik profesi guru perlu ada?
Kode etik profesi guru diperlukan untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan martabat guru. Dengan adanya pedoman ini, guru dapat terhindar dari penyimpangan, menjaga keadilan, serta memastikan setiap keputusan berpihak pada peserta didik.

3. Apa isi pertanyaan pada Cerita Reflektif Modul 3 Topik 3?
Pertanyaannya berbunyi: “Berdasarkan hasil refleksi di atas, renungkan dan tuliskan alasan mengapa perlu ada kode etik profesi termasuk profesi guru. Kemudian tuliskan apa yang Bapak/Ibu harapkan dengan mempelajari materi kode etik guru ini.”

4. Apa contoh kunci jawaban Cerita Reflektif Modul 3 Topik 3?
Kunci jawaban utamanya adalah bahwa kode etik profesi diperlukan sebagai pedoman perilaku dan standar kinerja, serta untuk mencegah pelanggaran hukum dan etika. Harapannya, guru bisa menjalankan tugas lebih terarah, profesional, dan tidak merugikan siswa.

5. Apa tujuan dari kode etik guru menurut literatur?
Mengutip Syarifah Normawati (2019), tujuan kode etik guru antara lain menjunjung martabat profesi, menjaga kesejahteraan anggota profesi, menjadi pedoman perilaku, meningkatkan mutu profesi, serta memperkuat organisasi keguruan.

6. Apa fungsi kode etik guru dalam praktik sehari-hari?
Fungsinya antara lain memberi arah yang jelas dalam melaksanakan tugas, menumbuhkan tanggung jawab profesi, mencegah konflik internal, serta membantu meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

7. Bagaimana harapan setelah mempelajari kode etik guru?
Harapannya, guru mampu lebih bijaksana dalam mengajar, menjaga profesionalisme, menjadi teladan bagi siswa, serta menghadapi dilema etika dengan keputusan yang tepat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.