Apa Itu Oligarki? Pengertian, Ciri, dan Contoh di Indonesia dan Dunia

AKURAT.CO Di tengah hiruk-pikuk politik dan ekonomi Indonesia, istilah oligarki semakin sering terdengar. Dari ruang sidang DPR hingga perdebatan warganet di media sosial, kata ini kerap muncul ketika membicarakan ketimpangan kekuasaan dan dominasi segelintir elit.
Secara sederhana, oligarki adalah sistem di mana kekuasaan politik maupun ekonomi dikuasai oleh kelompok kecil yang memiliki modal besar. Dalam praktiknya, kepentingan rakyat sering tersisihkan demi keuntungan segelintir orang.
Isu ini kerap dikaitkan dengan berbagai persoalan bangsa: mulai dari kerusakan lingkungan, korupsi, revisi undang-undang, hingga praktik politik uang yang mencederai demokrasi. Banyak yang menilai, oligarki adalah “hantu besar” di balik keputusan negara yang tidak berpihak pada rakyat.
Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan oligarki? Mengapa ia dianggap ancaman nyata bagi kualitas demokrasi di Indonesia?
Apa Itu Oligarki?
Secara etimologis, oligarki berasal dari bahasa Yunani oligos (sedikit) dan arkhein (memerintah). Artinya, pemerintahan yang dijalankan oleh segelintir orang. Dalam konteks modern, oligarki tidak hanya berbicara soal politik, tetapi juga ekonomi, media, hingga kebudayaan yang didominasi elit.
Ciri-Ciri Oligarki di Suatu Negara
Sebuah negara disebut oligarki jika menunjukkan beberapa ciri berikut:
-
Kekuasaan terpusat pada segelintir elit, baik keluarga kaya, kelompok politik, maupun korporasi besar.
-
Kebijakan berpihak pada kelompok tertentu, bukan masyarakat luas.
-
Kesenjangan sosial-ekonomi tinggi, jurang kaya-miskin semakin lebar.
-
Partisipasi rakyat terbatas, suara masyarakat sering diabaikan meski ada pemilu.
-
Korupsi dan nepotisme kuat, jabatan diberikan karena kedekatan, bukan kemampuan.
-
Kontrol media dan informasi, elit menguasai media untuk menjaga kepentingannya.
-
Sulitnya mobilitas sosial, akses pendidikan, ekonomi, dan politik dimonopoli elit.
Contoh Oligarki di Berbagai Negara
Rusia
Setelah Uni Soviet runtuh, muncul kelompok oligark yang menguasai minyak, gas, dan industri berat. Mereka memiliki kedekatan dengan pemerintah dan memengaruhi kebijakan negara.
Amerika Serikat
Miliarder dan korporasi besar mendominasi politik melalui lobi dan dana kampanye. Demokrasi tetap ada, tapi sering disebut sebagai “oligarki terselubung.”
China
Elit Partai Komunis dan keluarga besar menguasai perusahaan negara serta proyek ekonomi raksasa, memperkuat oligarki politik-ekonomi.
Arab Saudi
Keluarga kerajaan mengendalikan hampir seluruh sektor, terutama minyak. Kekuasaan bersifat dinasti dan terpusat pada keluarga besar.
Meksiko
Oligarki hadir lewat politik dinasti, pengaruh bisnis besar, dan keterlibatan kartel narkoba dalam politik lokal.
Jenis-Jenis Oligarki
1. Oligarki Aristokratik
Kekuasaan dipegang kaum bangsawan atau keluarga kerajaan. Mereka merasa berhak memimpin karena status “darah biru.”
Contoh: sistem bangsawan di Eropa abad pertengahan.
2. Oligarki Plutokratik (Plutokrasi)
Dikuasai oleh kelompok pemilik modal besar. Kebijakan publik diarahkan untuk melindungi kepentingan mereka.
Contoh: kritik terhadap pengaruh miliarder dalam politik Amerika Serikat.
3. Oligarki Teknopratik
Dipegang oleh kalangan intelektual atau teknokrat. Meski berbasis keahlian, suara rakyat sering terpinggirkan.
Contoh: pemerintahan yang didominasi think tank atau akademisi.
4. Oligarki Militer
Militer tidak hanya mengurus pertahanan, tetapi juga ikut mengendalikan politik dan ekonomi.
Contoh: junta militer di Myanmar.
5. Oligarki Partai Politik
Partai tertentu atau elit di dalam partai menguasai pemerintahan. Kekuasaan hanya terbuka bagi lingkaran partai dominan.
Contoh: rezim partai tunggal di abad ke-20.
Bagaimana Mencegah Oligarki Menguasai Negara?
Masyarakat perlu waspada agar tidak terjebak dalam sistem yang hanya menguntungkan elit. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:
-
Mendorong transparansi kebijakan.
-
Memperkuat partisipasi publik dalam proses politik.
-
Mengawasi kekuasaan elit melalui media independen dan masyarakat sipil.
Dengan begitu, negara tidak hanya menjadi panggung segelintir aktor, melainkan ruang bersama tempat semua warga bisa berperan aktif dalam membangun demokrasi.
Penutup
Oligarki bukan sekadar istilah politik, tetapi fenomena nyata yang bisa memengaruhi kualitas demokrasi dan kehidupan rakyat. Memahami apa itu oligarki, ciri, jenis, dan contohnya di berbagai negara akan membantu masyarakat lebih kritis terhadap arah kebijakan pemerintah.
Baca Juga: Kedekatan Elite dengan Oligarki Bikin Budaya Parpol Makin Tak Beretika
Baca Juga: Negara Harus Sejahterakan Rakyat, Bukan Perkaya Oligarki
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan oligarki?
Oligarki adalah sistem di mana kekuasaan politik maupun ekonomi dikuasai oleh segelintir elit atau kelompok kecil, sementara kepentingan rakyat banyak sering terabaikan.
2. Apa ciri utama negara yang menganut oligarki?
Ciri utamanya adalah kekuasaan terpusat pada kelompok elit, kebijakan berpihak pada segelintir orang, kesenjangan sosial-ekonomi tinggi, serta terbatasnya partisipasi rakyat dalam proses politik.
3. Apa contoh oligarki di Indonesia?
Banyak pengamat menilai praktik oligarki terlihat dalam politik uang, penguasaan sumber daya alam oleh elit tertentu, serta kedekatan antara pengusaha besar dan pembuat kebijakan.
4. Apa saja jenis-jenis oligarki?
Jenisnya meliputi oligarki aristokratik (bangsawan), plutokratik (orang kaya), teknokratik (kaum intelektual/ahli), militer (jenderal atau angkatan bersenjata), dan partai politik (partai dominan).
5. Mengapa oligarki dianggap berbahaya bagi demokrasi?
Karena oligarki membuat keputusan negara lebih berpihak pada elit dibanding rakyat, sehingga demokrasi hanya menjadi formalitas dan suara masyarakat sering diabaikan.
6. Apakah oligarki hanya ada di negara berkembang?
Tidak. Oligarki juga hadir di negara maju, misalnya melalui pengaruh miliarder, perusahaan raksasa, atau lobi politik yang sangat kuat dalam memengaruhi kebijakan publik.
7. Bagaimana cara mencegah oligarki tumbuh subur?
Caranya dengan mendorong transparansi kebijakan, memperkuat partisipasi publik, mengawasi elit politik-ekonomi, serta menjaga independensi media dan masyarakat sipil.
Laporan: Mutiara Yaletha/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





