Akurat

Indonesia Mengajar Gelar Olimpiade Genomik Indonesia 2025

Oktaviani | 21 Agustus 2025, 23:08 WIB
Indonesia Mengajar Gelar Olimpiade Genomik Indonesia 2025


AKURAT.CO Indonesia Mengajar resmi menggelar ajang olimpiade sains pertama di bidang genomik bertajuk Olimpiade Genomik Indonesia (OGI) 2025.

Kompetisi ini lahir dari semangat menghadirkan ilmu genomik agar dapat diakses oleh semua anak bangsa.

Bekerja sama dengan Regene Academy, OGI hadir dengan tagline “Belajar, Bertumbuh, dan Bersinar”, mengajak generasi muda mengenal genetika dengan cara inklusif, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Ilmu genomik sering dianggap rumit dan hanya untuk ilmuwan. Padahal, rasa ingin tahu tentang tubuh, alam, dan kehidupan adalah milik semua orang. OGI menjadi ruang eksplorasi, belajar, dan terkoneksi dengan masa depan,” ujar Ketua Pengarah OGI, Amin Soebandrio, Kamis (21/8/2025).

OGI 2025 dirancang bukan hanya lomba, melainkan wadah belajar dan bereksperimen. Pesertanya berasal dari SMP dan SMA di berbagai daerah, termasuk sekolah di Papua, Nias Barat, Kepulauan Aru, hingga Sigi, Sulawesi Tengah.

Melalui tahapan seleksi, mereka diajak memahami genomik dalam konteks nyata: kesehatan, pertanian, hingga kearifan lokal.

Baca Juga: Dorong Transaksi Nontunai di Pasar Tradisional, Bank Jakarta Raih Tiga Penghargaan Digitalisasi Pasar

Genomik sendiri menjadi dasar berbagai inovasi modern, mulai dari pengobatan presisi, pengembangan pertanian berkelanjutan, hingga pelestarian biodiversitas.

Namun, bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, bidang ini masih dianggap jauh dan sulit dijangkau. OGI hadir untuk menjembatani kesenjangan itu.

Final OGI berlangsung selama dua hari, 22–23 Agustus 2025, di Universitas Indonesia (UI). Malam puncak disertai awarding day pada 24 Agustus 2025 di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Rangkaian acara mencakup kompetisi final, kelas inspirasi, diskusi bersama ilmuwan, hingga berbagi kisah anak-anak daerah tentang pengalaman mereka dengan sains.

Para finalis, yang sebelumnya melalui seleksi ketat dari ribuan peserta, akan menampilkan hasil pembelajaran mereka di hadapan juri dan publik.

Puncak OGI juga akan dihadiri pejabat Kementerian Kesehatan, Kemendikdasmen, serta para pakar genomik nasional.

Prof. Amin optimistis OGI akan melahirkan generasi peneliti, pendidik, dan inovator sains masa depan.

Baca Juga: Ketua LPS: Soemitronomics Kunci Indonesia Melewati Berbagai Krisis Ekonomi Global

"Genomik adalah masa depan teknologi Indonesia,” tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.