Akurat

Cara Mengumpulkan Data dalam Menulis Artikel Ilmiah Populer: Lengkap & Praktis

Naufal Lanten | 17 Agustus 2025, 20:49 WIB
Cara Mengumpulkan Data dalam Menulis Artikel Ilmiah Populer: Lengkap & Praktis

AKURAT.CO Menulis artikel ilmiah populer butuh data yang jelas, akurat, dan mudah dipahami. Baik kamu pelajar, mahasiswa, jurnalis, atau content writer, pertanyaan utamanya sama: bagaimana cara mengumpulkan data yang benar agar tulisan meyakinkan pembaca? Jawabannya ada pada tiga metode inti—wawancara, kuesioner, dan membaca tulisan orang lain (studi pustaka)—yang bisa diterapkan untuk topik apa pun, di media cetak maupun daring.

Di bawah ini kamu akan menemukan panduan yang runtut, dari apa yang perlu disiapkan, siapa yang sebaiknya dihubungi, kapan & bagaimana merekam data, hingga mengapa validasi sumber wajib dilakukan. Semua disusun ringkas namun lengkap agar nyaman dibaca di mobile.


Mengapa Pengumpulan Data Itu Penting?

Data adalah “bukti” yang membuat ide atau opini dalam artikel ilmiah populer terasa kredibel. Tanpa data, tulisan mudah dipatahkan; dengan data, argumen jadi kuat, logis, dan berdaya persuasi. Tiga cara berikut membantu kamu menyiapkan “fondasi” itu.


1) Wawancara: Menggali Data Langsung dari Narasumber

Wawancara adalah tanya jawab terstruktur untuk mendapatkan informasi secara lengkap. Metode ini ideal ketika kamu butuh perspektif ahli, cerita langsung, atau klarifikasi fakta.

Sebelum wawancara, siapkan tiga hal:

  • Tentukan narasumber yang paling relevan dengan topik.

  • Susun daftar pertanyaan agar percakapan tetap fokus.

  • Pilih cara merekam data (catatan, perekam audio, atau video).

Wawancara bisa dilakukan tatap muka atau jarak jauh (video call, telepon, atau surat). Setelahnya, segera catat/rekam hasilnya agar tidak ada data yang terlewat.

Etiket wawancara (biar profesional dan lancar):

  • Sapa narasumber dengan panggilan yang tepat dan sesuai latar belakangnya.

  • Perkenalkan diri secara singkat dan jelas.

  • Jelaskan maksud serta tujuan wawancara dengan bahasa yang baik.

Tips kecil: simpan daftar pertanyaan di perangkat dan aktifkan perekam cadangan. Redundansi menyelamatkanmu dari risiko data hilang.


2) Kuesioner: Mengumpulkan Data Terstruktur dari Banyak Responden

Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang disusun untuk memperoleh informasi, cocok untuk menangkap pola, preferensi, atau kebiasaan responden dalam jumlah lebih banyak.

Sebelum menyusun kuesioner, pastikan:

  • Siapa yang akan mengisi (segmentasi responden).

  • Apa daftar pertanyaan yang akan diajukan (fokus dan relevan).

Gunakan kata tanya yang jelas dan spesifik: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, bagaimana (sering disingkat adiksimba), dan bisa ditambah berapa, seperti apa, sejauh mana untuk memperkaya detail.

Contoh singkat kuesioner (topik budaya membaca):

  • Berapa banyak buku yang kamu baca dalam seminggu?
    a) 1–2 b) 3–5 c) Lebih dari 5

  • Jenis buku apa yang kamu koleksi?
    a) Fiksi b) Nonfiksi c) Keduanya

Tips kecil: campurkan pertanyaan tertutup (opsi jawaban) untuk memudahkan analisis dan terbuka untuk menangkap insight yang tak terduga.


3) Membaca Tulisan Orang Lain (Studi Pustaka): Memperkuat Argumen dengan Referensi

Studi pustaka berarti menelaah karya tulis yang sudah terbit—artikel, laporan, buku—untuk melengkapi data dan memperluas perspektif. Ini krusial agar artikelmu tidak berdiri di atas opini belaka.

Tiga langkah pemeriksaan data saat studi pustaka:

  1. Cermati media penerbit. Utamakan media kredibel yang memiliki proses editing.

  2. Cari data pendukung. Jangan bergantung pada satu sumber; bandingkan beberapa referensi.

  3. Cantumkan sumber. Jika mengambil informasi dari tulisan orang lain, tuliskan sumbernya dengan rapi di artikel.

Tips kecil: simpan kutipan penting beserta detail sumber (penulis, judul, tahun, halaman/URL) sejak awal agar proses penulisan referensi jadi cepat dan akurat.


Benang Merah: Dari Data ke Artikel yang Enak Dibaca

Begitu data dari wawancara, kuesioner, dan studi pustaka terkumpul, lanjutkan ke tahap penyusunan artikel ilmiah populer:

  • Tetapkan topik dan tujuan sejak awal agar seleksi data lebih mudah.

  • Buat outline berisi pokok-pokok bahasan (alur dari pengantar, pembahasan, hingga simpulan).

  • Kembangkan outline menjadi paragraf pendek (2–3 kalimat) yang mengalir.

  • Sisipkan data secara natural untuk menguatkan argumen, bukan menumpuk angka tanpa konteks.

  • Gunakan bahasa yang komunikatif: jelaskan istilah teknis dengan contoh sehari-hari.

  • Akhiri dengan simpulan yang merangkum inti dan manfaat bagi pembaca.


Sumber Rujukan (Utama)

  • Maya Lestari Gusfitri & Elly Delfia (2021). Bahasa Indonesia untuk SMP Kelas VIII, hlm. 93–95.
    (Rujukan ini menjadi dasar tiga metode pengumpulan data: wawancara, kuesioner, dan membaca tulisan orang lain/studi pustaka.)

Baca Juga: Maxim Gelar Kompetisi Kuis Antar Pelajar SMP, Bangkitkan Semangat Kemerdekaan

Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 8 Halaman 41: Worksheet 1.7 The Day After the Independence Day Celebration

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.