Cara Ikan Hiu Berkembang Biak: Ovipar, Ovovivipar, hingga Vivipar

AKURAT.CO Ikan hiu selalu punya daya tarik tersendiri. Selain dikenal sebagai predator puncak di lautan, hiu juga menyimpan misteri besar dalam cara mereka berkembang biak. Tidak seperti ikan pada umumnya yang kebanyakan bertelur di luar tubuh, hiu justru memiliki sistem reproduksi yang lebih kompleks. Menariknya, ada tiga metode utama yang digunakan hiu: ovipar (bertelur), ovovivipar (bertelur lalu melahirkan), dan vivipar (melahirkan langsung).
Bagi kamu yang penasaran bagaimana hiu menghasilkan keturunan dan kenapa cara berkembang biaknya berbeda dengan hewan laut lain, mari kita kupas tuntas dalam ulasan ini.
Hiu, Predator Laut yang Unik dan Misterius
Menurut buku Biologi Perikanan karya Andi Tamsil dkk. (2021:338), hiu termasuk hewan karnivora yang memakan ikan, udang, kepiting, cumi-cumi, penyu, bahkan mamalia laut kecil seperti duyung. Mereka juga sering memanfaatkan sisa makanan yang dibuang kapal di laut.
Dari sekitar 450 spesies hiu yang ada di dunia, masing-masing memiliki strategi reproduksi berbeda. Sistem ini sudah berkembang melalui jutaan tahun evolusi, sehingga membantu hiu bertahan hidup dalam ekosistem laut yang penuh persaingan.
Cara Hiu Berkembang Biak
1. Ovipar: Bertelur di Luar Tubuh
Beberapa spesies hiu seperti hiu karpet, hiu bambu, swell shark, catshark, hingga horn shark berkembang biak dengan cara ovipar. Hiu betina menghasilkan telur yang terbungkus cangkang keras, mirip kapsul dengan sulur atau filamen yang berfungsi untuk menempel di terumbu karang atau rumput laut.
Proses inkubasi berlangsung cukup lama, antara 6–9 bulan, hingga akhirnya menetas. Selama masa ini, embrio hidup dengan memanfaatkan kuning telur sebagai sumber nutrisi.
Keuntungan dari cara ovipar adalah induk tidak perlu membawa embrio dalam tubuh, sehingga bisa lebih bebas bergerak. Namun kelemahannya, telur rentan dimangsa predator jika tidak ditempatkan di lokasi aman. Itulah sebabnya tingkat kelangsungan hidupnya lebih rendah dibanding metode lainnya.
2. Ovovivipar: Bertelur dan Melahirkan
Metode ovovivipar bisa disebut sebagai kombinasi antara bertelur dan melahirkan. Telur memang dihasilkan oleh induk hiu, tetapi tidak dikeluarkan. Sebaliknya, telur tetap berada di dalam tubuh hingga menetas. Spesies seperti hiu lemon, hiu dogfish, hiu pasir, hingga hiu mako menggunakan metode ini.
Yang menarik, embrio hiu dalam metode ini tidak hanya memakan kuning telur, tapi juga bisa mengalami kanibalisme intrauterin. Artinya, embrio yang lebih kuat akan memakan embrio lain atau telur yang tidak dibuahi. Fenomena ini disebut oophagy atau adelphophagy.
Dengan cara ini, hanya embrio terkuat yang akan bertahan hidup dan lahir. Strategi ini meningkatkan peluang hidup anak hiu ketika sudah keluar dari tubuh induknya.
3. Vivipar: Melahirkan Langsung
Metode vivipar adalah cara paling “mewah” dalam dunia hiu, karena sangat mirip dengan mamalia. Spesies seperti hiu putih, hiu macan, hiu biru, dan hiu banteng melahirkan langsung anak hiu yang sudah berkembang sempurna.
Dalam proses ini, embrio hiu berkembang di dalam rahim induk dan mendapatkan nutrisi melalui struktur mirip plasenta. Hal ini membuat anak hiu lahir dalam kondisi lebih besar dan kuat, sehingga peluang bertahan hidupnya lebih tinggi dibanding metode ovipar dan ovovivipar.
Kekurangannya, masa kehamilan bisa sangat panjang, bahkan mencapai 12–24 bulan pada spesies tertentu, dan jumlah anak yang lahir biasanya lebih sedikit.
Musim dan Waktu Reproduksi Hiu
Tidak semua hiu bereproduksi dengan siklus yang sama. Ada yang bisa melahirkan tiap tahun, ada juga yang butuh waktu lebih lama.
-
Hiu putih besar: siklus reproduksi sekitar 2–3 tahun dengan masa kehamilan 12–18 bulan.
-
Hiu paus: bereproduksi tiap 2–3 tahun, masa kehamilan 12 bulan.
-
Hiu dogfish: punya masa kehamilan terpanjang, hingga 24 bulan.
-
Hiu Greenland: siklus reproduksi terpanjang, bahkan mencapai 18 tahun.
Faktor yang memengaruhi musim kawin hiu antara lain perubahan suhu air, ketersediaan makanan, panjang siang-malam (fotoperiode), serta pola migrasi. Biasanya, hiu memilih melahirkan saat kondisi laut lebih hangat atau ketika makanan berlimpah, agar anak-anaknya punya peluang hidup lebih besar.
Kenapa Penting Memahami Cara Hiu Berkembang Biak?
Mengetahui bagaimana hiu bereproduksi bukan sekadar informasi sains, tapi juga sangat penting untuk konservasi. Hiu hanya menghasilkan sedikit anak dalam satu siklus, berbeda dengan ikan biasa yang bisa bertelur ratusan hingga ribuan butir. Itu berarti populasi hiu lebih rentan menurun jika terlalu banyak ditangkap atau habitatnya rusak.
Dengan memahami siklus hidup dan reproduksinya, manusia bisa menyusun strategi yang lebih efektif untuk menjaga populasi hiu tetap stabil. Pada akhirnya, melindungi hiu berarti juga menjaga keseimbangan ekosistem laut dan keberlanjutan sumber daya laut untuk manusia.
Kesimpulan
Ikan hiu punya cara berkembang biak yang unik: ovipar, ovovivipar, dan vivipar. Setiap metode punya kelebihan dan tantangan masing-masing, namun semuanya menunjukkan bagaimana hiu telah berevolusi untuk bertahan hidup di laut yang penuh persaingan.
Bagi kamu pelajar atau mahasiswa, memahami topik ini bisa membuka wawasan bahwa biologi laut bukan hanya soal “ikan bertelur”, tapi juga tentang strategi hidup yang kompleks.
Baca Juga: Kunci Jawaban Biologi Kelas 11 Halaman 244 Kurikulum Merdeka: Tumbuh Kembang Makhluk Hidup
Baca Juga: Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem: Pengertian dan Contoh Lengkap
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







