Akurat

Bakal Terjadi 23 Agustus, Apa Itu Fenomena Black Moon dan Bagaimana Cara Melihatnya?

Yusuf Tirtayasa | 15 Agustus 2025, 17:19 WIB
Bakal Terjadi 23 Agustus, Apa Itu Fenomena Black Moon dan Bagaimana Cara Melihatnya?

 

AKURAT.CO Fenomena langit langka akan terjadi pada Sabtu (23/8/2025) zona waktu Indonesia. Peristiwa ini dikenal sebagai Black Moon, yakni fase Bulan Baru yang memenuhi kriteria khusus sehingga disebut 'hitam'.

Dikutip dari Time and Date, Kamis (14/8/2025), Black Moon terjadi pada 23 Agustus 2025 di sebagian besar wilayah dunia, 22 Agustus di zona waktu barat. Tahun ini termasuk Black Moon musiman, yakni Bulan Baru ketiga dalam satu musim yang memiliki empat Bulan Baru.

Apa itu Black Moon?

Black Moon bukan istilah astronomi resmi, tetapi populer di media untuk menyebut kondisi khusus pada Bulan Baru. Istilah ini mencakup definisi sebagai Bulan Baru kedua dalam satu bulan kalender atau Bulan Baru ketiga dalam satu musim yang memiliki empat Bulan Baru.

Space.com dan Timeanddate merangkum kedua penggunaan istilah ini. Mereka menjelaskan bahwa fenomena tersebut hanya terjadi setiap sekitar 29-33 bulan sehingga dianggap langka.

Penting dipahami bahwa Black Moon tidak bisa dilihat. Saat Bulan Baru, Bulan berada hampir segaris dengan Matahari sehingga piringannya gelap dan dekat dengan silau Matahari, praktis tak tampak di malam hari.

EarthSky menekankan bahwa momen Bulan Baru membuat langit lebih gelap. Kondisi ini menjadikan objek langit redup lebih mudah diabadikan.

Kapan terjadinya di Indonesia?

Untuk Indonesia (WIB/WITA/WIT), Black Moon terjadi pada 23 Agustus 2025. Kalender fase Bulan independen seperti SpaceWeatherLive juga menandai New Moon pada 23 Agustus 2025, konsisten dengan rujukan Timeanddate.

Walau Bulan-nya tak tampak, malam tanpa cahaya Bulan adalah 'panggung' ideal untuk:

- Bimasakti (Milky Way) dan nebula/objek langit dalam (DSO) yang redup.
- Hujan meteor yang masih tersisa di Agustus; langit gelap membantu deteksi meteor yang lebih samar, sebagaimana sering diulas panduan pengamatan meteor oleh media sains.

Berikut tips mudah menikmati langit gelap Black Moon:

1. Pilih lokasi gelap
Jauhi lampu kota (cari area dengan polusi cahaya rendah). EarthSky merekomendasikan situs langit gelap untuk memaksimalkan detail bintang.

2. Datang larut malam/dini hari
Setelah tengah malam hingga jelang fajar, langit paling gelap dan lebih banyak rasi bintang tampak jelas.

3. Biarkan mata beradaptasi 20-30 menit
Hindari menatap layar ponsel; gunakan mode red light agar adaptasi gelap tidak rusak.

4. Arahkan pandangan ke Jalur Bimasakti
Di Indonesia pada Agustus, Bimasakti membentang tinggi di langit malam, cari area berdebu terang seperti Sagittarius-Scorpius untuk pemandangan terbaik.

5. Bawa tripod & gunakan eksposur panjang (bagi pemotret)
ISO sedang-tinggi, bukaan lebar, eksposur beberapa detik; gunakan timer/remote untuk menghindari getar.

6. Cek prakiraan cuaca & awan
Langit cerah adalah kunci; rencanakan cadangan lokasi jika berawan.

Media sains seperti Smithsonian Magazine menyebut Black Moon sebagai fenomena 'tak terlihat tapi penting' karena menghadirkan langit tergelap. Momen ini menjadi peluang emas untuk stargazing di akhir musim panas belahan utara dan puncak musim kemarau wilayah tropis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.