Akurat

Sejarah BPUPKI: Langkah Awal Menuju Kemerdekaan dan Lahirnya Pancasila

Eko Krisyanto | 3 Agustus 2025, 00:00 WIB
Sejarah BPUPKI: Langkah Awal Menuju Kemerdekaan dan Lahirnya Pancasila

AKURAT.CO Tepat pada 29 April 1945, sebuah babak penting dalam sejarah bangsa Indonesia dimulai.

Di tengah kepungan Perang Dunia II, pemerintahan pendudukan Jepang di Jawa membentuk sebuah badan bernama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau lebih dikenal sebagai BPUPKI.

Dalam bahasa Jepang, badan ini disebut Dokuritsu Junbi Cosakai.

Pembentukan BPUPKI menjadi langkah awal yang strategis dalam mengantar Indonesia menuju gerbang kemerdekaan.

Meski digagas oleh pihak penjajah, badan ini justru menjadi ruang penting bagi para tokoh bangsa untuk menyusun fondasi negara merdeka.

Latar belakang pembentukan BPUPKI erat kaitannya dengan kondisi Jepang yang mulai terdesak dalam Perang Pasifik.

Untuk menarik simpati rakyat Indonesia, Jepang mengumumkan rencana pemberian kemerdekaan sebagai bagian dari propaganda Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya.

Namun, bagi para tokoh Indonesia, BPUPKI bukan sekadar alat propaganda. Ini adalah peluang untuk menyusun blueprint masa depan bangsa.

Tujuan utama BPUPKI adalah menyelidiki dan merumuskan hal-hal penting seputar dasar negara, sistem pemerintahan, wilayah, dan konstitusi negara Indonesia merdeka.

Baca Juga: Google Andalkan AI untuk Lindungi Anak di Dunia Digital, Ini Cara Kerjanya

Badan ini beranggotakan 67 orang, terdiri dari 60 tokoh Indonesia dan 7 perwakilan Jepang yang bertindak sebagai pengamat.

Sebagai ketua ditunjuk Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat, didampingi dua wakil ketua: Ichibangase Yosio (Jepang) dan R.P. Soeroso (Indonesia).

Dua Sidang Bersejarah BPUPKI

BPUPKI menggelar dua sidang utama yang menjadi tonggak sejarah penting:

Sidang Pertama (29 Mei – 1 Juni 1945)

Sidang ini fokus pada pembahasan dasar negara. Tiga tokoh besar—Mohammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno—mengajukan gagasan mereka.

Puncaknya, pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato monumental yang memperkenalkan konsep Pancasila. Tanggal tersebut kini diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

Sidang Kedua (10 – 17 Juli 1945)

Sidang ini membahas rancangan Undang-Undang Dasar, bentuk negara, wilayah, hingga kewarganegaraan.

Setelah sidang pertama, dibentuk Panitia Sembilan, yang menghasilkan Piagam Jakarta, cikal bakal dari Pembukaan UUD 1945.

Warisan Besar BPUPKI

Meski dibentuk oleh Jepang, BPUPKI menjadi wadah lahirnya gagasan-gagasan besar yang mendasari negara Indonesia merdeka.

Hasil kerja badan ini—terutama Pancasila dan rancangan UUD 1945—menjadi fondasi utama dalam membangun negara yang berdaulat.

BPUPKI dibubarkan pada 7 Agustus 1945 dan digantikan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), yang melanjutkan estafet menuju proklamasi.

Baca Juga: Ashanty Sedih Berat Toko Kuenya Tutup: Masa Terhancur Aku...

Singkatnya, BPUPKI bukan sekadar badan bentukan Jepang, melainkan ruang strategis bagi tokoh bangsa untuk memikirkan dan merumuskan masa depan Indonesia.

Dari badan inilah lahir nilai-nilai dasar yang hingga kini menjadi tiang penyangga kehidupan berbangsa: Pancasila dan UUD 1945.

 

Laporan: Dwi Arya Rahmansyah Ramadhan/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.