Akurat

Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 Dinilai Tidak Transparan, Banyak Peserta Kecewa

Lufaefi | 2 Agustus 2025, 07:04 WIB
Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 Dinilai Tidak Transparan, Banyak Peserta Kecewa

AKURAT.CO Proses seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2025 yang digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag) menuai sorotan. Sejumlah peserta menyuarakan kekecewaan terhadap mekanisme seleksi yang dinilai tidak transparan, tidak konsisten, dan menimbulkan banyak tanda tanya, terutama pada tahap pengumuman hasil.

Keluhan tersebut muncul dari berbagai grup diskusi daring peserta seleksi BIB 2025, terutama di aplikasi perpesanan WhatsApp. Banyak peserta mempertanyakan minimnya informasi yang diberikan oleh penyelenggara, khususnya mengenai alasan ketidaklulusan dan ketiadaan skor resmi dalam setiap tahapan seleksi.

Pada seleksi administratif, misalnya, peserta hanya mendapatkan notifikasi lolos atau tidak lolos tanpa disertai keterangan berkas mana yang kurang atau tidak memenuhi syarat. Hal serupa terjadi pada tahap Seleksi Akademik dan Tes Bakat Skolastik. Meskipun pelaksanaannya dilakukan secara daring dan diklaim objektif, para peserta tidak mendapatkan skor akhir atau nilai ambang batas kelulusan.

Baca Juga: PIK2 Dukung Anak Muda Tangerang Raih Mimpi Lewat Beasiswa dan Silat

“Kami tidak tahu nilai kami berapa, berapa nilai minimal untuk lulus, dan kenapa kami gagal. Tiba-tiba saja muncul pengumuman di akun masing-masing peserta: lulus atau tidak lulus, tanpa penjelasan,” ujar seorang peserta yang enggan disebut namanya, Kamis (10/7/2025).

Ia mengaku telah menyiapkan dokumen dan persyaratan dengan sangat serius, termasuk melampirkan LoA dari kampus tujuan, memiliki publikasi jurnal Scopus, serta dinyatakan lancar dalam membaca kitab kuning saat wawancara. “Saya merasa sudah menjalani seluruh tahapan dengan baik. Tapi tidak ada gunanya kalau semuanya tidak dijelaskan. Prosesnya tertutup,” ungkapnya kecewa.

Keluhan senada disampaikan oleh Muhammad, peserta lain yang merasa janggal dengan hasil tes bakat skolastik. Ia mengaku tidak mendapatkan alasan yang jelas mengapa dinyatakan tidak lolos. “Saya tidak lolos skolastik, tapi dari panitia tidak menjelaskan apa alasannya. Nilai saya pun tidak ditampilkan. Janggal menurut saya,” ujarnya.

Tidak hanya persoalan substansi penilaian, proses seleksi BIB 2025 juga dinilai tidak konsisten dari sisi waktu. Setiap pengumuman hasil seleksi, mulai dari hasil administrasi, tes skolastik, hingga hasil wawancara, kerap mengalami keterlambatan tanpa kejelasan penyebabnya.

“Dari awal seleksi, jadwal selalu molor. Tidak ada pemberitahuan resmi kenapa diundur, hanya muncul pengumuman tiba-tiba. Ini menambah kesan bahwa seleksi ini tidak profesional,” kata peserta lainnya.

Sebagian peserta bahkan menyuarakan dugaan adanya praktik "orang dalam" atau ordal dalam proses seleksi. Kecurigaan ini muncul dari latarbelakang ketidaktransparanan setiap proses seleksi.

Namun demikian, tidak sedikit pula peserta yang menganggap hal ini sebagai sesuatu yang "biasa saja" dalam penyelenggaraan beasiswa BIB. “Ya begitulah beasiswa BIB, suka tidak jelas. Sudah banyak yang tahu,” ujar seorang peserta lainnya dengan nada pasrah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian Agama belum memberikan penjelasan resmi terkait isu ketidaktransparanan ini.

Baca Juga: 260 Mahasiswa dan Dosen Raih Beasiswa Erasmus+ dari Uni Eropa

Di sisi lain, Beasiswa Indonesia Bangkit selama ini dikenal sebagai salah satu program unggulan yang didanai oleh Kementerian Agama dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Program ini membuka peluang bagi mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3, baik di dalam maupun luar negeri, serta dikenal memiliki fokus pada pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berpaham moderat.

Meskipun demikian, kritik terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam proses seleksi tahun 2025 ini mengindikasikan perlunya evaluasi mendalam agar kepercayaan publik terhadap program beasiswa ini tetap terjaga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.