Sejarah Negara Pertama di Dunia: Berawal dari Mesir Kuno
Eko Krisyanto | 1 Agustus 2025, 13:50 WIB

AKURAT.CO Ketika membicarakan negara pertama di dunia, kita tak hanya menelusuri tanggal kemerdekaan atau struktur politik modern, tetapi juga akar sejarah dan peradaban yang telah berlangsung ribuan tahun lamanya.
Di balik kemegahan gedung-gedung tinggi dan teknologi canggih hari ini, peradaban manusia pernah lahir dari sungai, lembah, dan tanah yang subur, tempat di mana masyarakat awal belajar bercocok tanam, membangun kota, hingga menyusun sistem pemerintahan.
Dari ratusan negara yang kini terdaftar sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hanya segelintir yang memiliki catatan sejarah yang sangat panjang. Salah satu yang paling menonjol, bahkan disebut sebagai negara pertama di dunia, adalah Mesir.
Mesir selalu menjadi topik yang tak habis untuk pembahasan peradaban kuno. Dikenal dengan piramida, mumi, dan keagungan para firaun, Mesir Kuno bukan sekadar legenda atau kisah mitologi, peradaban nyata yang berpengaruh besar terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, hingga sistem hukum di dunia modern.
Letaknya yang strategis di tepi Sungai Nil menjadikan Mesir tempat tumbuhnya peradaban yang maju sejak lebih dari 5.000 tahun yang lalu. Dari kehidupan agraris hingga kekuasaan absolut para raja, sejarah Mesir menyimpan banyak pelajaran penting bagi pendidikan dan kebudayaan masa kini.
Baca Juga: 7 Cara Hidup Aneh Warga Mesir Kuno, Ada Program KB dengan Masukkan Kotoran Buaya ke Vagina
Sejarah Singkat Mesir Kuno: Ribuan Tahun Kekuasaan dan Perubahan
Perjalanan panjang peradaban Mesir dimulai sekitar 3150 SM, ketika Mesir Hulu dan Hilir disatukan oleh firaun pertama. Masa-masa berikutnya terbagi ke dalam periode-periode penting:
1. Pra-Dinasti & Awal Dinasti: Munculnya sistem hieroglif dan struktur masyarakat awal.
2. Kerajaan Lama: Masa kejayaan piramida; Mesir dipimpin dari Memphis.
3. Kerajaan Menengah: Stabilitas dan kemajuan sastra serta agama personal.
4. Kerajaan Baru: Ekspansi militer dan kejayaan budaya di bawah firaun seperti Ramses II.
5. Periode Akhir: Pengaruh bangsa asing meningkat, berujung pada kekuasaan Romawi tahun 31 SM.
2. Kerajaan Lama: Masa kejayaan piramida; Mesir dipimpin dari Memphis.
3. Kerajaan Menengah: Stabilitas dan kemajuan sastra serta agama personal.
4. Kerajaan Baru: Ekspansi militer dan kejayaan budaya di bawah firaun seperti Ramses II.
5. Periode Akhir: Pengaruh bangsa asing meningkat, berujung pada kekuasaan Romawi tahun 31 SM.
Setiap periode menyimpan dinamika politik, sosial, dan budaya yang membentuk wajah Mesir selama ribuan tahun.
Sungai Nil: Jantung Kehidupan Mesir
Tak dapat dipungkiri, Sungai Nil adalah pusat dari segala aspek kehidupan di Mesir Kuno. Setiap tahun, banjir Nil membawa lumpur subur yang menjadikan tanah Mesir sangat produktif. Periode pertanian dibagi menjadi tiga musim utama:
1. Akhet (Banjir): Juli–Oktober
2. Peret (Penanaman): November–Februari
3. Shemu (Panen): Maret–Mei
2. Peret (Penanaman): November–Februari
3. Shemu (Panen): Maret–Mei
Siklus ini bukan hanya menentukan hasil panen, tapi juga ritme kehidupan masyarakat. Bahkan kalender mereka pun didasarkan pada naik-turunnya Sungai Nil.
Pemerintahan dan Sosial: Firaun sebagai Dewa dan Raja
Mesir diperintah oleh firaun, yang dianggap sebagai dewa hidup sekaligus pemimpin tertinggi dalam bidang politik, agama, dan militer. Kekuasaan mereka dijalankan secara terpusat melalui sistem birokrasi yang rapi.
Struktur sosial Mesir terdiri atas:
Struktur sosial Mesir terdiri atas:
- Firaun dan bangsawan
- Pendeta dan juru tulis
- Pengrajin, pedagang, dan pekerja
- Petani dan buruh kerja paksa
- Pendeta dan juru tulis
- Pengrajin, pedagang, dan pekerja
- Petani dan buruh kerja paksa
Meskipun stratifikasinya kaku, perempuan di Mesir Kuno menikmati hak legal yang relatif tinggi, bahkan bisa menjadi firaun seperti Hatshepsut.
Sistem Ekonomi dan Hukum: Barter dan Prinsip Ma’at
Ekonomi Mesir Kuno berbasis barter. Mata uang belum dikenal, namun sistem perdagangan berkembang pesat.
Butir gandum, bir, dan logam seperti tembaga dan emas digunakan sebagai alat tukar.
Kuil berfungsi sebagai pusat distribusi dan penyimpanan hasil bumi.
Hukum Mesir tidak tertulis namun dijalankan berdasarkan Ma’at, yaitu prinsip kebenaran, keadilan, dan keteraturan.
Para pejabat bertindak sebagai hakim dan pemimpin lokal, sementara orakel kerap digunakan sebagai media keputusan hukum pada masa Kerajaan Baru.
Pencapaian Besar: Warisan Intelektual dan Arsitektural Dunia
Warisan Mesir tidak hanya pada bangunan megah seperti Piramida Giza atau Kuil Karnak, tetapi juga pada pencapaian intelektualnya:
- Ilmu Kedokteran: Teknik pembedahan dan pengobatan berbasis herbal.
- Matematika: Digunakan dalam pembangunan dan pertanian.
- Astronomi: Memprediksi musim tanam dan banjir.
- Sastra dan Tulisan: Hieroglif, papirus, dan sastra religius seperti Kitab Orang Mati.
- Matematika: Digunakan dalam pembangunan dan pertanian.
- Astronomi: Memprediksi musim tanam dan banjir.
- Sastra dan Tulisan: Hieroglif, papirus, dan sastra religius seperti Kitab Orang Mati.
Teknologi seperti pembuatan kaca, pengawetan mayat (mumi), dan arsitektur presisi tinggi menjadi bukti keunggulan peradaban ini.
Perdagangan dan Sumber Daya Alam
Mesir Kuno tidak tertutup. Mereka aktif berdagang dengan wilayah seperti Nubia, Levant, dan Mesopotamia. Bahan-bahan seperti kayu cedar, rempah, dan kemenyan diimpor, sementara Mesir mengekspor emas, linen, dan gandum.
Sumber daya alamnya pun melimpah seperti emas dari Nubia, batu kapur dan granit dari dataran tinggi, serta papirus dari delta Nil.
Negara-Negara Tertua Lain di Dunia
Selain Mesir, beberapa negara berikut juga memiliki catatan sejarah yang panjang, meskipun tidak setua Mesir dari sisi pemerintahan dan struktur negara.
1. India: Peradaban Lembah Indus (3300 SM) dan Periode Weda (1500 SM–600 SM) menjadi akar lahirnya India modern.
2. Afghanistan: Salah satu kota tertua, Mundigak, berdiri sekitar tahun 3000 SM.
3. China: Dinasti Xia (2070 SM) menjadi awal dari sejarah kekaisaran panjang hingga Republik Rakyat Tiongkok saat ini.
4. Georgia: Kerajaan Colchis dan Iberia telah ada sejak 1500 SM.
5. Ethiopia: Kerajaan D’mt berdiri antara 980 SM–400 SM.
6. Yunani: Bangkit dari masa kegelapan sekitar 800 SM dan menjadi fondasi peradaban Barat.
7. Jepang: Dipercaya berdiri sejak Kaisar Jimmu (660 SM), meski ini masih dalam ranah mitologi.
8. Iran: Kekaisaran Achaemenid (550 SM) dan peradaban pra-Iran seperti Elamites dan Media menjadi pondasi.
9. San Marino: Berdiri pada 3 September 301 M dan menjadi salah satu negara terkecil dan tertua di Eropa.
Mengapa Penting Memahami Sejarah Peradaban Awal?
Mengenal negara tertua di dunia bukan hanya tentang angka dan tanggal. Ini tentang memahami akar budaya dan sistem sosial yang memengaruhi kehidupan modern saat ini. Sistem hukum, birokrasi, agama, hingga teknologi banyak dipengaruhi oleh warisan peradaban kuno seperti Mesir dan India.
Bagi generasi muda, wawasan ini tidak hanya memperluas pengetahuan sejarah, tetapi juga menguatkan rasa identitas dan empati terhadap kebudayaan lain.
Selain itu, belajar dari sejarah bisa mencegah kita mengulangi kesalahan masa lalu, sekaligus memberi inspirasi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
Warisan Mesir yang Tak Lekang oleh Waktu
Mesir tak hanya meninggalkan piramida dan mitos para dewa. Mesir meninggalkan jejak tentang bagaimana sebuah peradaban dibentuk, berkembang, dan diwariskan kepada dunia.
Sebagai negara tertua di dunia, Mesir mengajarkan kita bahwa sejarah bukan hanya kenangan masa lalu, melainkan pelajaran yang hidup dan relevan hingga hari ini.
Laily Nuriansyah (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








