Akurat

Mengapa Pembelajaran Perlu Secara Holistik Melibatkan Murid dalam Olah Hati, Olah Rasa, Olah Pikir, dan Olah Raga?

Moh.Apriawan | 9 Juli 2025, 14:25 WIB
Mengapa Pembelajaran Perlu Secara Holistik Melibatkan Murid dalam Olah Hati, Olah Rasa, Olah Pikir, dan Olah Raga?

AKURAT.CO Rupanya inilah jawaban mengapa pembelajaran perlu secara holistik melibatkan murid dalam olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga?

Perlu digarisbawahi bahwasanya pendidikan saat ini tidak bisa hanya berfokus pada akademik.

Untuk membentuk generasi unggul dan berdaya saing, pembelajaran harus menyentuh seluruh aspek kemanusiaan siswa: emosi, sosial, intelektual, dan fisik.

Pendekatan ini dikenal sebagai pembelajaran holistik, yang mengintegrasikan olah hati (moral dan emosi), olah rasa (empati dan sosial), olah pikir (kognitif), dan olah raga (fisik).

Artikel ini membahas pentingnya pendekatan tersebut dalam membentuk murid yang utuh dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga: Masyarakat Sering Kali Mengalami Kesulitan untuk Mengakses Informasi Pengaduan. Solusi yang Tepat Adalah…

1. Olah Hati dan Olah Rasa: Membangun Karakter dan Empati

  • Olah hati membantu murid memahami dan mengelola emosi, serta menanamkan nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan integritas.

  • Olah rasa menumbuhkan empati dan kepekaan terhadap lingkungan sosial.

Anak-anak yang diajarkan untuk merasa dan peduli akan lebih siap menjadi warga yang toleran dan beretika di masyarakat yang majemuk.

2. Olah Pikir: Mengembangkan Nalar Kritis dan Kreatif

Olah pikir mengasah kemampuan siswa dalam:

  • Berpikir logis dan kritis

  • Menganalisis masalah nyata

  • Menciptakan solusi inovatif

Pembelajaran bukan lagi tentang menghafal, tetapi tentang mengolah informasi menjadi pengetahuan yang bermakna dan aplikatif.

3. Olah Raga: Menjaga Kesehatan dan Kesiapan Belajar

Aktivitas fisik penting untuk:

  • Kesehatan jasmani

  • Fokus dan konsentrasi belajar

  • Pengembangan motorik dan kerja sama

Siswa yang aktif secara fisik lebih energik, disiplin, dan siap terlibat dalam pembelajaran.

4. Membangun Kehidupan Seimbang dan Berkelanjutan

Pendekatan holistik menciptakan murid yang:

  • Seimbang secara emosional dan intelektual

  • Tangguh secara fisik dan sosial

  • Siap beradaptasi dengan perubahan dan tantangan global

Pendidikan bukan sekadar menyiapkan murid untuk ujian, tapi untuk kehidupan.


5. Kesiapan Abad 21: Kolaborasi, Adaptasi, Karakter

Pembelajaran holistik membantu murid mengembangkan:

  • Kecakapan abad 21: kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan berpikir kritis

  • Nilai-nilai kehidupan: tanggung jawab, empati, dan keuletan

Hal ini menjadikan mereka pribadi yang mampu bertahan dan berkembang di tengah dunia yang kompleks dan terus berubah.

Kesimpulan

Pembelajaran yang melibatkan olah hati, rasa, pikir, dan raga membentuk murid yang cerdas, berkarakter, sehat, dan berempati.

Inilah bentuk pendidikan masa kini yang tak hanya fokus pada nilai ujian, tapi juga mempersiapkan anak-anak menjadi manusia seutuhnya, siap menghadapi dunia dan turut membangun masa depan yang lebih baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.