Akurat

Hari Bebas Kantong Plastik Internasional: Saatnya Beralih ke Teknologi Ramah Lingkungan

Petrus C. Vianney | 3 Juli 2025, 20:15 WIB
Hari Bebas Kantong Plastik Internasional: Saatnya Beralih ke Teknologi Ramah Lingkungan

AKURAT.CO Setiap 3 Juli, dunia memperingati International Plastic Bag Free Day atau Hari Bebas Kantong Plastik Internasional. Tujuannya untuk mengingatkan dampak buruk kantong plastik sekali pakai terhadap lingkungan.

Kantong plastik memang praktis, namun limbahnya bisa mencemari lingkungan selama ratusan tahun. Menurut United Nations Environment Programme (UNEP), lebih dari 500 miliar kantong plastik digunakan setiap tahun di seluruh dunia.

Sayangnya, sebagian besar kantong plastik tidak didaur ulang. Limbah ini akhirnya mencemari laut, sungai dan tanah.

Dikutip dari The Guardian, Kamis (3/7/2025), kantong plastik termasuk penyumbang utama sampah laut. Sampah ini membahayakan biota seperti penyu dan ikan yang kerap mengira plastik sebagai makanan.

Inovasi Teknologi sebagai Solusi

Untuk mengatasi permasalahan ini, berbagai negara dan perusahaan mulai mengandalkan inovasi teknologi ramah lingkungan. Upaya ini dinilai efektif untuk mengurangi dampak plastik sekali pakai terhadap lingkungan.

Salah satu solusinya adalah kantong berbahan dasar pati singkong, jagung, atau tebu yang mudah terurai secara alami. Teknologi ini mulai diterapkan di beberapa negara seperti India dan Thailand.

Sementara itu, teknologi bioplastik kian diminati karena lebih ramah lingkungan. Menurut BBC Future, bioplastik dari alga, limbah makanan, atau pati tanaman kini banyak dikembangkan oleh perusahaan rintisan.

Beberapa inovator menciptakan kemasan edible (dapat dimakan), seperti yang dikembangkan startup dari Indonesia dan AS. Selain mengurangi limbah, produk ini juga menawarkan alternatif yang lebih sehat dan fungsional.

Digitalisasi Gaya Hidup Minim Sampah

Teknologi digital turut mendukung gaya hidup bebas plastik. Aplikasi belanja ramah lingkungan kini membuat konsumen dapat memilih produk tanpa kemasan plastik.

Di Amerika Serikat, layanan seperti Loop menggandeng brand besar untuk menghadirkan produk dalam wadah yang dapat dipakai ulang. Konsep ini mendukung pengurangan sampah plastik, sebagaimana dikutip dari CNN Business.

Selain itu, toko swalayan di Indonesia mulai menerapkan sistem 'belanja tanpa kemasan' berbasis aplikasi digital. Konsumen cukup membawa wadah sendiri dan menggunakan barcode pintar untuk menimbang dan membayar tanpa kantong plastik.

Aksi Bersama untuk Masa Depan Lebih Bersih

Peringatan Hari Bebas Kantong Plastik bukan sekadar simbol, tapi ajakan nyata untuk aksi bersama. Pemerintah, industri dan masyarakat didorong mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan dan ekonomi sirkular.

Indonesia telah memulai langkah positif dengan membatasi kantong plastik di pusat perbelanjaan dan mendorong inovasi produk alternatif. Namun, langkah ini perlu didukung fasilitas daur ulang dan edukasi masyarakat yang lebih luas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.