Apa yang Dimaksud dengan Menggambar? Ini Pengertian, Sejarah, Manfaat, Jenis dan Profesi Terkait

AKURAT.CO Sejak kecil, setiap orang pasti pernah menggambar.
Bahkan tanpa diajari, anak-anak sudah terbiasa mencoret-coret atau menggambar di kertas, dinding bahkan buku pelajaran dengan bentuk-bentuk sederhana yang mereka bayangkan.
Di Indonesia sendiri, ada fenomena menarik dan hampir seragam. Saat diminta membuat gambar pemandangan, anak-anak biasanya menggambar dua gunung, matahari di tengah, jalan membelah sawah dan beberapa pohon kelapa.
Fenomena ini menunjukkan bahwa aktivitas menggambar memiliki hubungan erat dengan psikologis manusia sejak dini.
Menggambar bukan hanya kegiatan seni tetapi juga ekspresi emosi, ingatan dan imajinasi yang melekat pada proses perkembangan individu.
Baca Juga: Siswi SMP Taman Pelajar Temukan Bakat Menggambar Saat Wabah Covid, Ingin Jadi Komikus
Apa Itu Menggambar?
Secara umum, menggambar adalah kegiatan membentuk citra visual menggunakan media tertentu seperti pensil, pena, arang atau bahkan perangkat digital.
Dalam Kamus Besar Indonesia (KBBI), menggambar diartikan sebagai membuat gambar dengan alat tertentu pada permukaan media seperti kertas.
Dalam Bahasa Inggris, menggambar dikenal sebagai drawing, yang merupakan aktivitas menciptakan visual melaui goresan.
Kegiatan ini bisa mencerminkan ingatan, pengalaman sehari-hari atau imajinasi liar seseorang. Karena itu, menggambar bisa menghasilkan karya realistis (seperti potret), setengah realistis seperti sketsa) maupun gaya ekspresif (seperti kartun, karikatur atau abstrak).
Baca Juga: Berawal Hobi Menggambar, Selebgram Abelina Dini Fitria Sukses Menjadi Dokter Estetik
Sejarah Menggambar: Dari Gua ke Kertas Lalu ke Layar
Menggambar merupakan salah satu bentuk komunikasi visual tertua dalam sejarah peradaban manusia.
Karya gambar pertama ditemukan di dinding gua sejak masa prasejarah, sebagai media untuk menyampaikan cerita berburu, ritual atau keyakinan.
Pada abad 15, kegiatan menggambar mulai menyebar luas di Eropa seiring dengan makin berkembangnya penggunaan kertas.
Setiap abad berikutnya melahirkan seniman-seniman besar yang mengangkat teknik menggambar ke level seni tinggi.
1400-1500-an: Leonardo da Vinci, Albrecht Dürer, Michelangelo, Raphael
1600-an: Rembrandt, Peter Paul Rubens, Nicolas Poussin
1700-an: Francisco Goya, Antoine Watteau, Giovanni Tiepolo
1800-an: Paul Cézanne, Vincent Van Gogh, Edgar Degas
1900-an: Pablo Picasso, Jackson Pollock, Paul Klee, Willem de Kooning
Teknik yang mereka gunakan beragam, mulai dari hatching, scribbling, stippling hingga blending, yang menjadi dasar dari seni rupa modern.
Baca Juga: 5 Aplikasi Android Ini Cocok Bagi Kamu yang Hobi Menggambar
Manfaat Menggambar untuk Kehidupan
Menggambar tidak hanya penting bagi seniman tetapi juga bermanfaat untuk banyak aspek kehidupan:
1. Mengembangkan kreativitas dan imajinasi
Setiap gambar adalah hasil eksplorasi ide. Bagi anak-anak, ini membantu merangsang cara berpikir kreatif.
2. Menyalurkan emosi
Gambar bisa menjadi media curhat visual. Banyak orang merasa tenang dan fokus saat menggambar seperti terapi mandiri.
3. Meningkatkan motorik halus
Menggambar melibatkan koordinasi tangan dan mata yang baik, sangat berguna dalam perkembangan anak.
4. Alat komunikasi visual
Gambar dapat menyampaikan pesan lebih cepat dan kuat dibanding kata-kata, apalagi di era digital.
Baca Juga: Rekomendasi 3 Tablet Kece untuk Menggambar
Jenis-jenis Menggambar
Berikut adalah beberapa jenis menggambar yang umum dijumpai:
1. Menggambar bebas: Tanpa batasan, penuh ekspresi.
2. Menggambar bentuk: Meniru objek nyata, seperti alam benda.
3. Menggambar perspektif: Menciptakan kesan ruang dan kedalaman.
4. Ilustrasi dan komik: Mendukung narasi dengan visual.
5. Sketsa arsitektur atau teknik: Rancangan bangunan dan desain.
6. Menggambar digital: Menggunakan aplikasi seperti Procreate atau Photoshop.
Teknik Dasar dalam Menggambar
Beberapa teknik umum yang digunakan dalam menggambar antara lain:
1. Garis (line drawing)
2. Hatching & Cross-Hatching (garis sejajar dan silang)
3. Stippling (titik-titik kecil untuk gradasi)
4. Scribbling (coretan bebas)
5. Blending (mencampur nilai terang-gelap).
Profesi dan Hobi yang Berkaitan dengan Menggambar
Kegiatan menggambar bisa berkembang menjadi karier profesional di bidang seni dan desain.
Beberapa profesi yang berkaitan dengan keterampilan menggambar:
1. Ilustrator (buku, editorial, digital)
2. Komunikus dan Storyboard Artist
3. Desainer Grafis dan Branding
4. Arsitek dan Desainer Interior
5. Animator dan Concept Artist
6. Fashion Designer
7. Penggambar Teknik (Draftsman).
Selain itu, banyak orang yang menggambar sebagai hobi, seperti doodling, journaling, urban sketching dan painting.
Baca Juga: Termasuk Latihan Memecahkan Masalah, 5 Manfaat Menggambar untuk Anak
Siapa Pelaku Menggambar?
Pelaku kegiatan menggambar biasa disebut penggambar atau juru gambar (draftsman dalam bahasa Inggris).
Mereka adalah bagian penting dalam dunia seni rupa dan desain dan bisa berasal dari berbagai latar belakang pendidikan atau pengalaman.
Unsur Dasar Karya Gambar
Agar gambar menjadi utuh dan menarik, terdapat unsur-unsur visual yang wajib diperhatikan:
1. Garis: Pembentuk utama bentuk dan arah.
2. Bentuk dan Bidang: Objek yang digambar.
3. Warna dan Nilai: Kesan terang-gelap, gelap-terang.
4. Tekstur: Ilusi permukaan kasar atau halus.
5. Ruang dan Perspektif: Ilusi kedalaman dan jarak.
6. Komposisi dan Proporsi: Keseimbangan dan keakuratan ukuran.
Setiap Orang Bisa Menggambar
Menggambar bukan soal bakat tetapi keberanian menuangkan ide menjadi visual.
Sejak anak-anak, kita sudah punya kecenderungan untuk mengekspresikan diri lewat gambar.
Maka, tidak ada alasan untuk berhenti menggambar hanya karena merasa tidak berbakat. Setiap goresan punya cerita dan setiap gambar adalah jendela menuju imajinasi yang tak terbatas.
Baca Juga: 5 Hobi Aneh Para Diktator Dunia, dari Berpujangga Hingga Menggambar Pria Telanjang
Laporan: Laily Nuriansyah/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









