Akurat

Apa Pengalaman Bapak/Ibu dalam Menerapkan Strategi Internalisasi Nilai dari Referensi yang Dipelajari?

Moh.Apriawan | 19 Juni 2025, 21:25 WIB
Apa Pengalaman Bapak/Ibu dalam Menerapkan Strategi Internalisasi Nilai dari Referensi yang Dipelajari?

AKURAT.CO Mari simak inilah jawaban, apa pengalaman bapak/ibu dalam menerapkan strategi internalisasi nilai dari referensi yang dipelajari?

Internalisasi nilai karakter dalam pendidikan merupakan proses penting yang bertujuan menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan sosial kepada peserta didik agar terbentuk pribadi yang berkarakter dan bertanggung jawab.

Berbagai referensi dan penelitian menunjukkan bahwa strategi internalisasi nilai yang efektif sangat bergantung pada peran guru sebagai teladan dan metode pembelajaran yang tepat.

Artikel ini mengulas pengalaman dan strategi terbaik dalam menerapkan internalisasi nilai berdasarkan kajian ilmiah dan praktik nyata di sekolah.

Baca Juga: Apa Tanggungjawab Guru kepada Profesi Sesuai Permendikbudristek No. 67 Tahun 2024?

Peran Keteladanan Guru dalam Internalisasi Nilai

Salah satu strategi utama yang banyak direkomendasikan dalam berbagai studi adalah metode keteladanan guru.

Penelitian di SMAN 1 Pamanukan Subang (Jurnal Basicedu, 2023) menunjukkan bahwa guru yang konsisten memberikan contoh perilaku positif seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial mampu menginternalisasi nilai-nilai karakter secara efektif kepada siswa.

Guru tidak hanya mengajarkan secara verbal, tetapi juga menunjukkan nilai tersebut melalui tindakan sehari-hari, seperti berbusana rapi, berbicara sopan, dan memberikan contoh sikap religius.

Pendekatan Pembelajaran Terpadu dan Emosional

Pengalaman di SDN Merdeka V Kota Bandung mengungkapkan bahwa internalisasi nilai moral dapat dilakukan melalui pendekatan pembelajaran terpadu (integrated learning) dan pendekatan emosional.

Guru mengintegrasikan nilai-nilai moral ke dalam berbagai mata pelajaran dan

aktivitas, sehingga siswa memahami nilai tersebut dalam konteks yang luas.

Pendekatan emosional membantu guru menyelami kepribadian siswa, membangun hubungan yang hangat dan penuh empati, sehingga nilai-nilai yang diajarkan lebih mudah diterima dan dihayati.

Baca Juga: Apa Tanggungjawab Guru kepada Profesi Sesuai Permendikbudristek No. 67 Tahun 2024?

Penggunaan Media dan Metode Kreatif

Selain keteladanan dan pendekatan terpadu, penggunaan media pembelajaran seperti video pendek yang mengandung nilai religius dan sosial juga efektif untuk membantu siswa memahami dan menginternalisasi nilai.

Metode pembelajaran berbasis proyek dan problem solving yang menantang siswa untuk menerapkan nilai dalam konteks nyata juga memberikan pengalaman langsung yang memperkuat internalisasi.

Kolaborasi dengan Orang Tua dan Lingkungan Sekolah

Pengalaman guru wali kelas di SMAN 1 Gunung Sari menunjukkan bahwa internalisasi nilai karakter tidak hanya tanggung jawab guru di sekolah, tetapi juga melibatkan orang tua dan lingkungan sekitar.

Sinergi antara sekolah dan keluarga menciptakan budaya saling mengingatkan dan mendukung penerapan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari siswa, baik di sekolah maupun di rumah.

Evaluasi dan Konsistensi

Keberhasilan internalisasi nilai juga sangat bergantung pada evaluasi berkala dan konsistensi guru dalam menerapkan strategi tersebut.

Guru perlu memantau perkembangan karakter siswa dan memberikan penguatan positif secara terus-menerus agar nilai-nilai tersebut melekat kuat dalam diri peserta didik.

Kesimpulan

Pengalaman menerapkan strategi internalisasi nilai berdasarkan referensi yang dipelajari menunjukkan bahwa keteladanan guru, pendekatan pembelajaran terpadu dan emosional, penggunaan media kreatif, serta kolaborasi dengan orang tua dan lingkungan sekolah merupakan kunci keberhasilan.

Konsistensi dan evaluasi juga sangat penting untuk memastikan nilai-nilai karakter dapat tertanam dan berkembang dengan baik pada peserta didik.

Dengan strategi-strategi ini, pendidikan karakter dapat berjalan efektif dan membentuk generasi yang berintegritas dan bertanggung jawab.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.