Akurat

Siapakah Penemu Mesin Uap?

Eko Krisyanto | 17 Juni 2025, 12:35 WIB
Siapakah Penemu Mesin Uap?
 
AKURAT.CO Sebenarnya, umat manusia telah lama menyadari bahwa proses perpindahan bentuk dari cair menjadi gas melalui pemanasan akan menyebabkan sebuah dorongan.
 
Contoh sederhananya saat kita merebus air dalam sebuah ceret, nantinya menghasilkan bunyi siulan akibat dorongan pada corong.
 
Akibat adanya dorongan uap itulah, terinspirasi dibuatnya sebuah alat bernama aeolipile oleh ahli matematika dari Alexandria bernama Hero pada abad pertama masehi.
 
 
Dari hal tersebut kemudian mesin uap pertama kali ditemukan, dan memiliki kapasitas yang begitu besar, sebelum ditemukannya mesin uap, sumber tenaga mesin uap, hanya terbatas untuk menggerakkan kincir angin dan air. Sedangkan sumber tenaga utamanya masih menggunakan tenaga manusia.

Lalu siapakah penemu mesin uap?

Sebenarnya banyak tokoh yang terlibat dalam pengembangan mesin uap ini. Seperti Ayanz dan Thomas Savery mereka merupakan orang pertama yang mencetuskan ide mesin uap meskipun konsepnya terbilang masih sangat sederhana, sebelum akhirnya Pada 1712, seorang pemuda Inggris Thomas Newcomen melakukan eksperimen lanjutan yang dibuat oleh Ayanz dan Thomas Savery. 
 
Namun, mesin tersebut masih sangat sederhana kegunaannya, karena hanya dapat digunakan untuk mesin pompa air dan batu bara saja.
 
Pada akhirnya orang yang telah melakukan penyempurnaan dan banyak dikenal sebagai penemuan mesin uap adalah James Watt.
 
Dikutip dari buku Mengenal Penemu Sains dan Penemuannya (2007), Watt lahir pada 19 Januari 1763 di Greenrock, Renfrewshire, Skotlandia.
 
Ayahnya sehari-hari bekerja sebagai pengusaha perkapalan dan pembangunan rumah yang cukup sukses.
 
Sejak kecil, Watt belajar di rumah bersama ibunya. Namun selain belajar di rumah, dia juga ikut belajar dalam sekolah bahasa yang ada di wilayah tempat tinggalnya.
 
Di sana, Watt belajar selayaknya murid biasa menekuni bahasa Latin, Yunani, dan Matematika. Namun ada hal yang membuatnya begitu berbeda dengan yang lain, yaitu ketika dia belajar dan mengamati apa yang dikerjakan oleh ayahnya saat bekerja.
 
Di bengkel mesin ayahnya, Watt banyak belajar tentang masalah permesinan dan teknik perkapalan, sehingga melalui tempat kerja sang ayah, dia menemukan pengetahuan tentang industri permesinan.
 
Pada 1764, Watt melakukan beberapa penyempurnaan penting pada mesin uap buatan Newcomen hingga sesuai seperti apa yang Watt bayangkan.
 
Belajar dari mesin uap Newcomen, Watt akhirnya melakukan reparasi besar-besaran untuk proyek pertama mesin uapnya.
 
 
Dengan berbagai upaya dan eksperimen, Watt akhirnya berhasil menciptakan mesin uap yang empat kali lebih efisien, sehingga penemuannya dianggap berhasil oleh banyak orang.
 
Salah satu keberhasilan pada mesin uap yang dibuat oleh Watt adalah dia menciptakan perangkat gerigi yang digunakan untuk mengubah gerakan mesin, sehingga dapat berputar secara optimal.
 
Karena dirasa mesin tersebut belum sempurna, Watt akhirnya terus melakukan pengembangan lanjutan.
 
Pada eksperimen lanjut, Watt berhasil menciptakan pengontrol gaya gerak melingkar otomatis yang dapat membuat kecepatan mesin bisa diawasi secara otomatis.
 
Kemudian, dia juga menciptakan alat pengukur bertekanan, alat penghitung kecepatan, alat petunjuk dan alat pengontrol uap sebagai peralatan untuk perbaikan tambahan.
 
Dengan lengkapnya penemuan yang dilakukan Watt, akhirnya mesin uap ini tidak hanya bisa digunakan untuk pabrik, melainkan juga dapat bekerja sebagai penggerak kapal dan sangat berguna bagi perkembangan industri lokomotif saat itu.
 
Dengan keberhasilan yang dia capai, Watt akhirnya mematenkan mesin uap sebagai penemuannya pada 1769, hal tersebut yang membuat orang orang mengenal Mesin Uap diciptakan oleh James Watt.
 
Dibandingkan dengan mesin uap sebelumnya, mesin uap buatan Watt memiliki perkembangan teknologi yang begitu pesat karena efisien dan dapat digunakan untuk berbagai kepentingan industri.
 
Beberapa tahun setelahnya pun mesin milik Watt terus mengalami penyempurnaan yang akhirnya membuat mesin ini memiliki kegunaan yang luar biasa dan banyak digunakan untuk berbagai sektor industri.
 
Setelah mematenkan penemuannya, Watt pun mulai melanjutkan ekspansinya di dunia bisnis bersama rekannya Matthew Boulton dan perusahaan yang mereka bangun cukup berhasil.
 
Beberapa tahun setelahnya, Watt meninggal pada usia 83 tahun di Healthfield Hall, Marwick, Inggris pada 25 Agustus 1819.
 
Bayu Aji Pamungkas (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R