Bagaimana Adegan, Dialog, dan Aksi Diatur dalam Teks Drama? Ini Penjelasannya

AKURAT.CO Bagaimana konflik dihadirkan dalam dialog dan aksi tokoh-tokoh? Ini penjelasannya!
Teks drama adalah bentuk karya sastra yang dibuat untuk dipentaskan di atas panggung.
Dalam prosesnya, teks ini memiliki struktur khusus yang membedakannya dari jenis teks lainnya.
Salah satu pertanyaan umum yang sering muncul adalah bagaimana adegan, dialog, dan aksi diatur dalam teks drama?
Jika kamu sedang mempelajari drama di sekolah atau ingin mendalami dunia teater, pemahaman ini sangat penting.
Simak penjelasan lengkap berikut ini agar kamu bisa memahami susunan teks drama dengan mudah dan cepat.
Baca Juga: Kunci Jawaban Lengkap Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 175-176 Kurikulum Merdeka: Teks Diskusi
Apa Itu Teks Drama?
Teks drama adalah naskah yang berisi cerita untuk dipentaskan melalui peran tokoh, dialog, dan aksi di atas panggung.
Unsur utama dalam teks drama meliputi:
-
Tokoh dan peran
-
Dialog antar tokoh
-
Petunjuk lakuan atau aksi (stage direction)
-
Struktur cerita (adegan, babak)
Drama ditulis untuk ditampilkan secara langsung, sehingga penulisannya fokus pada interaksi dan aksi, bukan narasi panjang.
Struktur Umum Teks Drama
Untuk memahami bagaimana adegan, dialog, dan aksi diatur, kita harus terlebih dahulu mengenali struktur utama dalam teks drama:
a. Babak (Act)
Babak adalah bagian besar dalam sebuah drama yang menandai perubahan besar dalam alur cerita, seperti perubahan waktu, tempat, atau konflik.
b. Adegan (Scene)
Adegan adalah bagian dari babak. Dalam satu babak bisa terdapat beberapa adegan yang menggambarkan situasi atau kejadian secara lebih spesifik.
Baca Juga: Bagaimana Cara Mengevaluasi Isi dalam Teks Anekdot? Inilah Penjelasan yang Akurat
Contoh penulisan adegan:
Babak I, Adegan 2: Di ruang tamu rumah Siti. Malam hari.
Dialog dalam Teks Drama
Dialog adalah percakapan antar tokoh. Dalam teks drama, dialog menjadi komponen utama karena seluruh cerita ditampilkan melalui interaksi verbal antar tokoh.
Ciri-ciri dialog dalam drama:
-
Menggunakan nama tokoh sebagai penanda siapa yang berbicara
-
Tidak menggunakan tanda kutip seperti dalam prosa
-
Bisa disertai petunjuk intonasi atau emosi
Aksi atau Petunjuk Lakuan (Stage Direction)
Aksi atau lakuan ditulis sebagai petunjuk teknis bagi pemain dan sutradara.
Biasanya ditulis dalam tanda kurung atau huruf miring, dan tidak dibacakan di atas panggung.
Petunjuk ini mencakup:
-
Gerakan tokoh
-
Ekspresi wajah
-
Suasana panggung
-
Tata cahaya atau bunyi
Fungsi dan Tujuan Penataan Adegan, Dialog, dan Aksi
Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP Halaman 167 Kurikulum Merdeka: Teks Argumentasi
Pola penataan ini bukan sekadar format. Semua elemen dalam teks drama bekerja bersama untuk:
-
Menyampaikan alur cerita secara visual dan auditif
-
Memudahkan aktor memahami karakter dan emosi tokoh
-
Membantu sutradara merancang panggung dan blocking
-
Mempermudah penonton memahami jalannya cerita
Jadi, adegan, dialog, dan aksi dalam teks drama diatur secara sistematis agar mudah dipentaskan.
Babak dan adegan membagi cerita menjadi bagian-bagian logis, dialog menjadi medium komunikasi antar tokoh, dan petunjuk lakuan menghidupkan panggung melalui gerakan dan ekspresi.
Dengan memahami struktur ini, kamu bisa lebih mudah menganalisis maupun menulis naskah drama sendiri.
Jangan lupa pelajari juga referensi dari sumber resmi agar pengetahuanmu makin kuat!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









