Akurat

Apa Penyebab Utama Perubahan Iklim Global yang Terjadi Saat Ini di Bumi? Sebutkan dan Jelaskan

Sultan Tanjung | 28 April 2025, 09:35 WIB
Apa Penyebab Utama Perubahan Iklim Global yang Terjadi Saat Ini di Bumi? Sebutkan dan Jelaskan

AKURAT.CO Apa Penyebab Utama Perubahan Iklim Global yang Terjadi Saat Ini di Bumi? Sebutkan dan Jelaskan

Perubahan iklim global merupakan fenomena perubahan pola cuaca dan suhu bumi yang berlangsung dalam jangka waktu lama dan berdampak luas pada lingkungan serta kehidupan manusia.

Saat ini, perubahan iklim terjadi dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menimbulkan berbagai bencana alam dan ancaman bagi keberlanjutan planet.

Untuk memahami fenomena ini secara menyeluruh, penting mengetahui penyebab utama perubahan iklim global yang sedang terjadi saat ini di bumi.

Baca Juga: Jelaskan Apa yang Dimaksud dengan Reboisasi Hutan dan Tuliskan Manfaatnya? Inilah Jawaban yang Akurat

1. Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)

Penyebab utama perubahan iklim adalah peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, seperti karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan dinitrogen oksida (N₂O).

Gas-gas ini memerangkap panas matahari di atmosfer bumi, sehingga suhu rata-rata global meningkat, yang dikenal sebagai efek rumah kaca.

Aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan pertanian intensif menyebabkan peningkatan emisi GRK secara signifikan. Konsentrasi CO₂ saat ini 40% lebih tinggi dibandingkan era pra-industri, mempercepat pemanasan global.

2. Pembakaran Bahan Bakar Fosil

Penggunaan bahan bakar fosil dalam pembangkit listrik, transportasi, dan industri merupakan sumber utama emisi karbon dioksida.

Pembakaran batu bara, minyak, dan gas menghasilkan gas rumah kaca dalam jumlah besar yang menyelimuti atmosfer dan memperkuat efek rumah kaca.

Meskipun terdapat upaya pengembangan energi terbarukan, sebagian besar energi listrik global masih bergantung pada bahan bakar fosil.

3. Deforestasi dan Kerusakan Hutan

Penebangan hutan secara masif dan pembakaran lahan untuk pertanian atau pemukiman menghilangkan pohon-pohon yang berfungsi menyerap karbon dioksida dari udara.

Selain itu, pembakaran hutan langsung melepaskan karbon yang tersimpan ke atmosfer.

Akibatnya, konsentrasi gas rumah kaca meningkat dan keseimbangan iklim terganggu.

Hutan yang rusak juga kehilangan fungsi ekologis penting seperti menjaga kelembapan dan mencegah erosi tanah.

Baca Juga: Apple Siapkan Perombakan Siri di iOS 19, Ini Strateginya

4. Penggunaan Gas Berbahaya dan Industri

Penggunaan gas berfluorinasi seperti Cloro Fluor Carbon (CFC) yang tidak terkontrol serta emisi dari industri juga berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Gas-gas ini memiliki potensi pemanasan global yang jauh lebih tinggi dibandingkan CO₂, meskipun jumlahnya lebih sedikit.

Selain itu, limbah industri dan polusi udara dari pabrik menambah beban pencemaran atmosfer.

5. Aktivitas Pertanian dan Peternakan

Industri pertanian modern menggunakan pupuk nitrogen yang menghasilkan gas dinitrogen oksida, salah satu gas rumah kaca kuat.

Peternakan sapi dan domba juga menghasilkan metana dalam jumlah besar saat mencerna makanan, yang mempercepat pemanasan global.

Aktivitas ini menjadi penyumbang signifikan emisi gas rumah kaca selain sektor energi dan industri.

6. Kerusakan Lapisan Ozon dan Polusi Plastik

Kerusakan lapisan ozon akibat penggunaan bahan kimia berbahaya memperburuk kondisi iklim dengan mengubah pola radiasi matahari yang sampai ke bumi.

Selain itu, sampah plastik yang tidak dapat terurai menghasilkan gas metana saat terpapar sinar matahari, menambah pemanasan global.

Rangkuman

Penyebab utama perubahan iklim global saat ini adalah aktivitas manusia yang meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, terutama melalui pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan aktivitas industri serta pertanian.

Gas-gas rumah kaca seperti karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida memerangkap panas matahari sehingga menyebabkan pemanasan global dan perubahan pola iklim.

Dampak dari perubahan ini sangat luas, mulai dari peningkatan suhu global hingga bencana alam yang lebih sering dan ekstrem.

Oleh karena itu, pengurangan emisi gas rumah kaca melalui pengelolaan sumber energi, pelestarian hutan, dan pengurangan polusi menjadi langkah krusial untuk mengatasi perubahan iklim global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.