5 Fakultas dan Sekolah ITB dengan Persaingan Paling Ketat di UTBK SNBT 2025

AKURAT.CO Institut Teknologi Bandung (ITB) bakal menerima 1.728 mahasiswa baru untuk program sarjana S1 melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) pada tahun 2025.
Proses seleksi ini dilakukan melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Neneng Nurlaela Arief, terdapat beberapa pilihan program studi yang memiliki tingkat persaingan cukup ketat.
Baca Juga: Perusahaan Korsel Gandeng ITB, Siap Cetak Inovator Muda di Sektor Pengolahan Air
Menurut data terbaru dari Direktorat Pendidikan ITB, ada lima fakultas dan sekolah yang menunjukkan tingkat persaingan tertinggi dalam penerimaan mahasiswa baru.
Salah satunya adalah Sekolah Teknik Elektro dan Informatika-Komputasi (STEI-K) yang memiliki tingkat ketatnya seleksi hingga 3 persen.
Program studi yang tersedia di STEI-K meliputi Teknik Informatika serta Sistem dan Teknologi Informasi.
Untuk tahun 2025, daya tampung STEI-K untuk jalur SNBT berjumlah 90 orang, namun jumlah pendaftar pada tahun 2024 mencapai 3.454 orang.
Sementara itu, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika-Rekayasa (STEI-R) memiliki daya tampung 94 orang dengan jumlah peminat pada tahun lalu sebanyak 1.267 orang.
Pilihan program studi lainnya yang memiliki persaingan ketat adalah Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan di Kampus ITB Jalan Ganesha, Kota Bandung (FTTM-G), yang tingkat persaingannya mencapai 4 persen.
ITB menyediakan kuota sebanyak 123 kursi bagi peserta SNBT 2025, sedangkan pada 2024, terdapat 3.492 orang yang mendaftar.
Selain kampus utama, ITB juga membuka Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan di kampus Cirebon dengan daya tampung 60 orang, sementara jumlah pendaftar pada 2024 mencapai 1.406 orang.
Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) di kampus pusat ITB juga memiliki tingkat persaingan 4 persen. Kuota yang tersedia untuk jalur SNBT sebanyak 54 orang, sementara peminatnya pada tahun 2024 mencapai 2.473 orang.
SBM juga membuka program di kampus ITB Cirebon dengan daya tampung 30 orang, sementara pendaftar pada tahun lalu mencapai 330 orang.
Baca Juga: Daya Tampung Fakultas/Sekolah SNBP ITB 2025, Simak Prodi Pilihanmu!
Selanjutnya, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) juga menjadi pilihan dengan tingkat persaingan yang cukup ketat, yakni 5 persen.
Di kampus Bandung, SAPPK menyediakan 59 kursi untuk jalur SNBT 2025, dengan 1.197 orang yang mendaftar pada 2024.
Program yang sama juga dibuka di kampus Cirebon dengan daya tampung 25 orang, sementara jumlah pendaftarnya pada tahun lalu sebanyak 338 orang.
Fakultas Teknologi Industri (FTI) memiliki dua program studi dengan tingkat persaingan yang tinggi, yaitu Teknik Industri dan Manajemen Rekayasa.
Untuk tahun ini, FTI menyediakan kuota bagi peserta jalur SNBT di kampus Bandung sebanyak 128 orang untuk program Sistem dan Proses, sementara jumlah peminatnya pada tahun 2024 adalah 1.161 orang.
Untuk program Rekayasa Industri, daya tampung FTI berjumlah 61 orang dengan jumlah pendaftar 1.231 orang pada tahun lalu.
Sebelumnya, Wakil Rektor ITB Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Irwan Meilano, menyatakan bahwa sebanyak 1.911 kursi disediakan untuk calon mahasiswa baru S1 yang mendaftar pada 4-18 Februari 2025 melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Adapun untuk jalur SNBT, kuota yang disediakan berjumlah 1.728 orang, dan untuk Seleksi Mandiri sebanyak 1.044 orang.
Ia juga menambahkan bahwa daya tampung ITB pada 2025 tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan tahun 2024.
Selain itu, tidak ada penambahan program studi baru, dan besaran uang kuliah tunggal (UKT) juga akan tetap sama seperti pada tahun sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









